Sedimentasi Bendungan, Sawah 400 Ha di Sikka-NTT Kesulitan Air
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Sedimentasi Bendungan, Sawah 400 Ha di Sikka-NTT Kesulitan Air

Minggu, 15 Desember 2019 | 18:13 WIB
Oleh : Heriyanto / HS

Jakarta, Beritasatu.com - Ketersediaan air menjadi salah satu persoalan mendasar untuk pertanian lahan kering atau pengairan secara terbatas di Nusa Tenggara Timur (NTT). Meski sumber air terbatas, pengelolaan aliran air melalui bendungan (waduk) yang sudah ada harus dioptimalkan. Namun, beberapa bendungan skala kecil tidak berfungsi karena sedimentasi (endapan) tanah dan pasir, diantaranya yang terjadi di Magepanda, Kabupaten Sikka, NTT.

Sentra pertanian (sawah) seluas 400 ha di Desa Magepanda, Sikka, mengalami kesulitan air sejak beberapa bulan terakhir. Selain musim kemarau berkepanjangan, saluran irigasi dari Bendungan Liba yang mengairi kawasan penghasil beras tersebut tidak berfungsi dengan baik. Sedimentasi pasir dan tanah sejak empat tahun terakhir menyebabkan bendungan itu tidak berfungsi.

Informasi yang diperoleh SP baru-baru ini menyebutkan bendungan skala kecil yang mengairi sekitar 400 ha sawah di Desa Magepanda itu tidak berfungsi dan hanya menyisahkan sedikit genangan air. Sedimentasi pasir, kerikil dan tanah menyebabkan bendungan itu nyaris rata dengan area penampungan air.

Bahkan, tanah sedimentasi sudah mulai ditumbuhi beberapa jenis tanaman liar. Itu berarti, sudah lama bendungan yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi tersebut tidak berfungsi.
“Bendungan sudah tidak berfungsi sejak beberapa tahun lalu. Padahal, bendungan ini sangat membantu pengairan semua areal sawah sekitar 400 hektare,” kata Kepala Desa Magepanda, Servasius Martinus Mau, Sabtu (14/12).

Menurut Servasius, hamparan sawah yang mencapai 300 ha dan 100 ha dalam jalur tambahan, akhirnya hanya mengantngkan sumber air hujan atau dari mesin pompa. Hal itu menyebabkan hampir seluruh areal persawahan di Magepanda menunda penanaman padi.

Sebelumnya, Abidin yang juga salah satu petani di Magepanda, mengatakan pihaknya saat ini berupaya menggunakan pompa tetapi tidak efektif. Selain biaya operasional mahal, musim kemarau berkepanjangan menyebabkan muka air tanah pun turun. “Ini menyebabkan pompa air pun nyaris tidak berfungsi,” jelasnya.

Direktur Wahana Tani Mandiri (WTM) Wilfridus Keupung yang banyak mendampingi petani di Sikka menyayangkan kondisi bendungan yang tidak berfungsi karena sedimentasi. Hal itu menunjukkan bahwa pemerintah lebih memprioritaskan pembangunan, tetapi minim perawatan. “Sejauh yang kami pantau, sumber air untuk bendungan tersebut masih ada sekalipun sangat terbatas. Sawah seluas 400 ha itu mempunyai dampak besar jika tidak bisa ditanami,” jelasnya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Proper Mendukung Penerapan Industri 4.0

Simpel memudahkan perusahaan untuk melaporkan dan mengelola data lingkungan.

NASIONAL | 15 Desember 2019

Solok Selatan dan Sigi Terkena Imbas Curah Hujan Tinggi

Bencana di Kabupaten Solok Selatan menyebabkan satu korban jiwa karena hanyut terbawa arus. Sedangkan di Kabupaten Sigi, menyebabkan dua korban jiwa.

NASIONAL | 15 Desember 2019

HNW Minta PPATK Ungkap Kepala Daerah Tempatkan Rekening di Kasino

"Jangan hanya dibuat nanggung, tapi buka seterang benderang mungkin sehingga tidak ada yang menjadi tertuduh karena menebak-nebak," ucap HNW.

NASIONAL | 15 Desember 2019

Pemprov Kepri Anggarkan Rp 9,3 M untuk Perbaikan Jembatan Dompak

Dari 234 tiang jembatan itu ada sebanyak 51 yang keropos, kemudian lima tiang lainnya sudah hampir putus.

NASIONAL | 15 Desember 2019

Polda Riau Gagalkan Penyelundupan Bayi Singa Afrika

Agung menegaskan bahwa Polda Riau masih akan memburu pelaku lainnya hingga tuntas.

NASIONAL | 15 Desember 2019

Optimalkan Lahan, Singkong Bisa Jadi Tabungan Petani

Simpan uang Rp 5 juta di bank belum dalam 10 bulan bisa dapat 10 juta.

NASIONAL | 15 Desember 2019

Ditjen Pas: Penyelundupan Narkoba ke Lapas Manfaatkan Drone

Tejo mengatakan guna mencegah hal tersebut, Ditjen PAS akan menambah sarana prasarana teknologi hingga penambahan penjaga tahanan di lapas.

NASIONAL | 15 Desember 2019

Gempa Magnitudo 6,9 di Mindanao Filipina Terasa Hingga ke Sulut

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami.Gempa Magnitudo

NASIONAL | 15 Desember 2019

Jasa Marga Akan Lengkapi Tol Layang Japek dengan Kantong Parkir

Pembangunan kantong parkir di tol layang itu dimungkinkan karena bahu jalannya cukup lebar.

NASIONAL | 15 Desember 2019

Yogyakarta, Surakarta, dan Semarang Akan Dilayani 4 Bandara

Kawasan segi emas Yogyakarta, Solo, dan Semarang akan dilayani empat bandara, yakni Bandara Internasional Yogyakarta, Adi Sutjipto, Adi Soemarmo, dan Ahmad Yani

NASIONAL | 15 Desember 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS