Pakar Ingatkan Bahaya Berkendara Sepeda Motor
INDEX

BISNIS-27 450.657 (-0.17)   |   COMPOSITE 5126.33 (-0.48)   |   DBX 964.304 (2.12)   |   I-GRADE 140.573 (0.13)   |   IDX30 429.149 (0.46)   |   IDX80 113.629 (0.19)   |   IDXBUMN20 294.159 (0.12)   |   IDXG30 119.586 (-0.02)   |   IDXHIDIV20 382.889 (0.21)   |   IDXQ30 125.935 (-0.19)   |   IDXSMC-COM 219.954 (0.48)   |   IDXSMC-LIQ 256.971 (-0.36)   |   IDXV30 106.718 (0.26)   |   INFOBANK15 842.264 (-0.64)   |   Investor33 375.573 (0.11)   |   ISSI 150.643 (0.48)   |   JII 545.954 (2.75)   |   JII70 186.804 (0.86)   |   KOMPAS100 1025.81 (-0.05)   |   LQ45 790.454 (0.49)   |   MBX 1419.3 (-0.61)   |   MNC36 282.56 (-0.55)   |   PEFINDO25 281.129 (-0.09)   |   SMInfra18 242.071 (0.05)   |   SRI-KEHATI 317.648 (0.34)   |  

Pakar Ingatkan Bahaya Berkendara Sepeda Motor

Selasa, 29 September 2020 | 21:19 WIB
Oleh : Harso Kurniawan / HK

Jakarta, Beritasatu.com - Berkendara sepeda motor di jalan raya Indonesia cukup berbahaya. Sebab, 70% kecelakaan lalu lintas (lalin) di Indonesia melibatkan sepeda motor.

Aan Gandhi Mulia Pawarna, trainer director Global Defensive Driving Center (GDDC), menyatakan, 30 ribu orang tewas setiap tahun di jalan raya Indonesia. Mereka bisa menjadi penyebab, terlibat, dan korban kecelakaan. "Saya berani bilang mengendarai sepeda motor adalah aktivitas paling berbahaya di dunia," kata dia dalam diskusi virtual 75 Tahun RI, Sudahkan Kita Merdeka di Jalan Raya, Selasa (29/9/2020). Acara ini disiarkan dari hotel Aston Bellevue Radio Dalam, Jakarta.

Dia menegaskan, ada tiga faktor penyebab kecelakaan, yakni manusia, kendaraan, dan alam. Dari ketiga faktor itu, manusia paling dominan, yakni sekitar 90%.

Oleh karena itu, dia menuturkan, pengendara pengendara harus memiliki keahlian berkendara (skill) sebagai senjata pertahanan diri saat berkendara. Kasusnya sama seperti tentara yang harus memiliki senjata saat terjun ke medan perang. "Jadi, pengendara motor juga harus memiliki senjata saat turun ke jalan raya," kata dia.

Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Metro Jaya Herman Ruswandi menegaskan, pada 2019, kasus kecelakaan mencapai 8.877, dengan meninggal dunia 559 orang dan luka2 8.318. Jumlah itu naik tajam dari 2019, yakni 5.903 kasus, korban meninggal 567 orang, dan luka-luka 5.336 orang. Faktor penyebabnya adalah manusia, kendaraan, jalan, dan lingkungan.

Pemerintah, kata dia, menunjuk lima instansi untuk bersinergi menciptakan keselamatan di jalan raya, yakni Kementerian Perhubungan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Ristek, dan Polri. Selain itu, diperlukan pula partisipasi masyarakat.

"Sesuai Pasal 257 UU LLAJ, partisipasi masyarakat dapat dilakukan perseorangan, kelompok, organisasi profesi, badan usaha, dan organisasi kemasyarakatan," kata dia

Menurut dia, upaya mencegah kecelakaan ada tiga, yakni pendidikan, edukasi, dan penegakan hukum. Di bidang pendidikan, Polri telah meneken nota kesepahaman dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentang mewujudkan pendidikan berlalu lintas dalam pendidikan nasional.

Dari sisi penegakan hukum, dia menuturkan, Polda Metro Jaya telah memasang electronic traffic law enforcement (ETLE), yang menggunakan perangkat elektronik dan rekaman elektronik di Jakarta. Awalnya, ETLE hanya mendeteksi pelanggaran lampu merah dan pelanggaran marka jalan. Namun kini, ETLE sudah dapat mendeteksi pelanggaran lampu merah, pelanggaran marka jalan, pelanggaran batas kecepatan, tidak menggunakan sabuk pengaman dan menggunakan ponsel saat berkendara.

Kamera ETLE tahap I diterapkan antara lain di Jalan Merdeka Selaan, Sarinah arah Hotel Indonesia, dan JPO Hotel Sultan. Pada tahap II, terdapat delapan kamera di Jakarta Selatan, 18 kamera di Jalan Sudirman, delapan kamera di Jakarta Timur, dan 11 kamera di Jakarta Pusat. "Pengembangan ETLE tahap II dibiayai hibah Pemprov DKI Rp 38,5 miliar," kata dia.

Dia menyatakan, ETLE akan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan jalan. Sebab, kecelakaan umumnya diawali dari pelanggaran. Soal rekayasa, Polri bekerja sama dengan para pemangku kepentingan untuk melakukan rekayasa lalin untuk mengurai kemacetan dan menekan pelanggaran lalin.

Sementara itu, Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman) Edo Rusyanto menegaskan, indeks kecelakaan lalin Indonesia mengkhawatirkan. Ini terlihat pada naiknya fatalitas kecelakaan lalin sebesar 33% menjadi 12,4 pada 2018, dibandingkan 2009 yang hanya 8,6.

Itu artinya, pada 2018, dari 100 ribu penduduk, ada 12 orang meninggal akibat kecelakaan. Adapun pada 2009, dari 100 ribu penduduk, sembilan orang meninggal akibat kecelakaan. Indeks ini merujuk data Korlantas Mabes Polri dan Badan Pusat Statistik (BPS).

"Namun, dari sisi kasus, terjadi penurunan 22,2% menjadi 7,4 dari sebelumnya 9,3. Artinya, dari 10 ribu kendaraan ada sembilan kecelakaan pada 2019, sedangkan 2018 hanya tujuh kendaraan," ujar Edo.

Edo menilai, dari data itu bisa disimpulkan, fatalitas meningkat setelah UU No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) berlaku. Ini menjadi perhatian semua pihak, termasuk industri otomotif selaku pemasok kendaraan. Sebab, di dunia, kecelakaan lalu lintas lebih mematikan dibandingkan kejadian lain. Sebagai contoh, kecelakaan lalu lintas 21 kali lebih mematikan dibandingkan digigit ular.

Edo menegaskan, kecelakaan lalu lintas juga menyebabkan kemiskinan. Berdasarkan penelitian Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi Polri, 62,5% keluarga korban meninggal dunia jatuh miskin, sedangkan 13% keluarga korban luka berat miskin, 7% dapat pulih, dan 67% tingkat kesejahteraannya turun.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Bedah Fitur Keselamatan Wuling Almaz

Mobil ini dibekali fitur keselamatan komplet, baik aktif maupun pasif.

OTOMOTIF | 26 September 2020

Tips Mencegah Bermain HP Saat Mengemudi

Aplikasi keselamatan berkendara tdrive bisa mencegah bermain handphone saat sedang menyetir.

OTOMOTIF | 25 September 2020

Komunitas Pajero Indonesia One Pinang Komandan Kodiklat AD Jadi Penasehat

Anto Mukti Putranto memastikan akan ada sinergitas yang lebih kuat lagi antara Kodiklat AD dengan PI-One.

OTOMOTIF | 21 September 2020

Federal Oil Hadirkan Program Menarik di Masa Pandemi

Dalam progam yang ditujukan ke para pengguna motor skuter otomatik (skutik) ini, Federal Oil menawarkan sejumlah hadiah kepada konsumen beruntung.

OTOMOTIF | 21 September 2020

Komunitas Otomotif Roda Empat Apresiasi Program Langit Biru Pertamina

Program Langit Biru yang dijalankan Pertamina di Tangerang Selatan mendapat sambutan positif dari komunitas-komunitas otomotif roda empat.

OTOMOTIF | 18 September 2020

Agustus, Penjualan Mobil Naik 47,43%

Secara total, penjualan mobil selama delapan bulan di tahun 2020 baru mencapai 323.492 unit, atau baru 31 persen dari pencapaian tahun lalu.

OTOMOTIF | 16 September 2020

Simak, Ini Tips Merawat Mobil di Masa Pandemi

Selain rutin mengganti oli, pemilik mobil dianjurkan untuk memiliki asuransi kendaraan.

OTOMOTIF | 14 September 2020

Pangsa Pasar Daihatsu Meningkat

Untuk penjualan ritel, Daihatsu berhasil melepas 65.767 unit dengan peningkatan market share menjadi 18,1%.

OTOMOTIF | 11 September 2020

Daihatsu Minta Penjelasan DKI Soal PSBB

Kebijakan itu akan berdampak pada pengaturan kerja ribuan karyawan Daihatsu.

OTOMOTIF | 11 September 2020

Lepas New Yaris, Toyota Gairahkan Pasar Hatchback

Kehadiran New Yaris diharapkan dapat menggairahkan pasar hatchback nasional yang dalam beberapa tahun terakhir tergerus SUV.

OTOMOTIF | 8 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS