BPOM Amankan Kosmetik Ilegal dari 8 Negara
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

BPOM Amankan Kosmetik Ilegal dari 8 Negara

Rabu, 14 Agustus 2019 | 19:26 WIB
Oleh : Eva Fitriani / HK

BPOM Amankan Kosmetik Ilegal dari 8 Negara

Jakarta, Beritasatu.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengamankan kosmetik ilegal dari delapan negara, yakni Perancis, Italia, India, Spanyol, Amerika Serikat, Inggris, Jerman, dan Arab Saudi. Langkah ini merupakan bagian dari upaya BPOM untuk melindungi masyarakat dari bahaya peredaran dan penggunaan kosmetik ilegal.

"Pada tanggal 13 Agustus 2019 kantor Badan POM di Kabupaten Tangerang melakukan kegiatan penertiban kosmetik ilegal di sarana distribusi kosmetik sekitar kecamatan Kelapa Dua. Dalam kegiatan ini ditemukan kosmetik tanpa izin edar yang merupakan produk impor dari 8 negara," kata Kepala BPOM Penny K Lukito dalam keterangan resminya, Selasa (14/8).

Terhadap kosmetik ilegal tersebut, lanjut dia, dilakukan pengamanan oleh Kantor BPOM di Kabupaten Tangerang. "Tak tanggung-tanggung, kosmetik yang amankan berjumlah 214 item dengan total nominal mencapai Rp 580 juta," ujar dia.

Oleh karena itu, kata Penny, BPOM mengimbau agar masyarakat menjadi lebih peduli dan berhati-hati dengan penggunaan kosmetik terutama yang ilegal. "Karenanya jadilah konsumen cerdas, dengan selalu mengingat Cek KLIK. Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar dan Cek Kedaluwarsa," tutur dia.

Bulan lalu, BPOM juga menemukan ratusan kosmetik ilegal dan mengandung bahan berbahaya/dilarang dengan nilai keekonomian mencapai miliaran rupiah. Penemuan kosmetik ilegal tersebut merupakan hasil operasi penertiban obat dan makanan ilegal yang dilakukan BPOM selama April-Juni 2019 di Magelang dan Semarang, Jawa Tengah.

"Di Magelang, penindakan dilakukan di sebuah gudang tersamar yang digunakan sebagai tempat ekspedisi, beralamat di Jl. Tarumanegara, Rejowinangun Utara pada Selasa (30/04). Barang bukti berupa 137 jenis kosmetik Tanpa Izin Edar (TIE)/ilegal, 1 jenis obat tradisional ilegal, dan 1 jenis obat ilegal dengan nilai keekonomian mencapai Rp 1,04 miliar," kata Penny.

Sementara di Semarang, lanjut dia, penindakan dilakukan di sebuah rumah berlantai dua di Kampung Seterong, Rejomulyo yang dijadikan sebagai gudang penyimpanan kosmetik ilegal pada Selasa (18/06). Dari tempat kejadian perkara, ditemukan barang bukti berupa 24 jenis kosmetik ilegal dan 1 jenis salep obat ilegal dengan nilai keekonomian mencapai Rp 1,3 miliar.

Dia menjelaskan, temuan kosmetik ilegal didominasi oleh produk perawatan kulit sebagai pencerah/pemutih antara lain RDL Hidroquinone Tretinoin Babyface, Original DR Pemutih Dokter, Deonard Whitening & Spot Removing, Temulawak Cream Night Cream, dan RDL Papaya Whitening Soap. Bahan berbahaya yang ditemukan dalam kosmetik ilegal tersebut antara lain merkuri, asam retinoat, dan hidrokuinon, dimana bahan-bahan tersebut dapat menyebabkan kanker (karsinogenik), kelainan pada janin (teratogenik), dan iritasi kulit.

"Modus operandi yang dilakukan tersangka adalah mengedarkan obat tradisional, kosmetik dan obat ilegal secara online menggunakan akun media sosial yang dibuat pelaku, mengedarkan barang menggunakan jasa ekspedisi, dan menyimpan barang di gudang yang tersembunyi," ungkap dia.

Sebagai tindak lanjut dari temuan ini, menurut Penny, BPOM melakukan proses investigasi dengan dugaan pelanggaran terhadap Pasal 196 dan Pasal 197 UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Pelanggaran yang didakwakan yaitu mendistribusikan produk sediaan farmasi jenis kosmetika, obat tradisional, dan obat ilegal dan mengandung bahan dilarang dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar.

“BPOM terus melakukan pembinaan agar pelaku usaha dapat memenuhi persyaratan dan ketentuan. Tapi jika pelaku usaha terbukti melanggar peraturan dengan sengaja dan terus-menerus melanggar, kami tak segan untuk menindak dan menegakkan hukum agar pelanggar diberi hukuman yang setimpal,” tegas dia.



Sumber:Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Lion dan Garuda Jalin Sinergi Bangun Hanggar di Batam

Bisnis MRO dinilai masih cukup menjanjikan.

EKONOMI | 14 Agustus 2019

Bhinneka Life Komitmen Lahirkan Agen Pemasaran Berkualitas

Bhinneka Life didukung lebih dari 9.000 agen pemasaran profesional dan berlisensi.

EKONOMI | 14 Agustus 2019

Tidak Terpengaruh E-Commerce, Omzet Ritel Modern Tembus Rp 150 T

Hingga akhir tahun, Aprindo menargetkan omzet ritel modern mencapai angka Rp 260 triliun atau naik 9 persen-10 persen.

EKONOMI | 14 Agustus 2019

BRI Life Raih 6 Penghargaan di Semester I 2019

Majalah Investor memberi penghargaan peringkat ketiga "Best Life Insurance 2019" untuk kategori perusahaan asuransi Jiwa aset Rp 5 - 10 triliun.

EKONOMI | 14 Agustus 2019

IHSG Ditutup Naik 0,90%, Ini Jajaran Top 10 Market Cap

IHSG sempat mencapai rekor tertinggi di 6.274 dan terendah 6.240.

EKONOMI | 14 Agustus 2019

Kedua Terbaik Asia, Rupiah Ditutup Menguat 80 Poin

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.220- Rp 14.253 per dolar AS.

EKONOMI | 14 Agustus 2019

HIL Somasi PT Bangun Cipta karena Lalai Proyek

Proyek Karaha pada kenyataannya tidak berjalan dengan lancar.

EKONOMI | 14 Agustus 2019

Bursa Asia Ditutup Menguat, Eropa Dibuka Melemah

Nikkei 225 Jepang naik 0,98 persen ke 20.655,13, Topix Tokyo naik 0,87 persen 1.499,5, Hang Seng Hong Kong naik 0,08 persen ke 25.302,28.

EKONOMI | 14 Agustus 2019

Bank Mandiri Bantah Akan Bangkrut dan Diambilalih Tiongkok

Info tersebut seperti diskenariokan pihak tertentu yang memiliki iktikad tidak baik untuk mengganggu perekonomian.

EKONOMI | 14 Agustus 2019

Asosiasi Minta Taksi Online Bebas Ganjil Genap

ADO mengusulkan adanya penanda khusus taksi online dari kepolisian sehingga membedakan dengan kendaraan pribadi.

EKONOMI | 14 Agustus 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS