Masuk Sektor Produktif, Kredit Pintar Garap Pertanian
INDEX

BISNIS-27 510.175 (-19.05)   |   COMPOSITE 5783.33 (-170.92)   |   DBX 1064.04 (-1.68)   |   I-GRADE 168.858 (-6.97)   |   IDX30 499.932 (-21.14)   |   IDX80 131.904 (-5.19)   |   IDXBUMN20 373.781 (-18.36)   |   IDXG30 136.463 (-5.44)   |   IDXHIDIV20 450.262 (-18.14)   |   IDXQ30 146.101 (-6.28)   |   IDXSMC-COM 248.411 (-4.72)   |   IDXSMC-LIQ 303.864 (-9.61)   |   IDXV30 127.988 (-5.5)   |   INFOBANK15 983.467 (-36.67)   |   Investor33 429.105 (-16.64)   |   ISSI 169.797 (-4.69)   |   JII 620.069 (-22.27)   |   JII70 213.196 (-7.01)   |   KOMPAS100 1177.3 (-42.41)   |   LQ45 920.112 (-37.05)   |   MBX 1606.46 (-54)   |   MNC36 321.125 (-12.61)   |   PEFINDO25 316.867 (-8.64)   |   SMInfra18 295.49 (-13.73)   |   SRI-KEHATI 366.206 (-13.72)   |  

Masuk Sektor Produktif, Kredit Pintar Garap Pertanian

Kamis, 23 Mei 2019 | 10:10 WIB
Oleh : Heriyanto / HS

Jakarta, Beritasatu.com - PT Kredit Pintar Indonesia atau Kredit Pintar membidik sektor produktif dengan menggarap bidang pertanian. Fasilitas yang dinamai Petani Pintar itu menawarkan akses pembiayaan petani yang mudah dan cepat guna mendukung pertumbuhan industri pertanian.

“Kehadiran produk Petani Pintar didasari oleh permasalahan yang sering dihadapi petani di Indonesia yaitu permodalan dalam melakukan usaha taninya,” kata Chief of Officer (CEO) Kredit Pintar Wisely Reinharda Wijaya di Jakarta, Rabu (22/5).

Dikatakan, produk Petani Pintar didasari oleh permasalahan modal yang sering dihadapi petani di Indonesia. Keterbatasan modal dapat mengakibatkan kuantitas dan kualitas yang dihasilkan tidak maksimal. Ini menjadi salah satu penyebab banyaknya petani hidup dibawah garis kemiskinan. "Kami ingin turut menjadi pendorong pertumbuhan sektor pertanian di Indonesia," kata Wisely.

Dengan demikian, Kredit Pintar mulau menggarap sektor produktif dari sebelumnya sudah menggarap sektor multiguna atau konsumtif sejak menerima tanda daftar dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai fintech legal beroperasi 6 April 2018 lalu.
“Strategi menggarap sektor produktif bukan berarti sektor konsumtif tengah jenuh. Namun karena masih banyak peluang di segmen ini terutama pertanian,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik terdapat 35,7 juta petani pada 2018. Selain itu luas lahan pertanian mencapai 7,1 juta hektar. Sedangkan potensi pembiayaan pada sektor pertanian mencapai Rp 120 triliun.

"Inilah yang bisa dimanfaatkan oleh Kredit Pintar. Selain itu, rasio pendapatan premi terhadap biaya produksi masih di bawah 1%. Kendala petani dalam mendapatkan pembiayaan mulai dari agunan, bunga yang tinggi, keterbatasan akses, literasi, hingga infastruktur," jelas Wisely.

Kredit Pintar meluncurkan Petani Pintar dengan dua produk yakni pinjaman Rp 1 juta dan Rp 2 juta. Adapun tenor yang ditawarkan selama 8 minggu. Skema pinjaman berupa tanggung renteng dengan anggota kelompok 5 hingga 10 orang. Sedangkan bunga yang ditetapkan sebesar 6,6% per tahun.

"Fokus target pinjaman adalah ibu rumah tangga baik yang memiliki suami petani atau ia sendiri yang petani. Berdasarkan riset kami, ibu-ibulah yang mengendalikan keuangan rumah tangga. Sedangkan tanggung renteng sebagai strategi meminimalisasi risiko," katanya.

Wisely mengaku menyasar segmen pertanian memiliki risiko yang lebih besar. Namun ia tetap menggarap segmen ini karena ada dorongan dari OJK. Sekaligus membuktikan bahwa fintech peer to peer lending konsumtif juga bisa membidik sektor produktif. Ia menyebut setelah menggarap segmen pertanian, Kredit Pintar juga akan menyasar segmen lainnya seperti transportasi dan invoice financing.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bambang Brodjonegoro: Tingkatkan Volume Perdagangan dengan Belanda

Untuk memperkuat pembangunan dan kerja sama ekonomi, Menteri PPN/Kepala Bappenas melakukan pertemuan bilateral dengan pemerintah Belanda di Paris, Rabu.

EKONOMI | 23 Mei 2019

IHSG Dibuka Menguat Hari Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,8 persen (44,84 poin) ke kisaran 5.984,48.

EKONOMI | 23 Mei 2019

Kejar Peluang Logistik, PSSI Kembali Beli Kapal Kargo Senilai US$ 8 Juta

Penambahan armada Mother Vessel merupakan langkah dalam mengejar peluang logistik untuk pembangkit listrik domestik & mineral.

EKONOMI | 23 Mei 2019

Pullman Ciawi Bidik Segmen Menengah Atas

Hotel Pullman Ciawi Vimala Hills berdiri di atas areal seluas 10 hektare memiliki 208 kamar dan 21 vila.

EKONOMI | 22 Mei 2019

Grab Perluas Layanan GrabWheels Hingga ke Bandara

GrabWheels menjadi layanan skuter listrik pertama di Indonesia.

EKONOMI | 22 Mei 2019

Safa Marwa Tower Tawarkan Konsep Hunian Islami

Safa Marwa Tower akan menjadi proyek dengan lingkungan Islami pertama dan terbesar di Indonesia.

EKONOMI | 22 Mei 2019

Honda Luncurkan Warna Baru untuk Skutik Besar PCX

"Penyegaran ini akan menyempurnakan pengalaman berkendara yang nyaman dan menyenangkan dengan skutik premium Honda PCX," kata Thomas Wijaya.

EKONOMI | 22 Mei 2019

Grab for Business Bantu Perusahaan Tingkatkan Efisiensi Hingga 30%

Perusahaan pengguna Grab for Business dapat mengatur cara karyawan bepergian menggunakan armada Grab.

EKONOMI | 22 Mei 2019

Pekan Depan, Pembahasan RUU SDA Dilanjutkan Kembali

Pengusahaan air tidak boleh mengganggu, mengesampingkan, apalagi meniadakan hak rakyat atas air.

EKONOMI | 22 Mei 2019

BPOM Amankan Kemasan Pangan Tidak Memenuhi Syarat

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengamankan 170.119 kemasan produk pangan tidak memenuhi syarat.

EKONOMI | 22 Mei 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS