Komisi VII DPR Buka Suara soal Rugi Pertamina
INDEX

BISNIS-27 496.112 (7.49)   |   COMPOSITE 5571.66 (81.11)   |   DBX 1025.31 (6.73)   |   I-GRADE 161.222 (3.23)   |   IDX30 481.63 (9.32)   |   IDX80 126.239 (2.53)   |   IDXBUMN20 347.718 (10.77)   |   IDXG30 131.769 (1.75)   |   IDXHIDIV20 428.361 (9.36)   |   IDXQ30 139.975 (2.43)   |   IDXSMC-COM 236.298 (3.68)   |   IDXSMC-LIQ 285.496 (7.48)   |   IDXV30 117.12 (3.63)   |   INFOBANK15 959.319 (10)   |   Investor33 418.313 (5.87)   |   ISSI 162.317 (3.18)   |   JII 593.683 (14.31)   |   JII70 203.182 (4.77)   |   KOMPAS100 1131.88 (19.93)   |   LQ45 884.897 (16.77)   |   MBX 1547.61 (24.33)   |   MNC36 311.774 (4.65)   |   PEFINDO25 293.783 (7.19)   |   SMInfra18 273.756 (10.1)   |   SRI-KEHATI 356.906 (5.42)   |  

Komisi VII DPR Buka Suara soal Rugi Pertamina

Rabu, 2 September 2020 | 18:40 WIB
Oleh : Harso Kurniawan / HK

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Komisi VII DPR Sugeng Suparwoto menilai, kerugian Pertamina semester I-2020 sebesar Rp 11 triliun tak sebesar perusahaan minyak multinasional lainnya.

“Kami melihat kerugian Pertamina tak sedalam operator-operator yang lain. Justru kita mesti bersyukur rugi Pertamina tak sedalam Shell, Exxon, dan British Petroleum (BP),” jelas Sugeng di Jakarta, Rabu (2/9/2020).

Dia menegaskan, selama pandemi Covid-19, perusahaan migas asing yang mengalami kerugian secara signifikan adalah BP sebesar US$ 21 miliar. Demikian juga Shell dengan total kerugian sebesar US% 18,4 miliar. Rasio utang terhadap aset Shell mencapai 0,049%, lebih tinggi dari Pertamina 0,011%. “Jadi, Komisi VII memaklumi kerugian yang terjadi di Pertamina karena disebabkan force majeure,” ujar Sugeng.

Tak hanya faktor pandemi, dia menegaskan, di sektor hulu dan sektor hilir, pendapatan perusahaan migas pelat merah ini turun. Padahal, 80% laba Pertamina diperoleh dari sektor hulu. “Tetapi, sekali lagi, bukan berarti kita menghalalkan kerugian. Tetapi, karena ini tidak diduga, tiba-tiba terjadi keadaan ekonomi yang ekstrem, sehingga berdampak terhadap seluruh sektor ekonomi, termasuk Pertamina sebagai korporasi,” jelas Sugeng.

Di sisi lain, Sugeng memberikan apresiasi karena Pertamina tak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga mengurangi hak para pegawainya saat pandemi. “Saya secara pribadi mengapresiasi Pertamina. Terbukti tak ada guncangan-guncangan ketersediaan BBM dan gas elpiji. Karena yang ditugaskan pemerintah kepada Pertamina mensubsidi BBM dan gas elpiji. Jadi, sampai hari ini, tak ada masalah yang subtansial, sehingga sampai terjadi kelangkaan BBM,” ujar dia.

Sugeng juga merasa puas dengan kinerja Pertamina, di mana hampir 50% sudah bisa memenuhi produksi nasional. Prestasi lainnya, Pertamina sudah berhasil menguasai 50% lebih blok migas yang ada di dalam negeri. Terakhir, Blok Rokan yang akan diserahkan kepada Pertamina pada Agustus 2021.

“Konsumsi BBM akan semakin besar pada 2025, sehingga Komisi VII akan terus mendorong ekspansi di hulu. Tetapi, biar bagaimana pun, tugas Pertamina sangat berat, karena harus melakukan eksplorasi juga guna memenuhi kebutuhan dalam negeri,” ujar Sugeng.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Profil Royke Tumilaar, Orang Nomor Satu di BNI

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa BNI hari ini, Royke diangkat sebagai dirut BNI menggantikan Herry Sidharta.

EKONOMI | 2 September 2020

SNI Wajib Dongkrak Daya Saing Baja Lokal

SNI akan mendongkrak daya saing industri logam di Tanah Air serta melindungi pasar domestik dari serbuan produk impor.

EKONOMI | 2 September 2020

Ditinggal Dirut dan Direksinya ke BNI, Bank Mandiri Tetap Bersyukur

“Meskipun dengan berat hati...kami tetap bersyukur karena talenta Bank Mandiri kembali dipercaya untuk memperkuat bank BUMN lain," kata Hery Gunardi.

EKONOMI | 2 September 2020

Dirut Bank Mandiri Royke Tumilaar Jadi Dirut Baru BNI

Royke Tumilaar menyatakan kesiapannya untuk membawa BNI menjadi bank yang akan berkontribusi aktif membangun ekonomi Indonesia.

EKONOMI | 2 September 2020

Di Tengah Pandemi, RUPSLB BNI Manfaatkan e-Proxy eASY.KSEI

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menggunakan platform digital e-proxy.

EKONOMI | 2 September 2020

OJK: Pengawasan Terintegrasi Diperlukan Hadapi Kompleksitas Konglomerasi Keuangan

Pengembalian wewenang OJK ke BI Indonesia berjalan mundur.

EKONOMI | 2 September 2020

Dunia Usaha Diminta Mandiri Sediakan Vaksin Gratis ke Karyawan

Erick Thohir meminta asosiasi pengusaha mau mengajak anggotanya untuk menyediakan vaksin gratis bagi karyawan perusahaan.

EKONOMI | 2 September 2020

Pemerintah Dinilai Ugal-ugalan Kelola Utang

Didik J. Rachbini mengkritisi kebijakan utang pemerintah dalam membiayai APBN yang menurutnya ugal-ugalan.

EKONOMI | 2 September 2020

Pemerintah Dinilai Ugal-Ugalan Kelola Utang

Didik Rachbini mengkritisi kebijakan utang pemerintah dalam membiayai Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang dinilai ugal-ugalan.

EKONOMI | 2 September 2020

2021, Pagu Anggaran Kemenhub Rp 45 Triliun

Kemhub mendapatkan pagu anggaran tahun 2021 sebesar Rp 45,6 triliun atau lebih besar dari usulan awal pada Juni 2020 senilai Rp41,3 triliun.

EKONOMI | 2 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS