Prospek Bisnis Sistem Pembayaran Transportasi Menggiurkan
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Prospek Bisnis Sistem Pembayaran Transportasi Menggiurkan

Sabtu, 21 November 2020 | 21:44 WIB
Oleh : Harso Kurniawan / HK

Jakarta, Beritasatu.com - Prospek bisnis sistem pembayaran transportasi nasional menjanjikan, seiring masifnya pembangunan jalan tol di Tanah Air. Setiap tahun, bisnis ini rata-rata tumbuh 20%.

Dalam dua tahun ke depan, nilai pengadaan sistem pembayaran transportasi jalan tol diprediksi mencapai Rp 4 triliun. Di luar itu, ada potensi bisnis dari penggantian (replacement) perangkat senilai Rp 2 triliun.

Per akhir 2019, panjang jalan tol di Indonesia mencapai 2.093 kilometer (km), naik tajam dari 2014 sepanjang 795 km. Dalam jangka panjang, pemerintah menargetkan panjang jalan tol mencapai 18 ribu km. Adapun selama 2020-2024, akan dibangun tol baru sepanjang 2.500 km.

Direktur Utama PT Delameta Bilano, perusahaan teknologi sistem transportasi berbasis riset dalam negeri, Tri Bayu Wicaksono menuturkan, pembangunan jalan tol terus bergulir di tengah pandemi Covid-19. Sebab, total panjang tol Indonesia masih kalah dari negara-negara Asia lainnya. Contohnya, panjang tol di Tiongkok sudah mencapai 15 ribu km.

Dari hitungan Delameta, dia menuturkan, tol yang sudah masuk tahap persiapan dan sudah digambar mencapai 5.000 km, di mana yang sudah dibangun 2.000 km. Adapun sisanya masih dalam tahap perencanaan.

"Melihat data itu, potensi bisnis sistem pembayaran transportasi sangat besar. Apalagi, ada bisnis replacement, karena biasanya perangkat harus diganti setelah masa pakai lima tahun," kata Bayu dalam diskusi virtual Bisnis Sistem Transportasi di Tengah Pandemi, Sabtu (21/11/2020).

Dia menuturkan, bisnis sistem pembayaran transportasi menggeliat sejak mandatori penggunaan uang elektronik untuk pembayaran tol. Hal ini mendorong operator mencari sistem pembayaran andal yang dapat mendukung operasional. Pada titik ini, perusahaan sistem pembayaran membantu operator menjalankan bisnis secara efisien, mencegah terjadinya fraud, dan memperlancar arus keluar masuk kendaraan.

Delameta, kata dia, menawarkan sistem pembayaran jalan tol yang komplet, mulai dari automatic vehicle classification (AVC), loop vehicle sensor, collecting terminal machine, infra merah, palang otomatis atau lane barrier system, electronic toll collection (ETC), CCTV, variable message sign (VMS), hingga plate recognition. Sistem pembayaran Delameta sudah dipasang di 21 ruas tol, seperti Jagorawi, Jakarta-Tangerang, dan Balikpapan-Samarinda.

Bayu menuturkan, mayoritas perangkat-perangkat itu diproduksi sendiri oleh Delameta di pabrik Pulogadung, Jakarta. Kapasitas produksi pabrik itu mencapai 400 unit per tahun.

Sementara itu, dia menuturkan, kompetitor mengimpor dari luar negeri kemudian merangkai perangkat-perangkat itu menjadi sebuah sistem. Dengan demikian, Delameta memiliki keunggulan, lantaran membangun sistem dengan perangkat sendiri.

Bayu menilai, sistem pembayaran transportasi akan naik lebih kencang jika sistem fee base income diterapkan. Sebab, dalam skema ini, operator tidak perlu berinvestasi lagi di sistem pembayaran, melainkan dipasok oleh perusahaan seperti Delameta. Operator tinggal membagi hasil operasional tol dengan perusahaan sistem pembayaran. "Kami sedang menjajaki skema ini dengan beberapa operator tol," tegas dia.

Bayu menambahkan, bisnis sistem pembayaran transportasi juga telah merambah pelabuhan. Delameta kini menyediakan sistem pembayaran akses (gate pass) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Sistem ini terdiri atas reader, AVC sensor, automatic lane barrier (ALB), customer display panel (CDB) yang menampilkan tarif, golongan, dan sisa saldo, lalu CCTV lajur.

Dengan sistem Delameta, pendapatan gate pass naik 3-4 kali lipat, karena pembayaran menggunakan sistem nontunai seperti di jalan tol. Setiap hari, rata-rata kendaraan yang masuk Priok 13 ribu unit.

Delameta, kata dia, telah meneken kontrak pengadaan sistem pembayaran di tiga pelabuhan lainnya, yakni Panjang, Banten, dan Sunda Kelapa. Jumlah ini akan terus bertambah seiring rencana Pelindo II menerapkan sistem pembayaran terpusat di 12 pelabuhan yang dikelola. Delameta akan menjadi integrator sistem pembayaran di 12 pelabuhan itu.

Bayu menambahkan, Delameta juga membidik pasar ekspor potensial ke kawasan regional, seperti Malaysia, Thailand, Myanmar, dan Timor Leste. Produk yang bakal diekspor antara lain palang otomatis dengan merek dagang Palmat.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sektor Jalan Tol Tahan Banting

Sektor jalan tol nasional tahan banting (resilient) dari pandemi Covid-19.

EKONOMI | 21 November 2020

Garuda Luncurkan Rute Baru Balikpapan - Tarakan

Rute penerbangan Balikpapan-Tarakan akan diterbangi sebanyak 3 kali dalam seminggu dengan menggunakan pesawat Bombardier CRJ-1000.

EKONOMI | 21 November 2020

Stok Gula Akhir Tahun Masih Dihitung

Rencana membuka keran impor gula harus diperhitungkan secara matang. Sebab itu akan berdampak pada pabrik pengolahan gula di Tanah Air dan juga petani tebu.

EKONOMI | 21 November 2020

Bank Indonesia Dorong Komoditas Kopi Mendunia

Saat ini, terdapat 14 dari 62 UMKM penghasil kopi binaan BI yang telah menembus pasar ekspor.

EKONOMI | 21 November 2020

Pelabuhan Patimban Berperan Dongkrak Daya Saing Industri Otomotif Nasional

Kemperin menilai peran pelabuhan sangat penting dalam perdagangan internasional.

EKONOMI | 21 November 2020

Pengembang, Perbankan dan Tokoh Raih IPBA XV 2020

Ajang penghargaan IPBA XV 2020 merupakan apresiasi atas kepedulian sejumlah tokoh, pengusaha, bankir dan perusahaan serta lembaga pemerintahan.

EKONOMI | 21 November 2020

DADA Garap Proyek Rp 300 Miliar di Kawasan Lebak Bulus

Diamond Citra Propertindo (DADA) memulai pembangunan Apple3 Condovilla, dengan target serah terima unit pada tahun 2023.

EKONOMI | 21 November 2020

Tips Jitu Berjualan Lewat Medsos

Medsos tidak hanya bisa dimanfaatkan sebagai ajang bersosialisasi secara virtual saja. Tapi juga menjadi media berjualan yang sangat menjanjikan.

EKONOMI | 21 November 2020

Kolaborasi Jadi Kunci Pendidikan Vokasi Hadapi Tantangan Industri

Harus ada kolaborasi yang solid antara SMK, pemerintah dengan industri dalam menyusun roadmap pengembangan dunia vokasi khususnya di bidang fashion.

EKONOMI | 21 November 2020

Signify Beri Perlindungan Ekstra untuk Pengguna Profesional

Sinar UV-C menguraikan DNA dan atau RNA mikro-organisme, termasuk virus dan bakteri, sehingga mereka tidak lagi berbahaya.

EKONOMI | 21 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS