Kopi Pemersatu Kamtibmas dari Kampung Mulyasari-Sukamakmur
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Kopi Pemersatu Kamtibmas dari Kampung Mulyasari-Sukamakmur

Sabtu, 16 November 2019 | 07:37 WIB
Oleh : Heriyanto / HS

Jakarta, Beritasatu.com - "Kopi merupakan pemersatu Kamtibmas, karena di setiap kegiatan positif di masyarakat hampir bisa dipastikan tersaji kopi sebagai hidangan," kata anggota Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabikamtibmas) Kampung Mulyasari, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Brigadir Buana Adi Putra.

Begitulah filosofi kopi di mata pria berusia 30 tahun ini, ketika bertugas di desa terpencil dan terpelosok di Kabupaten Bogor, salah satu wilayah penyangga Ibu Kota Jakarta. Buana pertama kali menginjakkan kaki di kampung itu Juli 2017, menerobos kawasan hutan dengan menggunakan sepeda motor trail.

Buana, sapaan akrab ayah dua orang anak itu melihat potensi besar dari perkebunan kopi warga setempat dapat menggerakkan roda perekonomian. Bahkan Buana bermimpi untuk menjadikan ini sebagai desa teladan di Jawa Barat seperti Desa Ponggok di Klaten, Jawa Tengah yang tadinya miskin menjadi desa makmur. "Caranya antara lain dengan mengembangkannya menjadi kampung wisata dengan kopi eco village," katanya dalam bincang dengan Antara baru-baru ini.

Mimpi ini agaknya sulit diwujudkan karena kampung ini memiliki segudang persoalan, seperti ketiadaan sarana prasarana pendidikan, akses jalan, aliran listrik, tidak memiliki dokumen kependudukan, akte kelahiran, buku nikah, hingga susah sinyal.

Buana, polisi lulusan Diktuba Polri 2007 ini, menerima tugas sebagai takdir Tuhan sehingga dijalaninya dengan ikhlas, termasuk mengajar anak-anak kampung hingga menjembatani sejumlah donatur dan relawan masuk wilayah tersebut.

Setiap tiga kali dalam sepekan, Buana mengajar Bahasa Inggris dengan mengandalkan fasilitas madrasah dengan sarana dan prasarana seadanya yang dikelola oleh salah seorang ustadz di kampung itu. Meski cuma bahasa dasar seperti nama buah-buahan, benda dan peralatan, metode ini dilakukannya agar anak-anak di desa tersebut memiliki motivasi belajar.

Terpencil dan Tertinggal
Kampung ini berjarak 25 kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Bogor di Cibinong, akses jalan hanya bisa dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Kampung ini berdiri pada 2011 dan terbentuk dari masyarakat Kampung Gunung Sanggar yang eksodus karena kampungnya hilang diterjang longsor dengan jumlah penduduk sekitar 60 kepala keluarga (KK) atau sekitar 285 jiwa, bermukim dalam satu rukun tetangga.

Suami dari Dini Maryani (25) ini berupaya kehadirannya dapat membantu menyelesaikan persoalan sosial yang dihadapi warga Kampung Mulyasari yang minim sentuhan program pemerintah.
Hampir dua tahun berjalan, kondisi warga di Kampung Mulyasari mulai terkikis dari kata terisolir, kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas jauh pun sudah lebih baik.

Adanya tenaga pengajar tetap dan tersalurkannya dana Program Indonesia Pintar (PIP) kepada anak-anak kelas jauh Mulyasari, walau belum semua anak-anak memiliki Nomor Induk siswa nasional (NISN). "Tapi dari sektor infrastruktur, belum ada bangunan sekolah formal di Kampung Mulyasari, yang biasa digunakan untuk KBM formal (non pesantren) dulunya dijadikan madrasah. Itu pun bangunannya kecil. Jadi, anak-anak kalau belajar masih lesehan di kelas tanpa bangku dan meja," kata Buana.

Baca : Kopi Petani Mulyasari Makin Diminati, Ada Uang Sosial dari Penjualan

Hidup sederhana tanpa listrik pernah dilalui warga, mengandalkan penerangan dari turbin kecil dan kincir angin yang dibuat seadanya. Kegiatan sosial yang dilakukan Buana dan diunggahnya ke media sosial serta saluran Youtube membuka mata publik tentang keberadaan Mulyasari.

Buana mengatakan dengan hadirnya listrik di Kampung Mulyasari, rasa kepercayaan masyarakat setempat terhadap pemerintah desa dan daerah semakin meningkat. Padahal sebelumnya, sudah hampir delapan tahun warga di kampung hidup gelap gulita.

Polisi muda ini juga menemukan dugaan penyalahgunaan program pemerintah bantuan desa tertinggal (BDT) disinyalir menjadi salah satu faktor yang menghambat pembangunan di kampung itu. Selain listrik, saat ini juga sudah mulai berjalan program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dari Program Keluarga Harapan (PKH).

Uniknya, meski sudah berlistrik, warga yang mayoritas Muslim tetap menganut prinsip filosofi setempat yaitu Pancaniti atau lima tahapan menuju kesempurnaan. Salah satunya, mewajibkan kepada warga dan para tamu untuk menghentikan aktivitas serta ikut shalat berjamaah di masjid, budaya mengaji dan menghafal Alquran bagi para santri seusai shalat Dzuhur, Ashar dan Magrib.




BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Sabtu, Cuaca Jakarta Cerah Berawan

BMKG memperkirakan cuaca cerah hingga berawan untuk beberapa wilayah di Provinsi DKI Jakarta, Sabtu (16/11/2019).

MEGAPOLITAN | 16 November 2019

Terjadi Lagi Penyiraman Cairan Kimia, Polisi Bentuk Tim Buru Pelaku

"Masih dalam upaya penyelidikan dari tim labfor. Lagi didalami yang TKP ini. Semoga segera terungkap," kata Kombes Suyudi.

MEGAPOLITAN | 15 November 2019

15 Mobil Damkar Dikerahkan Padamkam Kebakaran Rumah Tinggal di Kembangan

Sebanyak 15 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api yang membakar sebuah rumah tinggal di Kembangan, Jakarta Barat.

MEGAPOLITAN | 15 November 2019

Pembongkaran Bangunan Liar di Tanjung Priok Ricuh

Kericuhan terjadi buntut dari protes warga menolak pembongkaran. Namun warga akhirnya pasrah.

MEGAPOLITAN | 15 November 2019

DKI Lelang 12 Jabatan Tinggi Madya dan Pratama

Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) mensyaratkan jabatan-jabatan tersebut harus diisi melalui mekanisme lelang terbuka.

MEGAPOLITAN | 15 November 2019

Berkat Penelusuran di FB, Korban Tangkap Pencuri Motornya

Polisi mendapat kabar dari korban bahwa motor yang dicuri oleh kedua pelaku dijual melalui media sosial Facebook.

MEGAPOLITAN | 15 November 2019

DKI Optimistis Target 3 Juta Wisman Tercapai

Jumlah wisman yang datang ke Jakarta lebih didominasi wisatawan Asia seperti Tiongkok dan Jepang.

MEGAPOLITAN | 15 November 2019

Formappi: William PSI Seharusnya Didukung, Bukan Diberi Sanksi

Politisi PSI William Aditya Sarana dilaporkan oleh Lembaga Swada Masyarakat (LSM) Maju Kotanya Bahagia Warganya (Mat Bagan).

MEGAPOLITAN | 15 November 2019

Ingin Jadi Kota Layak Anak, Pemkot Bogor Berdayakan Kelurahan

Peran penyadaran layanan anak memang seharusnya dimulai dari tingkat paling rendah.

MEGAPOLITAN | 15 November 2019

Kepala BBWSCC: Personel Siaga Banjir Harus Lebih Cepat dari Wartawan

Personel siaga banjir juga diarahkan untuk intensif memantau situs Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

MEGAPOLITAN | 15 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS