FAO Deklarasikan Indonesia Terserang Wabah ASF
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

FAO Deklarasikan Indonesia Terserang Wabah ASF

Sabtu, 14 Desember 2019 | 07:52 WIB
Oleh : Heriyanto / HS

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pangan PBB (FAO) menyebutkan bahwa Kementerian Pertanian RI telah mengumumkan kematian puluhan ribu babi di Provinsi Sumatera Utara disebabkan oleh wabah African Swine Fever (ASF).

Informasi yang diperoleh dari laman FAO.org yang dipublikasi Jumat (13/12) menyebutkan bahwa pernyataan (declare) tersebut berarti Indonesia termasuk dalam 12 negara yang terserang demam (flu) babi tersebut.

“Kementerian Pertanian telah memberikan konfirmasi soal terjadinya ASF di Provinsi Sumatera Utara pada tanggal 12 Desember 2019,” demikian website FAO dengan tulisan berwarna merah.

Disebutkan bahwa wabah ASF di Indonesia merebak di Sumatera Utara yang disusul dengan kematian ribuan ekor babi. Fenomena kematian babi dalam jumlah banyak tersebut mulai terjadi sejak akhir September lalu. FAO terus berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. Jajaran Kesehatan Hewan juga meminta rekomendasi dari FAO guna mengontrol dan menekan wabah ASF tersebut.

Baca : Perlu Response Cepat Atasi Kolera Babi yang Meluas

“Tim FAO tengah menyusun rencana dan rekomendasi untuk mengontrol ASF di Indonesia,” demikian tulis FAO.
Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumatera Utara mencatat hingga Jumat sebanyak 27.070 ekor babi di Sumut mati akibat virus hog cholera atau kolera babi.

Kepala Balai Veteriner Medan Agustia, Jumat (13/12), mengatakan bahwa kematian ternak babi ini sangat cepat yaitu yang terlapor rata-rata 1.000 - 2.000 ekor per hari. Balai Veteriner Medan sudah menyatakan babi yang mati terindikasi African Swine Fever (ASF), namun Menteri Pertanian hingga saat ini belum menyatakannya (declare).

Dikatakan, virus hog cholera sudah pernah dinyatakan tak lama setelah kematian ribuan babi di Sumut terjadi pada kurun tahun 1993 - 1995. Saat itu, kasusnya juga bermula dari Dairi.

"Berdasarkan ilmunya, ini (babi) kemungkinan akan habis semua. Karena pemain di case ini hog cholera ada, penyakit bakterial ada, ASF juga terindikasi," katanya kepada Antara.

Angka 27.070 babi yang mati tersebut menyebar di 16 Kabupaten yakni di Dairi, Humbang Hasundutan, Deli Serdang, Medan, Karo, Toba Samosir, Serdang Bedagai, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Samosir, Simalungun, Pakpak Bharat, Tebing Tinggi, Siantar dan Langkat. Pihaknya yakin masih ada warga yang tidak melaporkan kematian babinya karena faktor jarak atau lokasi dan menguburnya secara swadaya.

"Enam belas kabupaten/kota itu memang kantong ternak babi atau populasi babi di Sumut," katanya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ini Penyebab Harimau Sumatera Serang Manusia

Menurut Kepala BKSDA Bengkulu, harimau menyerang manusia karena sumber makanannya berkurang dan ruang geraknya terbatas.

NASIONAL | 14 Desember 2019

Paviliun Indonesia Sukses Jalankan Soft Diplomacy Perubahan Iklim

Paviliun Indonesia bisa memberi informasi mendalam tentang apa yang dilakukan dan dicapai Indonesia dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

NASIONAL | 14 Desember 2019

Kolaborasi Aktor di Tapak Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca

Kaltim juga berkomitmen untuk mengimplementasikan pembangunan rendah karbon demi mendukung kesejahteraan masyarakat.

NASIONAL | 14 Desember 2019

Diserang Terduga Teroris di Sulteng, Satu Polisi Tewas

Korban tewas adalah Bharatu Saiful, anggota Satuan Brimob Polda Sulteng.

NASIONAL | 14 Desember 2019

Rhenald Kasali: Mendidik Anak Lebih Rumit dari Doktor

Rhenald Kasali urun rembug dalam buku barunya, Sentra, Inspiring School.

NASIONAL | 14 Desember 2019

Teknologi Harus Dimanfaatkan untuk Sebar Kebaikan

One Day Kebudiluhuran (ODK) bertujuan membantu pemerintah dalam upaya sosialisasi deradikalisasi dan mencegah radikalisme.

NASIONAL | 13 Desember 2019

Dukcapil Tegaskan Tak Ada Pemberian Data NIK

Platform e-KYC bisa mewadahi bank, koperasi, hingga rumah sakit untuk memverifikasi data nasabah dengan menggunakan data Dukcapil.

NASIONAL | 13 Desember 2019

Banjir Kembali Landa Solok Selatan, Ratusan Warga Dievakuasi

Lokasi paling parah terendam banjir masih di Kampung Tarandam, Nagari Pasar Muaralabuh.

NASIONAL | 13 Desember 2019

Turun Gunung, Teroris MIT Tembak Polisi Usai Salat

Korban bernama Bharatu Muhamad Saepul Muhdori anggota Brimob Sulteng yang dikabarkan tewas.

NASIONAL | 13 Desember 2019

Pengamanan Natal-Tahun Baru Libatkan 200.000 Aparat

Menurut Argo sebelum sampai ke Operasi Lilin pada 23 Desember nanti telah ada Operasi Zebra dan operasi rutin lain.

NASIONAL | 13 Desember 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS