Kemenperin Tambah Dua Sektor Percontohan Industri 4.0
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Kemenperin Tambah Dua Sektor Percontohan Industri 4.0

Sabtu, 26 September 2020 | 14:26 WIB
Oleh : Harso Kurniawan / HK

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menambah dua sektor percontohan penerapan industri 4.0, yakni farmasi dan alat kesehatan. Dua sektor ini mencetak kinerja gemilang saat pandemi Covid-19.

Sebelumnya, ada lima sektor prioritas industri 4.0, yakni industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, kimia, otomotif, serta elektronik. Penambahan sektor industri 4.0 mejadi tujuh diharapkan dapat mewujudkan program substitusi impor sebesar 35% pada 2022. Target ini diakselerasi guna mendorong pemulihan ekonomi nasional akibat dampak pandemi Covid-19.

“Adapun empat strategi yang akan kami jalankan dalam menurunkan impor, yakni pendalaman struktur industri, kemandirian bahan baku dan produksi, perlunya regulasi dan insentif yang mendukung, serta pegoptimalan program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN),” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) dan Kementerian/Lembaga (K/L) di Bintan, Kepulauan Riau, Jumat (25/9).

Menperin menegaskan, agar sasaran substitusi impor 35% pada 2022 bisa cepat tercapai, diperlukan dukungan dan langkah sinergi dari seluruh pemangku kepentingan terkait, mulai lingkup kementerian dan lembaga hingga asosiasi industri. “Guna mengakselerasinya, kami juga akan fokus pada implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0, dengan menambah dua sektor prioritas,” tutur dia.

Dia mencatat, industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, kimia, otomotif, serta elektronik mempresentasikan 70% PDB industri yang ada di Indonesia, 60% ekspor industri, dan 60% dari penyerapan tenaga kerja yang ada di Indonesia.

Menperin optimistis, apabila inisiatif Making Indonesia 4.0 dijalakan secara baik, Indonesia akan menjadi negara 10 besar dengan perekonomian terkuat di dunia tahun 2030. Strategi yang telah disiapkan tersebut, diyakini pula mampu menarik investasi baru dan menjaga iklim usaha di Tanah Air.

“Dalam implementasinya, kami akan jalankan secara simultan, antara penurunan impor melalui substitusi impor pada sektor industri yang nilai impornya besar, dengan peningkatan utilisasi produksi pada seluruh sektor industri pengolahan,” papar dia.

Di sisi lain, Kemenperin membidik utilisasi sektor manufaktur secara keseluruhan mencapai 60% hingga akhir tahun ini, setelah tertekan dampak pandemi Covid-19. Pada tahun 2021, utilisasi bakal digenjot sebesar 75% dan terus dipacu hingga 85% pada 2022.

“Sebelum hadir Covid-19 di Indonesia, utilisasi industri manufaktur mencapai 75%. Mulai dari Juni sampai sekarang sudah mulai ada tanda pemulihan, dengan tingkat utilisasi 52%. Kinerja gemilang ini tercermin juga dari purchasing managers’ index (PMI) Manufaktur Indonesia di bulan Agustus yang berada pada level 50,8 atau menandakan sedang ekspansif,” kata dia.

Efek positif dari peningkatan utilisasi itu, antara lain penyerapan tenaga kerja yang terdampak PHK, peningkatan kemampuan belanja dalam negeri, dan peningkatan pasar ekspor. “Strategi penurunan impor ini akan kami dorong melalui peningakatan invetasi, tentunya akan ada penyerapan tenaga kerja baru,” ujar Agus.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pentingnya Peran Literasi Keuangan dalam Memulai Usaha

Dengan memiliki pemahaman literasi keuangan yang baik, bisa terhindar dari hal-hal yang merugikan.

EKONOMI | 26 September 2020

Kepala BKPM: Satu Lagi Perusahaan Korea Relokasi Investasi ke RI

Investasi PT Sejin Fashion Indonesia juga akan meningkatkan devisa negara karena 100 persen hasil produksinya akan diekspor.

EKONOMI | 26 September 2020

Harga Minyak Turun karena Kenaikan Kasus Covid-19

Brent untuk penyerahan November turun 2 sen, menjadi US$ 41,92 per barel.

EKONOMI | 26 September 2020

Harga Emas Jatuh karena Penguatan Dolar

Kontrak emas paling aktif pengiriman Desember di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, turun US$ 10,6 atau 0,56 persen, menjadi US$ 1.866,3 per ounce.

EKONOMI | 26 September 2020

Rumah.com Pelihara Optimisme Para Pencari Rumah

Melalui survei Rumah.com Consumer Sentiment Study, Rumah.com bisa memberikan advokasi yang berkualitas bagi konsumen.

EKONOMI | 26 September 2020

Jasorder Ramaikan Pasar E-Commerce Indonesia

Jasorder kini ikut meramaikan pasar e-commerce Indonesia dengan potongan harga dari pemesanan awal.

EKONOMI | 26 September 2020

Sepanjang 2020, Obligasi dan Sukuk di BEI Rp 65,43 Triliun

Total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 462 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp 441,34 triliun dan US$ 47,5 juta.

EKONOMI | 26 September 2020

Sepekan Transaksi, Kapitalisasi Bursa Menguap Rp 127 Triliun

Frekuensi perdagangan ambles 5,46 persen menjadi 583.566 kali dari pekan lalu sebesar 617.256 kali transaksi.

EKONOMI | 26 September 2020

Bantu Tes Covid-19, Macrogen Ekspor Smart Mobile Lab ke Indonesia

SML menyediakan layanan pengetesan Covid-19 yang terpadu dalam hitungan menit, serta mudah dipasang kapan pun dibutuhkan.

EKONOMI | 26 September 2020

Bersama Jo Hyundai, Rekind Lolos Tender Proyek TPPI Olefin Complex

Proyek senilai Rp 50 triliun dengan sebutan TPPI Olefin Complex ini bakal memproduksi High Density Polyethylene (HDPE) sebanyak 700.000 ton per ton.

EKONOMI | 26 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS