Warga Protes Tambak Garam Korbankan Hutan Bakau
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

Warga Protes Tambak Garam Korbankan Hutan Bakau

Minggu, 24 Maret 2019 | 13:41 WIB
Oleh : HS

Kupang, Beritasatu.com - Puluhan warga yang tergabung dalam kelompok Barisan Anti Tambak Metikuik Tasiktuik (Barat-Malaka) menggelar unjuk rasa untuk memprotes pembangunan tambak garam yang dinilai telah merusak kawasan hutan bakau di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Pembebasan lahan untuk pembangunan tambak garam di Malaka telah menimbulkan dampak kerusakan lingkungan yang luar biasa terutama di dalamnya mengorbankan hutan mangrove (bakau)," kata koordinator aksi Yosep Suban Kelen dalam aksi unjuk rasa di depan Markas Polda NTT, Kupang, Sabtu (23/3/2019).

Ia mengatakan, pihak PT Inti Daya Kencana selaku perusahaan pembangun bersama Pemerintah Kabupaten Malaka, sejauh ini telah membebaskan lahan seluas 1.100 hektare untuk pembangunan tambak garam itu.
Masyarakat, lanjutnya, diberikan ganti rugi dengan perhitungan Rp 1 juta/hektare untuk lahan tidak produktif dan Rp3 juta/hektare untuk lahan produktif.

Menurutnya, model pembebasan lahan ini telah mendapat protes dari warga di sekitar kawasan industri maupun di luar daerah. Hal itu karena tambak dinilai tidak memberikan dampak ekonomis bagi rakyat serta telah merusak lingkungan hutan bakau.

"Seperti di Desa Rabasa Haerain itu, masyarakat semuanya tolak semua karena hutan mangrove yang berfungsi untuk mencegah abrasi justru dikorbankan untuk tambak garam," katanya.

Ia mengatakan, dampak lain yang ditimbulkan dari pembangunan ini seperti hilang mata pencaharian, maupun mengabaikan budaya lulik (pemali/pantangan) yang diyakini masyarakat adat setempat.

Menurut dia, masyarakat pemilik lahan kecil di sekitar lokasi pembangunan juga terkena dampak kerusakan lingkungan, seperti sumber air yang mengering, gagal panen, serta abrasi akibat pembabatan hutan bakau.

Pihaknya meminta Pemerintah Kabupaten Malaka maupun perusahaan terkait agar bertanggung jawab terhadap segala kerusakan lingkungan yang meliputi hutan bakau di daerah tersebut.

"Kami juga menyayangkan pemerintah daerah tidak menyosialisasikan kebijakan pembangunan tambak garam ini dengan baik, masyarakat tidak diedukasi terkait baik dan buruk dampak kebijakan ini terhadap lingkungan," katanya pula.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

BNN Ungkap Jaringan Sabu-sabu Malaysia

BNN Ungkap Jaringan Sabu-sabu Malaysia

NASIONAL | 24 Maret 2019

Pemerintah Melanjutkan Rekonstruksi NTB

Pemerintah terus membangun kembali Lombok, NTB.

NASIONAL | 24 Maret 2019

Ini Kisah Pande Putu Yasa Ubah Wajah PPD

PPD tidak hanya menggebrak kawasan Jabodetabek, tetapi juga ekspansi ke wilayah lain, termasuk Karawang. Ekspansi bisnis itu menggandeng sejumlah pengembang.

NASIONAL | 24 Maret 2019

Relawan Jokowi-Ma'ruf Gelar Gelar Parade 1.000 Becak

Acara itu digagas oleh Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) dan Barkod Jokowi Jawa Timur.

NASIONAL | 24 Maret 2019

Hari Pertama Kampanye Terbuka, Ma’ruf Amin Gelar Haul Ibundanya

Tidak ada kampanye dalam acara haul dan peringatan isra Mikraj nanti.

NASIONAL | 24 Maret 2019

Ratusan Ojek Pangkalan Kota Serang Siap Sambut Jokowi

Ratusan opang itu berharap Jokowi bisa datang ke Serang dan mendengarkan keluh kesah mereka.

NASIONAL | 24 Maret 2019

BMKG Ajak Warga Berperan Aktif dalam Mitigasi Perubahan Iklim

Warga bisa ikut menjalankan mitigasi dengan melakukan hal-hal sepele seperti mengurangi penggunaan plastik.

NASIONAL | 23 Maret 2019

Peringati Hari Ginjal Sedunia, Danone Aqua Gelar Kegiatan Edukatif

Peringatan Hari Ginjal Sedunia sebagai pengingat kepada masyarakat akan pentingnya pemenuhan hidrasi untuk menjaga kesehatan ginjal.

NASIONAL | 24 Maret 2019

Gempa M 5,7 di Poso, Jemaat Beribadah di Halaman Gereja

Gempa M 5,7 di Poso, Jemaat Beribadah di Halaman Gereja

NASIONAL | 24 Maret 2019

Prabowo Awali Kampanye Terbuka di Sulawesi

Ada beberapa masukan penting yang disampaikan pimpinan parpol kolisi kepada paslon nomor urut 02.

NASIONAL | 24 Maret 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS