Kesadaran Menyediakan Simpanan Pensiun Perlu Ditingkatkan
INDEX

BISNIS-27 503.6 (2.5)   |   COMPOSITE 5652.76 (48.27)   |   DBX 1032.04 (3.25)   |   I-GRADE 164.451 (1.87)   |   IDX30 490.95 (3.33)   |   IDX80 128.766 (0.95)   |   IDXBUMN20 358.484 (4.17)   |   IDXG30 133.521 (0.92)   |   IDXHIDIV20 437.723 (3.27)   |   IDXQ30 142.408 (1.41)   |   IDXSMC-COM 239.978 (2.77)   |   IDXSMC-LIQ 292.98 (3.3)   |   IDXV30 120.747 (2.08)   |   INFOBANK15 969.323 (8.87)   |   Investor33 424.184 (2.73)   |   ISSI 165.497 (1.49)   |   JII 607.992 (3.57)   |   JII70 207.954 (1.77)   |   KOMPAS100 1151.81 (10.08)   |   LQ45 901.663 (6.22)   |   MBX 1571.94 (14.64)   |   MNC36 316.426 (2.22)   |   PEFINDO25 300.975 (9.54)   |   SMInfra18 283.853 (1.3)   |   SRI-KEHATI 362.321 (2.15)   |  

Kesadaran Menyediakan Simpanan Pensiun Perlu Ditingkatkan

Rabu, 2 September 2015 | 18:17 WIB
Oleh : Devie Kania / HS

Jakarta – Global Aging Institut (GIA) menyatakan sebanyak 45% orang Indonesia berharap ada pertanggungjawaban dari pemerintah terkait dana pensiun mereka kelak. Padahal, saat ini ada sebanyak 53% masyarakat Indonesia berusia produktif yang berekspetasi memperoleh pendapatan dari produk lembaga jasa keuangan.

Untuk itu, lembaga jasa keuangan berpeluang meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menyimpan lebih banyak guna menyiapkan simpanan masa pensiun mereka.

President Director GIA Richard Jackson mengatakan, dalam survei GIA menunjukkan sebanyak 59% orang Indonesia yang mempercayai lembaga jasa keuangan. Namun, saat ini justru 84% pekerja yang ada lebih mengandalkan perolehan pendapatan dari pekerjaan yang digeluti.

Bahkan, mengenai kesiapan dana pensiun, antara lain sebanyak 18% orang menilai merupakan tanggung jawab mereka, 11% orang menilai itu urusan anak-anak mereka, 25% menyatakan hal tersebut urusan pekerja saat ini.

“Jadi ke depan, pemerintah dapat mengembangkan sistem pensiun negara hingga lebih memadai. Serta mendorong atau mengharuskan para pekerja menabung lebih banyak untuk masa pensiun mereka. Sedangkan dari sisi penyedia jasa keuangan, mereka dapat mengedukasi masyarakat terkait peningkatan simpanan masa pensiun,” ujar dia dalam acara diskusi hasil survei masa pensiun di Asia Timur di Jakarta, Rabu (3/9).

Mengenai dana pensiun, Marketing Corporation and Communication Director PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) Nini Sumonhandoyo menilai, masyarakat Indonesia lebih baik tetap harus membiasakan diri menabung walaupun pemerintah menyediakan program sosial.

Pasalnya itu, ia memprediksi, kesejahteraan masyarakat belum tentu dapat terpenuhi 100% jika hanya mengandalkan dana pensiun dari program pemerintah.

“Kita dapat menabung, seperti membeli asuransi. Adapun, saat ini produk asuransi yang mendominasi bisnis kami adalah asuransi unit linked. Selain mendapat perlindungan asuransi, masyarakat dapat mengumpulkan dana investasi dan memperoleh return yang tinggi,” jelas dia.

Adapun, survei yang dilakukan GIA merupakan hasil penelitian di sepuluh negara, antara lain Indonesia, Malaysia, Tiongkok, Thailand, dan Korea Selatan. Menurut Jackson, ada sebanyak 1.023 responden dari Indonesia.

Secara terpisah, President Director Prudential Indonesia Rinaldi Mudahar mengatakan, percepatan pertumbuhan jumlah penduduk berusia lanjut di Asia adalah tren yang tidak dapat diubah dan merupakan tantangan bagi negara ini.

“Untuk menutup kesenjangan yang berkembang terkait perlindungan lansia, memang membutuhkan solusi dari pemerintah maupun pihak swasta. Untuk itu, sektor asuransi maupun manajemen aset dapat berperan penting dalam hal mengurangi tekanan terhadap anggaran pemerintah,” ujar dia.

Sumber:Investor Daily


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Lapangan Kepodang Mulai Produksi Gas

Lapangan tersebut dikelola kontraktor kontrak kerja sama (Kontraktor KKS) Petronas Carigali Muriah Ltd.

EKONOMI | 2 September 2015

1 Oktober IUP Belum "Clean and Clear" Dicabut Gubernur

Gubernur daerah penghasil tambang jadi 'eksekutor' yang belum "clean and clear".

EKONOMI | 2 September 2015

Rupiah Sore Ini Ditutup Melemah

Rupiah sore ini pukul 16.00 WIB atau 04.55 waktu Singapura di posisi Rp 14.137 per dolar AS atau melemah 39,5 poin

EKONOMI | 2 September 2015

Kilang Badak Produksi LNG 170 Kargo

Realisasi 110 kargo, tahun ini target produksi gas alam cair (LNG) 170 kargo.

EKONOMI | 2 September 2015

Pengusaha Sambut Ajakan Jokowi untuk Hapus Hambatan Investasi

Penyelesaian bersama harus dimulai dengan melihat persoalan secara menyeluruh.

EKONOMI | 2 September 2015

Lagi, Jokowi Ajak Dunia Usaha Bahas Aturan Hambatan Investasi

Bahas penghapusan berbagai aturan yang hambat investasi, industri, dan perdagangan.

EKONOMI | 2 September 2015

Rupiah "Volatile", BI Rate Diproyeksi Tetap 7,5 Persen

Bahkan BI rate diproyeksi tetap di level yang sama hingga akhir tahun ini.

EKONOMI | 2 September 2015

Pohon Cengkih di Sulut Rusak Akibat Kekeringan

"Jika pohon rusak akibat kemarau, petani akan merugi dan hanya bisa menanam kembali," ujar petani.

EKONOMI | 2 September 2015

Semen Indonesia Ingin Tingkatkan Kompetensi Tenaga Konstruksi

Hingga 2015, tenaga konstruksi yang dibina PT Semen Indonesia (persero) Tbk mencapai 11.342 orang.

EKONOMI | 2 September 2015

Pemerintah Ubah Mekanisme Impor Daging Sapi

Selain Australia, impor sapi berpeluang dari India dan Brasil dengan sistem zona.

EKONOMI | 2 September 2015


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS