Setelah 3 Bulan Dibongkar Ombudsman, Pencemaran Sungai Cileungsi Masih Berlanjut
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.23)   |   COMPOSITE 4934.09 (-16.14)   |   DBX 924.804 (3.39)   |   I-GRADE 130.838 (-0.55)   |   IDX30 413.425 (-1.26)   |   IDX80 108.094 (-0.37)   |   IDXBUMN20 272.657 (-3.39)   |   IDXG30 115.379 (0.39)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-2.24)   |   IDXQ30 120.916 (-0.16)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.82)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.83)   |   IDXV30 102.468 (-0.58)   |   INFOBANK15 776.883 (-3.28)   |   Investor33 360.093 (-0.17)   |   ISSI 144.765 (-0.24)   |   JII 523.909 (0.36)   |   JII70 177.568 (-0.12)   |   KOMPAS100 966.07 (-3.19)   |   LQ45 756.376 (-2.2)   |   MBX 1366.8 (-5.86)   |   MNC36 270.277 (-1.09)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.93)   |   SMInfra18 233.321 (-1.32)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-0.74)   |  

Setelah 3 Bulan Dibongkar Ombudsman, Pencemaran Sungai Cileungsi Masih Berlanjut

Minggu, 8 Desember 2019 | 10:10 WIB
Oleh : Heriyanto / HS

Bogor, Beritasatu.com – Pencemaran Sungai Cileungsi sudah berlanjut lama dan nyaris tidak bisa ditangani oleh pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pada akhir Agustus lalu, Ombudsman RI Perwakilan Jakarta melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sungai yang membentang di kawasan Gunung Putri dan Cileungsi, Bogor, tersebut.

Namun, setelah tiga upaya mengangkat persoalan itu ke publik, pencemaran dari sejumlah industri dan limbah pabrik masih meresahkan warga sekitar. Protes dan keluhan warga tentang pencemaran itu masih ada, sedangkan solusi dan tindak lanjut atas pelanggaran hukum dalam pencemaran itu juga belum jelas.

Informasi yang diperoleh SP pada Jumat (6/12) dan Sabtu (7/12) menyebutkan pencemaran tidak saja terjadi pada sungai yang melintas di Kecamatan Cileungsi dan Kecamatan Gunungputri, tetapi hingga ke wilayah Kabupaten Bekasi. Demikian juga berdampak pada pemukiman dan sumber air warga di sekitar industri yang beroperasi.

Salah satu protes terakhir dilakukan sejumlah ibu rumah tangga dan karang taruna di Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi karena terdampak akibat pencemaran sebuah pabrik aluminium, PT TWP. Protes dilakukan pada Rabu (4/12) terhadap pabrik yang beroperasi sejak 2006 lalu dengan membentangkan sejumlah spanduk bertuliskan sejumlah dampak atas pencemaran. Dampak air limbah yang dirasakan adalah sumber air menjadi berwarna kuning yang diduga akibat pewarnaan logam alumunium. “Kami sangat menentang adanya limbah yang timbul dari perusahaan,” kata seorang seorang warga.

Protes yang dilakukan di Desa Dayeuh tersebut adalah satu dari rangkaian upaya yang dilakukan warga sepanjang bantaran Sungai Cileungsi dalam beberapa tahun terakhir.

Pada akhir Agustus lalu, Ombusdman Perwakilan Jakarta menurunkan tim setelah dan menemukan ribuan ekor ikan mati. Pemkab Bogor dan Pemprov Jawa Barat didesak untuk menangani pencemaran tersebut.

"Sidak kemarin (Selasa, 27/8) adalah tindak lanjut dari LAHP (Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan) tahun sebelumnya. Ditemukan bahwa DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Kabupaten Bogor tidak mampu menangani pencemaran lingkungan di sungai tersebut. Kami melakukan monitoring apakah pencemaran ini berkurang atau tidak. Ternyata setelah dilakukan pengecekan, yang ada malah terjadi peningkatan (pencemaran)," kata Kepala Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya, Teguh Nugroho, Rabu (28/8) lalu.

Ombudsman menilai DLH Kabupaten Bogor tak bekerja maksimal karena masih banyak pelanggaran yang ditemukan. Teguh mengatakan air Sungai Cileungsi yang berwarna hitam dan berbau menyengat menyebabkan ekosistem di sungai terganggu. "Ada ratusan ikan sapu-sapu yang mati. Padahal ikan sapu-sapu itu adalah hewan yang tahan terhadap polutan," lanjut dia seperti diberitakan sejumlah media.

Ombudsman sempat memeriksa dua industri yang tidak mengelola limbah mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) dan tak memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang baik. Akibat pencemaran ini, PDAM Bekasi sudah tak bisa mengambil air baku dari Sungai Cileungsi.

Teguh mengatakan DLH Kabupaten Bogor tak mampu memberi hukuman setimpal ke perusahaan-perusahaan yang melakukan pencemaran lingkungan. Tahun lalu, ada 5 perusahaan yang disidang karena terbukti melakukan pencemaran lingkungan. Namun hukuman yang diberikan hanya tindak pidana ringan.

Pada awal Oktober lalu, Bupati Bogor Ade Yasin meninjau dan menelusuri Sungai Cileungsi di Desa Bojongkulur, Kecamatan, Gunungputri, Bogor. Terkait pencemaran ini, Pemkab Bogor juga sudah meminta Pemprov Jabar untuk membantu mengatasinya karena melibatkan sejumlah stakeholder antarkabupaten.

Seperti diketahui, persoalan limbah masih menjadi masalah kronis Sungai Cileungsi sejak industri berkembang pada 2000-an. Perubahan penampilan mulai terjadi pada sungai yang membentang dari Kabupaten Bogor (hulu) hingga Kali Bekasi (hilir), Kota Bekasi di Jawa Barat itu. Limbah industri dari sejumlah korporasi nakal, telah bersemayam dan meracuni air sungai. Puncaknya, dua tahun silam. Gumpalan busa muncul mengalir hingga ke Kali Bekasi. Belakangan ini, air sungai berubah warna menjadi hitam pekat, juga bau yang menusuk hidung.

Atas desakan warga dan aktivis lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor turun tangan dan melakukan uji laboratorium terhadap baku mutu air di Sungai Cileungsi. Hasilnya, sungai tersebut positif terkontaminasi bahan kimia berbahaya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

52% Anak Indonesia Terpengaruh Iklan Digital dalam Berbelanja

Sebanyak 91 persen anak-anak Indonesia memilih ponsel pintar sebagai perangkat pilihannya.

NASIONAL | 8 Desember 2019

Sektor Pengadaan Barang dan Jasa Paling Rawan Dikorupsi

Korupsi sektor pengadaan barang dan jasa sudah dimulai sejak perencanaan.

NASIONAL | 8 Desember 2019

Gus Yaqut: Banser Harus Solid Satu Komando

Jumlah anggota Banser mencapai 7 juta di seluruh Indonesia.

NASIONAL | 8 Desember 2019

Kempora dan Dilo Gelar Pelatihan Peneliti Data di Yogyakarta

Selama tiga hari anak-anak muda yang berasal dari berbagai disiplin ilmu mempelajari teori data science hingga praktek forecasting.

NASIONAL | 7 Desember 2019

Sawit Berkelanjutan Bantu Kendalikan Perubahan Iklim

Skema sertifikasi pengelolaan sawit lestari ISPO yang kini sedang diperbarui, diharapkan bisa mendukung penguatan pengelolaan sawit di Indonesia.

NASIONAL | 7 Desember 2019

Disinyalir Ada Agenda Papua Merdeka pada Peringatan Hari HAM Sedunia

Persoalan utama di Papua saat ini terkait dengan masala pendidikan dan kesehatan yang belum merata dan stabilitas keamanan.

NASIONAL | 7 Desember 2019

Irjen Fakhrizal Diminta Jadi Pemimpin di Sumatra Barat

Di Sumatra Barat, Irjen Fakhrizal dikenal sebagai "Kapolda Ninik Mamak" yang sangat mengayomi masyarakat.

NASIONAL | 7 Desember 2019

Inovasi Perpusnas Jadi Ikon Peradaban dan Ilmu Pengetahuan

Buku ini juga memuat kisah para founding fathers bangsa Indonesia tentang kecintaan membaca buku.

NASIONAL | 7 Desember 2019

BNPB Harapkan Presiden Segera Keluarkan Inpres Penanggulangan Bencana

BNPB mengharapkan Presiden Joko Widodo segera mengeluarkan Inpres terkait kewajiban kabupaten/kota untuk membuat rencana darurat dalam penanggulangan bencana.

NASIONAL | 7 Desember 2019

Pertamina MOR IV Kembangkan Mangrove Edupark untuk Selamatkan Pesisir Semarang

“Penyaluran program CSR ini merupakan bentuk komitmen Pertamina untuk terus melestarikan lingkungan dan memberdayakan masyarakat," tambah Iin.

NASIONAL | 7 Desember 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS