Penggunaan Robot Pengaruhi Perdagangan dan Investasi Dunia
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Penggunaan Robot Pengaruhi Perdagangan dan Investasi Dunia

Senin, 16 September 2019 | 21:20 WIB
Oleh : Harso Kurniawan / HK

Jakarta, Beritasatu.com - Semua negara perlu melakukan penyesuaian kebijakan investasi dan perdagangan sejalan dengan kian besarnya dampak kemajuan teknnologi kecerdasan buatan (artificial intellegence/AI), seperti penggunaan robot humanoid. Perkembangan teknologi ini akan berdampak besar bukan hanya terhadap perekonomian saja, tetapi juga kehidupan sosial, prinsip-prinsip kemanusian dan etika, serta formulasi kebijakan.

Berdasarkan data International Federation of Robotics (IFR), penggunaan robot pada 2020 diperkirakan mencapai tiga juta unit atau meningkat tiga kali lipat dalam 10 tahun terakhir. Hal ini berpotensi mengubah struktur rantai nilai global (global value chain), sehingga berdampak pada arus perdagangan internasional dan investasi.

“Indonesia perlu memperkuat langkah antisipasi dan inilah yang melandasi Centre for Strategics International Studies (CSIS) bekerja sama dengan Pacific Economic Cooperation Council (PECC) menggelar global dialogue 2019 dengan tema Harnessing Frontier Technologies: Redesigning National, Regional and Global Architecture,” kata Marie Elka Pengestu yang menjadi moderator diskusi itu, Senin (16/9).

CSIS Global Dialogue 2019 menghadirkan Sophia, yaitu robot berbentuk manusia (humanoid) dengan kecerdasan buatan. Robot ini melakukan interaksi dengan peserta dan pembicara konferensi. Selain itu, konferensi ini memiliki sesi khusus untuk memperkenalkan perkembangan teknologi terkini kepada generasi muda dalam youth forum yang akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.

CSIS Global Dialogue 2019 adalah lanjutan dari Global Dialogue 2018 yang mengambil tema Global Disorder The Need for Regional Architecture and Business Model? Dialog ini akan digelar selama dua hari, yaitu 16 dan 17 September dengan menghadirkan pembicara dari kalangan praktisi, ahli dan akademisi dari dalam dan luar negeri.

Berdasarkan riset CSIS, penggunaan robot dan teknologi otomatisasi di bidang manufaktur telah mendorong terjadinya tren reshoring pada perusahaan multinasional. Akibatnya, investasi yang mengandalkan upah yang relatif lebih murah kian mengecil.

Perkembangan teknologi juga mendorong bertumbuhnya servisifikasi di industri manufaktur. Industri jasa, seperti logistik, jasa informasi dan telekomunikasi telah menjadi penopang industri manufaktur. Contohnya, biaya produksi satu unit telepon genggam hanya sepertiga dari nilai jualnya, sedangkan nilai jasa dalam produk tersebut dapat mencapai 60% lebih.

Saat ini, pekerjaan yang bersifat virtual freelance semakin meningkat. Di sisi lain pekerjaan yang bersifat manual dan repetitif seperti penjaga tol dan teller bank kian berkurang.

Dalam kasus Indonesia, hal ini terasa pada meningkatnya persaingan antara perusahaan yang mengandalkan hubungan kerja tradisional, seperti perusahaan taksi, dengan perusahaan yang mengandalkan hubungan kerja virtual freelance, misalnya ride-hailing. Persaingan juga terjadi di bidang yang pekerjanya memiliki keahlian khusus dan tinggi seperti kedokteran, contohnya antara dokter yang dipekerjakan oleh pihak rumah sakit dan dokter yang bekerja melalui layanan telemedicine seperti halo dokter.

“Teknologi digital berpotensi besar untuk menjadi landasan pembangunan ekonomi inklusif di Indonesia. Dengan pertumbuhan yang semakin cepat, ekonomi digital atau intelligent economy mengubah model bisnis tradisional. Pemerintah juga perlu melakukan transformasi terkait dengan perpajakan. Formulasi kebijakan terkait ekonomi digital seharusnya mempertimbangkan kesejahteraan seluruh pihak terkait agar manfaatnya bisa dirasakan secara optimal,” kata Kepala Departemen Ekonomi CSIS Yose Rizal.



Sumber:Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Maruarar Minta Pengusaha Muda Tetap Jaga Idealisme dalam Berbisnis

Jangan karena ingin mendapatkan posisi, anak-anak muda di Hipmi lalu melupakan idealisme dan agenda.

EKONOMI | 16 September 2019

Bappebti Blokir 39 Situs Perdagangan Berjangka Komoditas Ilegal

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) kembali memblokir 39 domain situs perusahaan perdagangan berjangka komoditas ilegal.

EKONOMI | 16 September 2019

Jokowi Minta Pengusaha Waspadai Revolusi Konsumen

Jokowi memproyeksi jumlah masyarakat kelas menengah bakal naik lebih dari dua kali lipat.

EKONOMI | 16 September 2019

Skema Pemanfaatan Aset Negara untuk Danai Pemindahan Ibu Kota

Dari APBN sebesar Rp 89,4 triliun (19,2 persen), KPBU Rp 253,4 triliun (54,4 persen), dan dari pihak swasta sebesar Rp 123,2 triliun (26,2 persen).

EKONOMI | 16 September 2019

Bappenas Beberkan Dampak Jangka Pendek dan Panjang Pemindahan Ibu Kota

Dalam jangka pendek atau masa konstruksi, peningkatan pertumbuhan ekonomi riil di Kalimantan Timur bisa mencapai 7,3 persen.

EKONOMI | 16 September 2019

Penjualan Tower I Apartemen GDL Capai 85%

Serah terima apartemen ditargetkan akhir tahun ini.

EKONOMI | 16 September 2019

Great Eastern Luncurkan Asuransi Jiwa untuk Rencana Warisan

Great Treasure Assurance ditujukan untuk membantu masyarakat mempersiapkan rencana warisan.

EKONOMI | 16 September 2019

Paul Greenberg Tularkan Ilmu CRM ke Pelaku Bisnis Indonesia

Keberadaan Customer Relationship Management (CRM) di era digital dinilai kian mendesak.

EKONOMI | 16 September 2019

KCN Dukung Program Gerakan Bersih Laut dan Pantai

PT KCN ikut bersihkan Pantai Marunda.

EKONOMI | 16 September 2019

Hadapi Perlambatan Ekonomi Global, Ekonomi Indonesia Berisiko Tinggi

Realisasi penerimaan negara hingga Juli 2019 hanya 49% dari total target, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang sudah mencapai 52%.

EKONOMI | 16 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS