Optimalisasi TKDN Jadi Penunjang Industri 4.0
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Optimalisasi TKDN Jadi Penunjang Industri 4.0

Kamis, 11 April 2019 | 21:15 WIB
Oleh : HK

Jakarta, Beritsatu.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pengoptimalan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) terhadap pengerjaan berbagai proyek penunjang Industri 4.0. Misalnya, pada proyek Palapa Ring, Kemenperin telah memacu program Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN) yang tujuannya juga untuk mengurangi impor.

“Dalam pengerjaan proyek Palapa Ring di paket timur, Kemenperin mendorong penggunaan produk lokal sesuai dengan ketentuan TKDN yang mengharuskan minimal ada 30% konten dalam negeri,” kata Direktur Elektronika dan Telematika Kemenperin Janu Suryanto di Jakarta, Rabu (10/4/2019).

Janu mengungkapkan, proyek Palapa Ring membutuhkan 35.280 kilometer kabel bawah laut dan 21.807 kilometer kabel darat. Karenanya, peningkatan produksi atau ekspansi sektor industri elektronika dan telematika menjadi sangat penting untuk menjawab tantangan kebutuhan konten lokal dalam infrastruktur Industri 4.0.

“Dengan peluang dan tantangan yang ada pada sektor itu, industri elektronika 4.0 membutuhkan investasi manufaktur kelas dunia yang memiliki kemampuan manufaktur terdepan selain assembly, didukung tenaga kerja terampil dan inovatif, serta industri unggulan domestik yang berbakat,” terang dia.

Secara keseluruhan, kata Janu, kebutuhan industri kabel komunikasi di dalam negeri mencapai 9 juta kilometer. Industri dalam negeri sendiri sudah bisa memproduksi sebanyak 5,4 juta kilometer kabel serat optik. Pada tahun 2019, diproyeksikan ada tambahan pabrik kabel serat optik baru yang mulai beroperasi. "Akan ada, investasi baru mencapai Rp 1 triliun untuk pembangunan pabrik kabel serat optik di Kawasan Industri Kendal (KIK), Jawa Tengah," ungkap Janu.

Dia menambahkan, saat ini Kemenperin sudah memetakan beberapa pengguna potensial kabel serat optik dalam negeri, antara lain, PT Telkom Indonesia Operational & Maintenance, Regional Metro Junction (RMJ) Project, Back Bone & Ring Project, TiTo Project (Trade In Trade Out), FTTH Project, Cable TV Project, Cellular Mobile Project, Palapa Ring ProjectIndonesia National Broadband Project. “Di pasar, suplai kabel FO lokal cuma 60%, sisanya 40% masih impor,” imbuh dia.

Janu menyebut, proyek Palapa Ring Ring atau yang belakangan disebut ‘Tol Langit’ diproyeksikan bisa mendorong percepatan tumbuhnya industri manufaktur di Tanah Air. Dalam industri 4.0, dikenal lima teknologi dasar yang perlu dikuasai, di antaranya artificial intelligence, internet of things (IoT), wearables (augmented reality dan virtual reality), advanced robotics, dan 3D printing.

“Dari lima teknologi tersebut, IoT merupakan yang paling fundamental dan membutuhkan koneksi internet yang sangat cepat,” ujar dia.

Teknologi IoT mendorong industri untuk bertransformasi memanfaatkan teknologi digital dan internet dalam menopang proses produksi agar lebih terintegrasi, efisien, dan produktif. Menurut Janu, industri IoT di Indonesia mulai tumbuh dengan perkiraan pangsa pasar mencapai Rp 444 triliun pada 2022. “Nilai tersebut disumbang dari konten dan aplikasi sebesar Rp 192,1 triliun, disusul platform Rp 156,8 triliun, perangkat IoT Rp 56 triliun, serta network and gateway Rp 39,1 triliun,” jelas dia.

Berdasarkan penelitian McKinsey, infrastruktur digital akan memberikan peluang hingga US$ 150 miliar terhadap perekonomian nasional di tahun 2025. Apalagi, Indonesia juga menjadi salah satu negara dengan pengguna internet tertinggi di dunia, mencapai 143,26 juta orang atau lebih dari 50% total penduduk di Indonesia.



Sumber:Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kemperin Dorong Perajin Miliki Indikasi Geografis

IKM harus cantum indikasi geografis dalam produk mereka supaya tingkatkan daya saing.

EKONOMI | 11 April 2019

Kembangkan Poin Square, Intiland Gandeng Menara Prambanan

Kedua perseroan sepakat untuk membentuk PT Inti Menara Jaya sebagai perusahaan patungan.

EKONOMI | 11 April 2019

Koperasi Jangan Terjebak Pada Rangsangan Fasilitas Sesaat

Koperasi harus teruskan meningkatkan kinerja.

EKONOMI | 11 April 2019

50% UMKM Diproyeksikan Go Digital di 2024

50 UMKM terdigitalisasi tahun 2024.

EKONOMI | 11 April 2019

Tren Inflasi Rendah Tak Mampu Menstimulasi Tingkat Konsumsi

Pertumbuhan konsumsi juga mengalami stagnansi.

EKONOMI | 11 April 2019

Siapapun Presidennya, Indonesia Akan Hadapi Dilema Pertumbuhan Ekonomi

"Ini memerlukan perhatian yang serius. Tidak saja terkait dengan persoalan ekonomi, tetapi juga akan berdampak ke persoalan-persoalan politik ke depan."

EKONOMI | 11 April 2019

Menhub Dukung Usulan Holding Penerbangan

Holding penerbangan yang diusulkan terdiri atas PT Garuda Indonesia, PT Angkasa Pura (AP) I dan II, serta PT Survai Udara Penas.

EKONOMI | 11 April 2019

Rupiah Ditutup Menguat 13 Poin di Tengah Tekanan Mata Uang Asia

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.161-Rp 14.191 per dolar AS.

EKONOMI | 11 April 2019

Ternyata Tak Semua Perusahaan Logistik Naikkan Tarif

“Ada beberapa wilayah yang tidak mengalami kenaikan tarif karena tidak perlu menggunakan pesawat udara,” katanya.

EKONOMI | 11 April 2019

Sejalan Bursa Asia, IHSG Ditutup Turun 68 Poin ke 6.410

Sebanyak 147 saham menguat, 274 saham melemah, dan 145 saham stagnan.

EKONOMI | 11 April 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS