Ironi 10 Tahun Pecemaran Minyak di Laut Timor, Korban pun Terlantar
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Ironi 10 Tahun Pecemaran Minyak di Laut Timor, Korban pun Terlantar

Kamis, 22 Agustus 2019 | 08:59 WIB
Oleh : Heriyanto / HS

Jakarta, Beritasatu.com - Ribuan petani rumput laut di Timor Barat, Nusa Tenggara Timur, masih menunggu keadilan dari Pemerintah Federal Australia dan PTTEP Australasia setelah 10 tahun mengalami derita ekonomi, sosial dan kesehatan akibat petaka tumpahan minyak minyak di Laut Timor pada 21 Agustus 2009.

"Sudah satu dekade kasus tumpahan minyak di Laut Timor akibat meledaknya anjungan minyak Montara di Blok Atlas Barat Laut Timor pada 21 Agustus 2009," kata Ketua Peduli Timor Barat Ferdi Tanoni di Kupang.

Namun, kata dia, hingga saat ini, peristiwa yang maha dahsyat itu nyaris tak pernah diurai oleh kedua pemerintahan (Indonesia-Australia) untuk memulihkan kembali derita masyarakat NTT. Tumpahan minyak di perairan barat Australia dan terus menusuk ke perairan Indonesia di Laut Timor itu akibat praktik kilang minyak yang buruk dan kurangnya pengawasan dari Australia. Adapun letak kepala sumur Montara yang meledak itu sekitar 250 km lepas pantai Australia Barat.

Minyak mentah yang dimuntahkan ke Laut Timor selama lebih dari 70 hari berakhir dengan bola api besar di rig Montara. Minyak menyebar sekitar 300.000 km persegi melayang di atas perbatasan laut Australia dan Indonesia. Secara bersamaan, arus dan zat-zat berhaya lainnya ikut menghancurkan komoditas rumput laut yang saat itu lagi berkembang pesat di Timor Barat.

Menurut hasil kajian Peduli Timor Barat, masyarakat pesisir di Timor Barat belum pulih secara ekonomi dari kehancuran pertanian rumput laut yang sering mereka lukiskan dengan sebutan emas hijau, termasuk para nelayan.
"Sudah sepuluh tahun kasus pencemaran Laut Timor ini terjadi, namun sampai sejauh ini nyaris tak ada upaya dari pemerintah Australia maupun Indonesia untuk menyelesaikannya untuk mengakhiri derita yang masih terus mendera masyarakat di wilayah pesisir kepulauan NTT," kata Tanoni, Selasa (20/8)

Dia menegaskan petaka tumpahan minyak itu telah menghancurkan sebuah industri yang menjadi jalan keluar dari kemiskinan. Namun, sejak petaka itu datang melanda, satu generasi anak-anak di wilayah pesisir kepulauan NTT hilang karena tidak berpendidikan. Orang tua mereka tidak mampu lagi mengirim mereka ke sekolah," jelasnya kepada Antara.

Berdiam Diri
Tanoni mengatakan Pemerintah Australia terus duduk dan berdiam diri dan tidak melakukan apa-apa untuk rakyat Timor Barat. Gugatan Class Action atas nama lebih dari 15.000 petani rumput laut Timor saat ini sedang disidangkan di Pengadilan Federal di Sydney dan kemungkinan akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menyelesaikannya.

“Kami menyerukan kepada Pemerintah Australia untuk bertindak dan menyelesaikan masalah yang telah lama berjalan ini serta memerintahkan perusahaan yang berbasis di Thailand, PTTEP, untuk melakukan hal yang benar dan memberikan kompensasi kepada rakyat Timor Barat." ujarnya.

Pembuat film dokumenter "A Crude Injustice" asal Australia Barat Jane Hammond mengatakan bencana Montara diakui sebagai salah satu petaka lingkungan lepas pantai terbesar di Australia dan beberapa orang bahkan tahu tentang insiden tersebut.
"Tumpahan minyak Montara berdiri sebagai kisah peringatan terhadap kurangnya pengawasan peraturan di Australia, dampak jangka panjang dari polusi minyak dan kegagalan perusahaan untuk memberikan kompensasi kepada masyarakat atas kerusakan yang mereka timbulkan" kata Hammond.

Dia melakukan perjalanan ke Timor Barat pada tahun 2015 dan 2016 untuk memfilmkan A Crude Injustice dan tertegun melihat dampak tumpahan minyak ini. "Koresponden saya di wilayah tersebut mengatakan bahwa rumput laut masih belum pulih dan dampak ekonominya masih tetap ada," ujarnya

Dikatakan, selama petaka Montara, otoritas Australia menuangkan 184.000 liter bahan kimia pendispersi minyak ke dalam tumpahan minyak. “Kita tahu dari penelitian di Teluk Meksiko bahwa dispersan ini dapat meningkatkan toksisitas minyak 52 kali. Kami sekarang melihat dampak kesehatan pada orang-orang di Timor Barat yang memiliki kontak dengan laut," ujarnya.




BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

KPK Tahan Jaksa Kejari Surakarta

Satriawan ditahan usai diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait lelang proyek pada Dinas PUPKP Kota Yogyakarta tahun anggaran 2019.

NASIONAL | 22 Agustus 2019

Pilwalkot Surabaya, Nama Birokrat dan Kader NU Mulai Disebut

Sementara parpol sendiri belum mengungkapkan siapa yang akan mereka usung dalam Pilwakot Surabaya 2019.

NASIONAL | 22 Agustus 2019

LSPR Dukung Peningkatan Kompetensi Wartawan

LSPR-Bali dan APRN berkolaborasi dengan LPKW LSPR selenggarakan uji kompetensi wartawan Bali.

NASIONAL | 21 Agustus 2019

AJPKM Dorong Pengelola Jurnal Ilmiah Benahi Kualitas

Asosiasi akan menyelenggarakan workshop percepatan AJPKM bekerja sama dengan Universitas Sahid dan Kemristekdikti.

NASIONAL | 21 Agustus 2019

BNPT: BUMN Tak Boleh Lengah dalam Mengelola SDM

BUMN saat ini cenderung lengah dalam mengelola SDM yang mereka miliki.

NASIONAL | 21 Agustus 2019

Jokowi Dapati NTT Berpotensi Besar Produksi Garam

Presiden Jokowi melihat justru Provinsi NTT memiliki potensi besar produksi garam dengan luas tambak sekitar 21 ribu hektare.

NASIONAL | 21 Agustus 2019

Presiden Diminta Keluarkan Surpres Baru Pembahasan RUU Pertanahan

Presiden telah meminta Wapres Jusuf Kalla untuk membantu mencari jalan penyelesaian RUU Pertanahan.

NASIONAL | 21 Agustus 2019

Menhub Pastikan 3 Angkutan Kapal di Kupang Berjalan Baik

Menhub mengatakan sudah melakukan evaluasi terhadap kapal ternak, perintis dan tol laut.

NASIONAL | 21 Agustus 2019

TNI-Polri Amankan Objek Vital Strategis di Papua

Pada Rabu malam jajaran Polri dan TNI menggelar apel pasukan yang akan melakukan kegiatan patroli di seluruh wilayah Kota Timika.

NASIONAL | 21 Agustus 2019

Kemhub Lakukan Penguatan Pangkalan Penjagaan Laut

Kemhub melakukan penguatan kelembagaan Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai yang tersebar di 5 wilayah di Indonesia.

NASIONAL | 21 Agustus 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS