Obat Darah Tinggi Diduga Bantu Tekan Angka Kematian Covid-19
INDEX

BISNIS-27 448.452 (2.34)   |   COMPOSITE 5112.19 (31.86)   |   DBX 973.986 (8.67)   |   I-GRADE 139.714 (1.48)   |   IDX30 428.304 (2.58)   |   IDX80 113.764 (0.56)   |   IDXBUMN20 291.927 (3.17)   |   IDXG30 119.182 (0.2)   |   IDXHIDIV20 379.228 (3.03)   |   IDXQ30 124.656 (0.92)   |   IDXSMC-COM 220.2 (1.7)   |   IDXSMC-LIQ 259.388 (-0.32)   |   IDXV30 107.478 (0.14)   |   INFOBANK15 831.648 (11.11)   |   Investor33 374.125 (2.2)   |   ISSI 151.171 (0.09)   |   JII 550.867 (-0.37)   |   JII70 188.056 (-0.11)   |   KOMPAS100 1022.34 (4.05)   |   LQ45 789.815 (4.4)   |   MBX 1412.7 (8.24)   |   MNC36 280.331 (1.41)   |   PEFINDO25 282.464 (2.47)   |   SMInfra18 241.575 (1.13)   |   SRI-KEHATI 316.512 (2.46)   |  

Obat Darah Tinggi Diduga Bantu Tekan Angka Kematian Covid-19

Jumat, 5 Juni 2020 | 09:20 WIB
Oleh : HS

Jakarta, Beritasatu.com - Sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa obat yang banyak digunakan untuk mengendalikan tekanan darah tinggi dapat membantu melindungi pasien terinfeksi Covid-19 yang parah sehingga dapat menekan angka kematian akibat virus tersebut.

Para peneliti melaporkan pada hari Kamis (4/6/2020) waktu setempat di European Heart Journal, bahwa pasien dengan tekanan darah tinggi memiliki risiko kematian dua kali lipat dan lebih mungkin membutuhkan ventilasi mekanik untuk membantu mereka bernapas daripada mereka yang tidak hipertensi (faktor risiko yang diketahui).

Dalam penelitian terhadap hampir 2.900 pasien yang dirawat di bulan Februari hingga Maret di Rumah Sakit Huo Shen Shan di Wuhan, Tiongkok, para peneliti menemukan bahwa pasien yang mengkonsumsi segala jenis obat darah tinggi untuk mengendalikan tekanan darahnya, secara signifikan memiliki risiko kematian yang lebih rendah.

Dengan mengumpulkan data dari studi sebelumnya, tim peneliti juga menemukan obat tekanan darah tinggi jenis ACE inhibitor dan ARB, lebih mungkin terkait dengan risiko kematian yang lebih rendah dari Covid-19.

Sementara itu, beberapa makalah sebelumnya telah menyebutkan bahwa obat ini dapat meningkatkan kerentanan terhadap Covid-19.

“Kami cukup terkejut bahwa hasil ini tidak mendukung hipotesis awal kami, pada kenyataannya hasilnya berada di arah yang berlawanan, dengan tren yang mendukung ACE inhibitor dan ARB," kata salah satu peneliti Fei Li dari Rumah Sakit Xijing di Xi'an, Tiongkok.

Bukti-bukti ini berasal dari penelitian observasional, sehingga bukan dari uji coba secara acak.

"Tetapi untuk saat ini, kami menyarankan bahwa pasien tidak boleh menghentikan atau mengubah pengobatan antihipertensi biasa mereka kecuali diinstruksikan oleh dokter," kata Li, demikian dilaporkan Reuters.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Uni Eropa Suram, ECB Proyeksi Ekonomi Terkontraksi 8,7%

Proyeksi ini lebih buruk dari perkiraan ECB sebelumnya yang dirilis Maret, yakni PDB Uni Eropa tahun 2020 masih tumbuh 0,8 persen.

DUNIA | 5 Juni 2020

Pulihkan Ekonomi, ECB Beli Obligasi Pandemi Jadi 1,35 Triliun Euro

Jumlah tersebut setelah pada Maret ECB melakukan pembelian obligasi pemerintah di atas 750 miliar euro.

DUNIA | 5 Juni 2020

Hasil Autopsi Lengkap George Flyod, Positif Covid-19

Floyd yang meninggal dunia setelah ditangkap oleh personel kepolisian bulan lalu positif terhadap virus SARS CoV-2 atau virus yang mengakibatkan Covid-19.

DUNIA | 4 Juni 2020

Dua Perusahaan Indonesia Manfaatkan Pulihnya Konsumsi di Tiongkok

Konsumsi daring pascapandemi telah mengalami pemulihan sejak Maret.

DUNIA | 4 Juni 2020

Eks Menhan Amerika: Baru Kali ini Ada Presiden Pengadu Domba

Ada satu kalimat Mattis yang kemungkinan akan membuat Trump murka.

DUNIA | 4 Juni 2020

Maskapai Tiongkok Dilarang Terbang ke AS

Amerika Serikat melarang maskapai penumpang Tiongkok terbang ke AS mulai 16 Juni nanti.

DUNIA | 4 Juni 2020

Pangeran Charles: Covid-19 Adalah Peluang untuk Mengatur Kembali Ekonomi

Pangeran Charles mendesak tindakan nyata untuk mendorong bioekonomi yang seimbang dengan alam.

DUNIA | 4 Juni 2020

Italia Mulai Cabut Lockdown, PM: “Kita Berhak Tersenyum”

Dengan 33.600 korban jiwa dan 234.000 kasus infeksi, Italia adalah salah negara yang paling parah terdampak.

DUNIA | 4 Juni 2020

Tolak Lockdown, Swedia Tanggung Akibatnya Sekarang

Swedia, dengan populasi 10 juta, memiliki 40.803 kasus Covid-19 dan 4.542 korban jiwa sampai Rabu kemarin.

DUNIA | 4 Juni 2020

Trump Umumkan Perang pada Negaranya Sendiri?

Pidato Trump Senin lalu menegaskan dia tidak akan pergi tanpa perlawanan. Bisa jadi, hal seperti ini membuatnya menang lagi.

DUNIA | 3 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS