Cegah Radikalisme, Kampus Belum Tindak Lanjut Permenristekdikti 55/2018
INDEX

BISNIS-27 426.538 (9.14)   |   COMPOSITE 4842.76 (86.03)   |   DBX 923.5 (4.3)   |   I-GRADE 127.867 (2.68)   |   IDX30 404.318 (9.27)   |   IDX80 105.647 (2.39)   |   IDXBUMN20 263.312 (8.62)   |   IDXG30 113.239 (2.01)   |   IDXHIDIV20 361.834 (7.99)   |   IDXQ30 118.461 (2.52)   |   IDXSMC-COM 206.934 (2.87)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (4.81)   |   IDXV30 99.778 (2.72)   |   INFOBANK15 760.318 (20.93)   |   Investor33 353.585 (8.19)   |   ISSI 142.238 (2.16)   |   JII 514.346 (8.02)   |   JII70 174.038 (3.24)   |   KOMPAS100 945.162 (21.52)   |   LQ45 740.002 (16.7)   |   MBX 1338.07 (26.39)   |   MNC36 264.409 (6.09)   |   PEFINDO25 251.635 (6.23)   |   SMInfra18 228.656 (3.83)   |   SRI-KEHATI 297.818 (7.21)   |  

Cegah Radikalisme, Kampus Belum Tindak Lanjut Permenristekdikti 55/2018

Rabu, 1 Mei 2019 | 07:31 WIB
Oleh : Heriyanto / HS

Jakarta, Beritasatu.com - Peraturan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti) Nomor 55 Tahun 2018 tentang Pembinaan Ideologi Bangsa dalam Kegiatan Kemahasiswaan di Perguruan Tinggi sudah dikeluarkan sejak Oktober 2018 lalu. Tindak lanjut atas Permenristekdikti tersebut dinilai masih minim. Inisiatif kampus dan jajarannya sangat diperlukan, tetapi peran berbagai pihak termasuk para alumni juga sangat diperlukan.

Muhammad Karim selaku Dosen Universitas Trilogi, Jakarta, Rabu (1/5), mengatakan bahwa Permenristekdikti sudah sangat jelas sebagai acuan semua perguruan tinggi di Indonesia untuk mengoptimalkan pembinaan mahasiswa. Tentu instrumen Permenristekdikti merupakan salah satu dari sejumlah terobosan pemerintah itu harus ditindaklanjuti dalam program dan kegiatan perguruan tinggi.

“Semua pihak mengeluhkan radikalisme mahasiswa meningkat, tetapi ketika aturannya sudah dibuat malah belum ada tindak lanjutnya,” ujar Karim yang pernah aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini.

Seperti diketahui, dalam meningkatkan pemahaman ideologi bangsa serta mencegah radikalisme dan intoleransi berkembang di perguruan tinggi, Kemenristekdikti menyusun Permenristekdikti Nomor 55/2018 tentang Pembinaan Ideologi Bangsa dalam Kegiatan Kemahasiswaan di Perguruan Tinggi.

"Peraturan Menteri ini ada untuk menjembatani wawasan kebangsaan dan bela negara melalui unit kegiatan mahasiswa," ungkap Menristekdikti Mohamad Nasir beberapa waktu lalu dalam silaturahmi bersama sejumlah elemen Kelompok Cipayung.

Baca : Bogor, Radikalisme Mahasiswa, dan Ketegasan Pemimpin (1)

Nasir pernah menjelaskan bahwa Permenristekdikti 55/2018 itu memberi lampu hijau kepada organisasi ekstra kampus atau organisasi kemsyarakatan dan pemuda (OKP) untuk dapat kembali berkegiatan di kampus. Salah satu pasal krusial dalam Permenristekdikti tersebut adalah, pasal 1 yang berisi, "Perguruan tinggi bertanggungjawab melakukan pembinaan ideologi bangsa, NKRI, UUD dan Bhinneka Tunggal Ika melalui kokurikuler, intrakurikuler, maupun ekstrakurikuler."

Baca : Sering Buat Komitmen Antiradikalisme, Rektor IPB Minim Terobosan

Yayat Dinar selaku alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) berharap jajaran perguruan tinggi harus lebih proaktif menindaklanjuti Permenristekdikti tersebut. Selain itu, jajaran alumni dan berbagai pihak yang berkaitan langsung dengan agenda kebangsaan ini juga diharapkan bisa terlibat langsung.

Yayat yang pernah jadi ketua panitia Festival Rakyat Bogor Bersatu mengatakan animo para alumni untuk memperkuat agenda kebangsaan bisa dikatakan cukup bagus. Untuk itu, potensi-potensi alumni tersebut bisa diwujudkan dalam sejumlah kegiatan yang berkolaborasi dengan masing-masing perguruan tinggi. Bahkan, kolaborasi antaralumni dari berbagai peguruan tinggi juga bisa dilakukan secara bersama.

“Para alumni mempunyai ikatan sejarah dan emosional dengan almamaternya. Silaturhami yang dibangun juga dalam rangka memperkuat agenda kebangsaan dari pihak perguruan tinggi serta para mahasiswa,” ujarnya.

Baca : Susun RPJP, Benarkah IPB Siapkan Generasi Tangguh 2045?

Karim dan Yayat sangat mendukung jika para alumni perguruan tinggi se-Indonesia mulai menginisiasi berbagai aktivitas dalam memperkuat kebangsaan tersebut. Apalagi, ancaman radikalisme di kampus sebenarnya masih saja ada dan belum diatasi dengan baik.

“Masih banyak para pengajar di sebagian besar kampus yang terus menggelorakan paham-paham radikalisme. Militansi mereka itu sangat tinggi dan terus melakukan kaderisasi secara terstruktur dan masif. Jangan sampai rezim ini terlena karena sudah menerbitkan aturan-aturan yang tidak pernah ditindaklanjuti,” tegas Karim.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

KPK Tetapkan Bupati Talaud dan Timses Tersangka Suap Proyek Revitalisasi Pasar

Tak hanya Sri Wahyumi, KPK juga menetapkan Timses Sri Wahyumi bernama Benhur Lalenoh dan seorang pengusaha Bernard Hanafi Kalalo sebagai tersangka.

NASIONAL | 1 Mei 2019

Dua Penyelundup 994 Butir Pil Ekstasi Ditangkap

Petugas Bea Cukai mencokok kedua tersangka yang diketahui sebagai pemesan pil ekstasi.

NASIONAL | 1 Mei 2019

Kalimantan Paling Direkomendasikan Jadi Ibu Kota Negara

Menurut BNPB, risiko alam yang terbesar dari Kalimantan adalah kebakaran hutan yang masih dapat diatasi.

NASIONAL | 1 Mei 2019

Kota Denpasar Perkuat Pelestarian Warisan Budaya

Momentum ini juga harus menjadi tonggak untuk memperkuat warisan budaya sebagai elemen penting pengembangan sektor pariwisata.

NASIONAL | 1 Mei 2019

Posisi Bupati Talaud Sri Akan Diisi Pelaksana Tugas

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menyebut posisi Sri Wahyumi akan diisi pelaksana tugas.

NASIONAL | 30 April 2019

Bupati Talaud Tersangka, KPK Sita Uang Rp 500 Juta

Penyidik KPK membawa barang bukti OTT berupa sejumlah barang mewah serta uang sebesar Rp 500 juta.

NASIONAL | 30 April 2019

Bupati Talaud Ditetapkan Tersangka Kasus Suap

Bupati Kepulauan Talaud Sri Mahyumi Maria Manalip diduga menerima suap terkait pengadaan barang jasa di Kabupaten Talaud tahun anggaran 2019.

NASIONAL | 30 April 2019

Kempora Bantah Imam Nahrawi Mundur

Imam Nahrawi baru saja bersaksi di Pengadilan Tipikor soal kinerja asisten pribadinya pada Kempora Miftahul Ulum dalam kasus suap dana hibah KONI.

NASIONAL | 30 April 2019

BTP Tak Tahu Dijadikan Kandidat Menteri PAN-RB

Rencananya, pekan depan ia akan jalan-jalan mengelilingi negara-negara di Eropa.

NASIONAL | 30 April 2019

Erick Thohir Pimpin PRSSNI

"Empat gagasan ini yang akan menjadi haluan besar yang kemudian akan kita tuangkan menjadi program-program strategis," papar Erick.

NASIONAL | 30 April 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS