11 Perjanjian Dagang Ditargetkan Rampung 2020
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

11 Perjanjian Dagang Ditargetkan Rampung 2020

Rabu, 3 Juli 2019 | 20:23 WIB
Oleh : Eva Fitriani / HK

Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah menargetkan penyelesaian 11 perjanjian dagang dengan negara mitra, baik bilateral maupun multilateral. Upaya tersebut dilakukan untuk menggenjot ekspor produk Indonesia ke pasar internasional dan menekan defisit neraca perdagangan.

“Indonesia harus menyelesaikan 11 perjanjian dagang, baik bilateral dan multilateral, terutama dengan pertemuan tingkat menteri," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan (Kemendag) Karyanto Suprih di Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Dia menambahkan, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita dan jajaran kementerian yang dipimpinnya tengah memfinalisasi perjanjian Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) Asean dan enam perjanjian bilateral dengan negara yaitu Uni Eropa, Mozambik, Tunisia, Maroko, Turki, serta Mesir. Gencarnya Indonesia melakukan perjanjian dagang dengan banyak negara merupakan bagian dari menyiasati celah meningkatkan ekspor di tengah perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Sejalan dengan langkah tersebut, kata Karyanto, Kemendag juga berusaha membuka pasar tujuan ekspor baru di kelompok negara Afrika bagian selatan yang tergabung dalam Southern African Customs Union (SACU), Afrika bagian Barat (Economic Community of West African States/Ecowas), negara-negara Eurasia, serta negara di kawasan Amerika Latin. Selain itu, Indonesia aktif di dalam pertemuan organisasi internasional seperti Asean, Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), APEC, G20, dan G33.

“Kebijakan Kemendag meningkatkan kerja sama dengan sejumlah negara merupakan upaya dalam membuka peluang ekspor dan dapat mengatasi melambatnya ekspor Indonesia sekaligus langkah membuka pasar baru untuk mendongkrak neraca perdagangan,” ujar Karyanto.



Sumber:Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Industri Kosmetik dan Jamu Didorong Jadi Andalan Ekspor

Industri kosmetik dan jamu akan terus didorong menjadi salah satu sektor andalan untuk mendongkrak ekspor nasional.

EKONOMI | 3 Juli 2019

Indonesia Dukung Reformasi WTO

Para pemimpin G20 sepakat memastikan kesetaraan dalam berkompetisi untuk menyediakan iklim usaha yang baik.

EKONOMI | 3 Juli 2019

2 Pilot Astronacci Aviation Terbang dari Asia ke Australia

Dengan adanya tour ini, Astronacci Aviation berharap dapat meluaskan general aviation khususnya di Indonesia.

EKONOMI | 3 Juli 2019

Rupiah Ditutup Menguat 19 Poin Sejalan Mata Uang Asia

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.120- Rp 14.169 per dolar AS.

EKONOMI | 3 Juli 2019

IHSG Ditutup Turun 22 Poin ke 6.362, BCA Pimpin Market Cap

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) stagnan mencapai Rp 30.000 per saham dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 732,253 triliun.

EKONOMI | 3 Juli 2019

Tren Sertifikasi Halal Restoran Meningkat

17 Oktober nanti akan dilakukan mandatory (kewajiban) serifikasi halal.

EKONOMI | 3 Juli 2019

Citilink Perkenalkan Layanan Dining Experience di Udara

Penumpang dapat mengkreasikan menu makanan favorit yang dapat dinikmati di atas ketinggian 35.000 kaki mulai 1 Agustus 2019.

EKONOMI | 3 Juli 2019

Mayoritas Bursa Asia Melemah, Eropa Dibuka Positif

Nikkei 225 turun 0,53 persen ke 21.638,16,Hang Seng Hong Kong turun 0,07 persen ke 28.855,14.

EKONOMI | 3 Juli 2019

Garuda Gelar “Kebaya Pertiwi Special Flight”

“Kebaya Pertiwi Special Flight” merupakan bentuk komitmen Garuda untuk turut menjaga dan melestarikan kebaya sebagai salah satu warisan budaya Indonesia.

EKONOMI | 3 Juli 2019

NTT Luncurkan Penyedia Layanan Teknologi Global Terbaru

Presiden dan CEO untuk NTT Corporation, Jun Sawada berkata, pihaknya akan menjadi lima besar dunia dalam penyedia solusi teknologi dan bisnis global.

EKONOMI | 3 Juli 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS