Usaha Sapi Perah Dapat Atasi Dampak Corona
INDEX

BISNIS-27 448.028 (-0.29)   |   COMPOSITE 5099.84 (-2.99)   |   DBX 964.111 (0.24)   |   I-GRADE 139.821 (-0.09)   |   IDX30 426.948 (0.87)   |   IDX80 113.317 (0.27)   |   IDXBUMN20 291.67 (3.2)   |   IDXG30 118.931 (0.29)   |   IDXHIDIV20 379.8 (0.34)   |   IDXQ30 124.715 (0.06)   |   IDXSMC-COM 219.701 (0.44)   |   IDXSMC-LIQ 255.871 (2.66)   |   IDXV30 106.644 (0.76)   |   INFOBANK15 836.821 (-4.09)   |   Investor33 373.706 (-0.46)   |   ISSI 150.561 (0.38)   |   JII 547.285 (1.78)   |   JII70 187.054 (0.64)   |   KOMPAS100 1020.57 (-0.41)   |   LQ45 786.439 (1.69)   |   MBX 1410.93 (-1)   |   MNC36 280.006 (-0.35)   |   PEFINDO25 280.13 (1.79)   |   SMInfra18 241.99 (0.7)   |   SRI-KEHATI 316.197 (0.07)   |  

Beragam Jenis Susu dan Penyimpanannya

Usaha Sapi Perah Dapat Atasi Dampak Corona

Selasa, 2 Juni 2020 | 15:23 WIB
Oleh : Indah Handayani / HS

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Dewan Persusuan Nasional Teguh Boediyana menilai pengembangan usaha sapi perah rakyat dapat dijadikan salah satu sektor untuk ikut mengatasi dampak Covid-19 menyusul banyak pemutusan hubungan kerja (PHK) dan meningkatnya pengangguran di pedesaan.

Dewan Persusuan Nasional (DPN) menyatakan saat ini dapat memacu perkembangan dan pertumbuhan persusuan nasional khususnya yang berbasis usaha peternakan sapi perah rakyat.

"Persusuan yang berbasis usaha peternakan sapi perah rakyat masih sangat jauh seperti yang diharapkan untuk memberikan kontribusi kepada perekonomian nasional ataupun pemenuhan kebutuhan susu segar sebagai sumber protein hewani," kata Teguh dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (1/6/2020).

Teguh menjelaskan sampai saat ini, produksi susu segar hanya mampu memenuhi kurang dari 20 persen dari kebutuhan nasional dan masih bergantung pemasaran kepada industri pengolahan susu. Dalam kurun waktu hampir dua puluh tahun, produksi susu segar stagnan tidak ada pertumbuhan yang signifikan.

Untuk itu, seperti ditulis Antara, DPN meminta kepada pemerintah untuk memberikan perhatian yang serius kepada pengembangan usaha peternakan sapi perah rakyat dan menjadikan sebagai keputusan politik yang diwujudkan dalam peraturan perundangan dengan dukungan APBN.

Pemerintah juga diharapkan segera menetapkan Program Susu untuk Anak Sekolah yang berbasis susu segar dalam negeri (SSDN) yang akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia juga dapat meningkatkan imunitas tubuh dari berbagai penyakit termasuk Covid-19. Selain itu merangsang peningkatan perkembangan peternakan sapi perah di dalam negeri.

Dalam rangka memperingati Haru Susu Dunia, Anjani Miranti yang juga Marketing PT Great Giant Livestock selaku produsen susu segar Hometown Dairy, mengatakan susu di pasaran memiliki berbagai jenis dan berbeda cara treatment dan penyimpanannya. Mulai dari susu segar pasteurisasi, susu UHT (Ultra High Temperature), susu full cream, susu kurang lemak (reduced-fat milk), dan susu rendah lemak (low-fat milk). Untuk susu segar dipasteurisasi dengan temperatur dan waktu kontak yang lebih rendah dari metode UHT serta menjadikan kualitas gizi lebih terjaga dan susu segar dapat bertahan sampai tiga hari setelah botol dibuka.

“Untuk susu segar pasteurisasi, apabila dimasukan ke lemari pendingin akan bertahan selama kurang lebih 7- 12 hari sebelum kemasan dibuka. Susu jenis ini cenderung lebih sensitive karena minim proses pemanasan dan pengawetan. Kandungan yang dimiliki lebih alami dan tetap menjaga bakteri baik,” ungkapnya dalam keterangan pers diterima Selasa (2/6).

Anjani menambahkan kandungan vitamin E dan zat besi dalam susu murni juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Selain itu, susu juga mengandung vitamin A, asam linoleat dan omega 3 yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi berbagai penyakit, peradangan serta alergi. Kandungan magnesium yang ada dalam susu murni bisa membuat jantung dan beberapa sistem saraf bekerja dengan baik. Magnesium juga berperan untuk mengatasi kelelahan atas aktivitas seharian yang sudah dilakukan.

Sedangkan pada susu UHT, lanjut Anjani, merupakan susu yang telah melalui proses pemanasan dengan suhu yang lebih tinggi, yaitu 135 derajat Celsius dalam durasi sangat singkat 2-3 detik. Pemanasan pada suhu yang sangat tinggi ini menghilangkan mikroorganisme baik sekaligus merusak struktur protein susu sapi. Ini menyebabkan manfaat susu UHT lebih rendah dibandingkan susu murni. Untuk menyiasatinya, susu UHT ditambahkan vitamin dan mineral agar memperbaiki manfaat susu UHT menyerupai susu sapi asli.

“Susu UHT dapat lebih tahan lama dibandingkan susu murni, dan ketahanannya bisa mencapai 6-12 bulan jika kemasan tidak dibuka,” tegasnya.

Untuk susu full cream, Anjani menjelaskan memiliki kandungan lemak yang kurang lebih sama dengan susu murni karena pada dasarnya susu full cream adalah susu murni yang dipasteurisasi. Meskipun dilakukan pasteurisasi, tapi tidak dilakukan proses pengurangan kadar lemak pada susu full cream. Proses pasteurisasi yang menjadikan whole milk menjadi full cream hanya menyebabkan pengurangan kadar air dalam susu. Hal ini membuat tekstur susu full cream menjadi lebih kental.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Saham Perbankan Naik Pesat Dipimpin BRI

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) melesat 7,8 persen ke Rp 3.180 menjelang penutupan perdagangan hari ini, Selasa (2/6/2020).

EKONOMI | 2 Juni 2020

Kreditur P2P Lending Setujui Restrukturisasi Pinjaman Rp 237 M

Jumlah nilai pengajuan restrukturisasi pinjaman yang berhasil difasilitasi oleh AFPI dan disetujui pihak lender (pemberi pinjaman) sebesar Rp 237 miliar.

EKONOMI | 2 Juni 2020

Penyaluran Anggaran FLPP Capai Rp 6,37 Triliun

Data dari PPDPP sampai dengan akhir Mei 2020, penyaluran FLPP sudah mencapai Rp 6,37 triliun atau telah mencapai 61,54% dari target.

EKONOMI | 2 Juni 2020

Kemhub Gandeng Akademisi Bahas Kesiapan Transportasi Hadapi Kenormalan Baru

Balitbanghub mengajak perguruan tinggi seperti UI, ITB, UGM, dan ITS dalam rangka menyiapkan kebijakan di sektor transportasi hadapi new normal.

EKONOMI | 2 Juni 2020

Pandemi Covid-19 Dorong Perusahaan Bertransformasi Lebih Cepat

Ketiadaan kesempatan untuk berinteraksi secara normal telah memunculkan celah baru kebutuhan ataupun ketergantungan terhadap teknologi.

EKONOMI | 2 Juni 2020

Gara-gara Covid-19, Kunjungan Wisman Anjlok Hampir 90%

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada April 2020 hanya mencapai 160.040 kunjungan.

EKONOMI | 2 Juni 2020

Rupiah Siang Ini di Zona Hijau Sejalan Mata Uang Asia

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.459-Rp 15.485 per dolar AS.

EKONOMI | 2 Juni 2020

Rehat Hari, Mayoritas Bursa Asia Menguat

Shanghai SE composite di Tiongkok melemah 3,7 poin (0,11 persen) mencapai 2.912.

EKONOMI | 2 Juni 2020

Permintaan Melemah, Inflasi Mei Hanya 0,07%

Angka inflasi ini merupakan yang terendah sepanjang 2020

EKONOMI | 2 Juni 2020

Rehat Siang, IHSG Meroket 117 Poin ke 4.871

Volume perdagangan hingga sesi siang ini tercatat sebanyak 79.829 miliar saham senilai Rp 6,230 triliun

EKONOMI | 2 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS