Penertiban Truk ODOL Genjot Bisnis Angkutan Barang
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Penertiban Truk ODOL Genjot Bisnis Angkutan Barang

Rabu, 25 September 2019 | 20:09 WIB
Oleh : Harso Kurniawan / HK

Jakarta, Beritasatu.com - Penertiban truk kelebihan dimensi dan muatan atau over dimension dan over loading (ODOL) diyakini mampu mendongkrak pertumbuhan bisnis jasa pengangkutan barang dengan truk. Sebab, kebijakan itu membuat bisnis transportasi angkutan barang lebih terukur.

Selain itu, perawatan kendaraan serta nilai kendaraan akan lebih terapresiasi karena fungsi kendaraan distandardisasi. Kebijakan ODOL juga menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap pengemudi truk. "Jadi, kebijakan ODOL patut kita apresiasi. Minat pengemudi angkutan barang diharapkan meningkat, seiring penerapan kebijakan tersebut," ujar Direktur Utama PT Putra Rajawali Kencana (Pura Trans) Ariel Wibisono di Jakarta, Rabu (25/9/2019).

Dia menuturkan, volume pengangkutan barang dengan truk dipastikan meningkat, begitu kebijakan ODOL berlaku. Alasannya, ada pembatasan volume angkut di satu truk. Apalagi, dia menuturkan, penertiban truk ODOL dibarengi dengan sinergi angkutan multimoda, sesuai PP No. 8 tahun 2011 tentang Angkutan Multimoda dan tuntasnya ruas Tol Trans Jawa sepanjang 1.167 kilometer, dari Merak ke Banyuwangi.

Artinya, dia menegaskan, penambahan volume diimbang dengan kecepatan pengiriman yang disinergikan dengan antarmoda transportasi lainnya. Tak ayal lagi, industri jasa angkutan batang bakal menjadi sektor primadona pada tahun-tahun mendatang."Kami sangat mendukung adanya peraturan ODOL yang mengatur fungsi dan penertiban lalu lintas pengiriman barang. Ini merupakan salah satu faktor pendongkrak volume pengangkutan barang hingga multiple," ujar Ariel.

Ariel menegaskan, pertumbuhan volume yang pesat akan mendorong pengusaha menambah armada truk. Seiring dengan itu, dia memprediksi populasi truk naik tajam dalam beberapa tahun ke depan, yakni sebesar 50% per tahun.

Pemerintah menargetkan Indonesia bebas truk ODOL pada 2021. Namun, mulai 2020, truk ODOL tidak boleh lewat jalan tol dan naik kapal ASDP. Pemerintah menargetkan regulasi truk ODOL rampung tahun ini.

Seiring dengan itu, Ariel optimistis prospek bisnis Pura Trans ke depan sangat menjanjikan. Saat ini, Pura Trans memiliki total armada sebanyak 155 unit, dengan jangkauan operasi Jawa hingga Sumatera.

Pura Trans, kata dia, melayani dua segmen pengiriman barang, yakni proyek pembangunan dan distribusi komoditas serta barang jadi. Di segmen proyek pembangunan, Pura Trans mengangkut beberapa material, antara lain asbes, batu bata ringan, dan semen putih. Adapun komoditas yang diangkut meliputi pupuk, minyak goreng, sedangkan barang jadi seperti keramik dan air minum dalam kemasan (AMDK). Beberapa klien Pura Trans antara lain PT SMART Tbk, PT Bakrie Building, PT Platinum Ceramics Industry, dan produsen air mineral Pristine PT Kreasi Mas Indah.

"Semua order yang kami terima adalah penunjukan langsung. Ini karena kami menjanjikan pengiriman yang tepat, cepat, dan andal. Semua armada kami prima dan siap mendistribusikan barang dengan cepat," papar Ariel.



Sumber:Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Garuda Buka Rute Manado-Davao

Penerbangan Manado - Davao pp akan dioperasikan dengan armada ATR 72-600 berkapasitas 70 penumpang (all economy class) sebanyak 2 kali per minggu.

EKONOMI | 25 September 2019

Indonesia Dinilai Mampu Capai Target Bauran Energi Terbarukan

Hingga saat ini, bauran energi terbarukan Indonesia baru mencapai 13 persen.

EKONOMI | 25 September 2019

Komisi XI Gelar Rapat Tertutup Pilih Anggota BPK

Komisi XI telah melakukan uji Kelayakan (fit and proper test) untuk 30 calon anggota BPK.

EKONOMI | 25 September 2019

Lima Saham Top 10 Menguat

PT H.M. Sampoerna Tbk (HMSP) naik 1,77 persen, disusul saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) yang menguat 1,21 persen.

EKONOMI | 25 September 2019

Sistem IT Inventory 2 Mudahkan Pelaporan Korporasi

Aplikasi invent2 bertujuan memudahkan dalam menghasilkan laporan secara real time dan akurat.

EKONOMI | 25 September 2019

PLN Ekspor 600 MW ke Malaysia di 2028

Proyek interkoneksi dari Sumatera-Indonesia, hingga ke Semenanjung Malaysia atau disebut dengan Interkoneksi Sumatera - Peninsular.

EKONOMI | 25 September 2019

Rupiah Ditutup Melemah 38 Poin Sejalan Mata Uang Asia

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.120- Rp 14.155 per dolar AS.

EKONOMI | 25 September 2019

Bursa Asia dan Eropa Kompak Melemah

Shanghai Stock Exchange Composite Index (SSEC) turun 1 persen ke 2.955,43.

EKONOMI | 25 September 2019

Kemhub Dukung Penurunan Biaya Logistik Lewat Kawasan Khusus

Dapat menurunkan biaya logistik nasional sebesar 1,6% dan memperbaiki konektivitas,

EKONOMI | 25 September 2019

Seharian Tertekan, IHSG Ditutup Naik 8 Poin

Sebanyak 207 saham menguat, 238 saham melemah, dan 156 saham stagnan.

EKONOMI | 25 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS