Polres Cianjur Gagalkan Pengiriman Pekerja Migran Ilegal ke Timur Tengah
INDEX

BISNIS-27 447.461 (-6.35)   |   COMPOSITE 5059.22 (-59.86)   |   DBX 933.73 (-7.01)   |   I-GRADE 135.366 (-2.1)   |   IDX30 427.201 (-7.13)   |   IDX80 111.513 (-1.85)   |   IDXBUMN20 284.629 (-6.37)   |   IDXG30 118.405 (-1.6)   |   IDXHIDIV20 382.903 (-6.43)   |   IDXQ30 125.347 (-2.16)   |   IDXSMC-COM 215.54 (-2.56)   |   IDXSMC-LIQ 243.745 (-4.83)   |   IDXV30 105.043 (-1.69)   |   INFOBANK15 803.622 (-8.33)   |   Investor33 371.182 (-4.92)   |   ISSI 148.056 (-1.95)   |   JII 539.107 (-10.07)   |   JII70 182.679 (-3.16)   |   KOMPAS100 996.599 (-14.96)   |   LQ45 780.316 (-12.34)   |   MBX 1404.61 (-17.5)   |   MNC36 278.843 (-3.77)   |   PEFINDO25 265.576 (-5.11)   |   SMInfra18 242.356 (-5.25)   |   SRI-KEHATI 313.434 (-3.93)   |  

Polres Cianjur Gagalkan Pengiriman Pekerja Migran Ilegal ke Timur Tengah

Minggu, 17 November 2019 | 21:32 WIB
Oleh : HS

Cianjur, Beritasatu.com - Polres Cianjur, Jawa Barat, menggagalkan pengiriman belasan pekerja migran Indonesia (PMI) atau tenaga kerja wanita (TKW) ilegal ke Timur Tengah dari vila di kawasan Cipanas yang disewa pasangan suami istri sebagai tempat penampungan.

"Pasangan suami-istri Agus Sahlan dan Aenun Saadah, kami amankan atas tindak pidana perdagangan orang atau human trafficking. Pelaku akan memberangkatkan belasan korbannya secara ilegal," kata Kapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyatno di Cianjur Minggu (17/11/2019).

Terungkapnya tempat penampungan tersebut setelah pihaknya mendapat laporan warga terkait aktivitas perdagangan orang dengan modus pemberangkatan TKW secara ilegal di kawasan Cianjur utara. "Saat dilakukan penggerebekan ditemukan 15 orang perempuan di dalam rumah yang berasa dari berbagai daerah yang akan diberangkatkan sebagai TKW ke sejumlah negara di Timur Tengah, sedangkan moratorium masih berlaku," katanya.

Pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa kartu identitas korban yang akan digunakan untuk mengurus dokumen pemberangkatan yang diduga palsukan. Bahkan pelaku tidak dapat menunjukkan dokumen yang berkenaan dengan "job desk" calon TKW tersebut.

"Kami masih mendalami dokumen apa saja yang dipalsukan karena moratorium pengiriman TKI (tenaga kerja Indonesia-Red) ke Timur Tengah masih terlarang. Kemungkinan besar semua dokumen dipalsukan untuk memberangkatkan TKI," katanya.

Pihaknya mencatat korban tidak hanya berasal dari Cianjur, namun terdapat dari sejumlah kabupaten lain seperti Karawang, Tangerang, Sukabumi, Cirebon dan Bandung dengan iming-iming diberikan pinjaman Rp3 juta pada awal keberangkatan.

Pelaku akan dijerat dengan Pasal 4 dan 10 Undang-undang, nomor 21/2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda Rp 120.000.000 sampai Rp 600.000.000.

"Mereka mengakali pemberangkatan yang dilakukan tidak terkait dengan perusahaan melainkan secara personal, namun kami akan kembangkan guna mencari perusahaan penyalur atau perusahaannya," kata Juang.

Kustina (37) seorang korban warga kampung Margasari, Kelurahan Margasari, Kecamatan Karawaci-Kota Tangerang, mengatakan sudah berada di penampungan sejak dua pekan terakhir dan dijanjikan akan diberangkatkan akhir bulan ini.

"Karena kebutuhan ekonomi kami terpaksa berangkat ke Timur Tengah untuk berkerja. Kami tahu kalau pemberangkatan masih dilarang, namun berbicara masalah perut apa boleh buat. Saya akan diberangkatkan ke Riyadh," katanya.

Ia menambahkan, sudah diperlihatkan pasrpor asli untuk keberangkatan ke luar negeri, bahkan sebelum berangkat mereka diberikan uang pinjaman Rp3 juta. "Demi keluarga kami memilih bekerja di luar negeri," katanya.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Upacara Adat Appalili Pertanda Musim Tanam di Maros

Appalili mengedepankan gotong royong dan musyawarah mufakat.

NASIONAL | 17 November 2019

Rehabilitasi Hutan dan Lahan Rp 2,7 Triliun Serap Tenaga Kerja

Indonesia perlu menanam 800.000 ha/tahun agar memiliki iklim yang stabil dan sejuk.

NASIONAL | 17 November 2019

Dua Lagi Jenazah Pekerja Migran NTT Tiba di Kupang

Enam jenazah pekerja migran Indonesia yang dipulangkan ke NTT dalam bulan November 2019.

NASIONAL | 17 November 2019

Peran Kagama Dibutuhkan untuk Wujudkan Indonesia Maju

Menurut Jokowi, kecepatan untuk mewujudkan visi sebagai Indonesia Maju tidak hanya ditentukan oleh presiden dan para menteri, tetapi semuanya.

NASIONAL | 17 November 2019

Perbaiki RUU KUHP, Presiden Diminta Bentuk Komite Ahli

Pembentukan komite ahli merupakan salah satu solusi untuk mengatasi persoalan sentral dalam pembahasan RUU KUHP.

NASIONAL | 17 November 2019

ICJR Sebut 3 Isu Mendasar Luput dari Pembahasan RUU KUHP

Ketiga isu tersebut dinilai penting bagi peningkatan investasi dan pembangunan manusia.

NASIONAL | 17 November 2019

Macan Tutul Terkam Petani Hingga Tewas di Sumsel

Terdapat luka cakaran di bagian kepala dan luka agak dalam di leher korban.

NASIONAL | 17 November 2019

Peneliti Muda Undip Raih Medali Emas di Ajang IIIC 2019

Peneliti muda Undip menyajikan penelitian beras analog antidiabetes dari umbi talas dan umbi jalar ungu.

NASIONAL | 17 November 2019

Din Syamsuddin: Agama Harus Jadi Pemecah Masalah Kebangsaan

Setiap agama harus mampu menampilkan paradigma etik bagi pembangunan nasional agar pembangunan tidak salah arah dan hilang mutiara moral.

NASIONAL | 17 November 2019

Polisi Gulung Pencuri Minyak Negara di Areal Chevron

Dalam kejadian yang diungkap sejak Minggu (27/10/2019) itu ada delapan orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

NASIONAL | 17 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS