Sistem Drainase Tak Berfungsi, Jakarta pun Banjir
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Sistem Drainase Tak Berfungsi, Jakarta pun Banjir

Kamis, 5 Maret 2020 | 22:30 WIB
Oleh : Heri Soba / HS

Jakarta, Beritasatu.com - Berbeda dengan sikap Pemprov DKI yang awalnya tak mengakui persoalan drainase, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) malah langsung memaparkan banjir di DKI Jakarta mayoritas disebabkan sistem drainase yang tidak berfungsi. Dari hasil survei PUPR, hanya 35 persen yang disebabkan oleh luapan sungai.

"Dari 83 lokasi banjir yang kami survei di DKI Jakarta, kami memperoleh 71 titik banjir disebabkan oleh drainase yang tidak berfungsi. Banjir tanggal 25 Februari lalu yang disebabkan sungai itu hanya sekitar 35 persen. Dibandingkan banjir yang disebabkan oleh drainase, itu lebih tinggi, yakni sekitar 65 persen," kata Kasubdit Perencanaan Direktorat Sungai dan Pantai PUPR Bambang Heri Mulyono dalam konferensi pers "Penanggulangan Bencana" di Graha BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta, Jumat (28/2/2020) lalu.

Hal serupa, kata Bambang, juga terjadi pada banjir Minggu (23/2/2020). Persentase drainase yang tersumbat sekitar 86 persen dan persentase paling rendah akibat sungai yang meluap. "Pada 23 Februari banjir yang disebabkan sungai itu sekitar 13-14 persen dibandingkan banjir yang disebabkan drainase, yakni 86 persen," katanya.

Namun, kata Bambang, pada banjir awal tahun, persentase drainase dan air sungai yang meluap berada pada posisi seimbang. Saat itu kondisi Bendung Katulampa dan Pintu Air Manggarai berada di siaga I. "1 Januari status Bendung Katulampa siaga I dan Manggarai siaga I. Karenanya, persentase banjir sungai dan banjir disebabkan drainase itu separuh-separuh," ujarnya.

Dia mengimbau agar setiap rumah membuat sumur resapan untuk menahan air hujan yang turun. "Kita perlu membuat sumur resapan. Kita bayangkan saja setiap rumah tangga bisa menahan air hujan sebanyak 1-2 meter kubik, betapa banyak aliran tengah yang bisa tertahan," katanya.

Setidaknya ada tiga konsep besar penanganan banjir yang ditawarkan PUPR. Pertama, di hulu PUPR membuat air untuk lebih lama ditahan dengan memperhatikan kapasitas air dengan waduk dan kolam retensi. Kemudian di bagian tengah membuat sumur resapan, lalu konsep hilir dengan mempercepat laju air hingga ke laut. Cara untuk mempercepat laju air ialah dengan menggalakkan normalisasi dan dengan membangun sodetan.

Sebelumnya diberitakan, Jakarta diguyur hujan deras hingga membuat beberapa wilayah banjir. "Ini kondisi sudah siaga satu semua, sungai limpas (luber) semua. Jadi kebetulan air pasang juga, lagi naik. Nah, pukul 11.00 WIB ini baru pada turun," kata Kadis Sumber Daya Air DKI Jakarta Juaini Yusuf di Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Jakarta kembali dilanda banjir pada 25 Februari lalu. Setidaknya, ada 294 RW yang terendam banjir serta perkiraan warga yang mengungsi saat itu ialah sebanyak 12 ribu warga.

Survei Kementerian PUPR soal drainase diatas terkonfirmasi dengan fakta yang ditemukan DPRD DKI Jakarta. Salah satu temuan dari inspeksi mendadak (sidak) DPRD sangat terkait dengan draianse.

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengatakan, pihaknya melihat fakta bahwa bak kontrol saluran air di Jakarta bermasalah. Ia memberi contoh di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. "Kepala Dinas Bina Marga mengatakan dari semua trotoar bak kontrolnya bisa dibuka. Tapi kenyataannya sulit dibuka," ujar Prasetyo, Senin (24/2/2020).

Dari hasil sidak di kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada Minggu (23/2/2020), terlihat jelas ada masalah drainase di Jakarta. Sidak dilakukan setelah ada laporan warga bahwa saluran airnya tersumbat hingga rumahnya terendam banjir.

"Saat tutup bak kontrolnya dibuka ternyata ditemukan bahwa saluran banyak sisa -sisa beton. Ini bukannya jadi baik malah merusak," kata Prasetyo.

Kondisi yang sama juga terjadi pada banjir di terowongan (underpass) Kemayoran, Jakarta Pusat. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC) Bambang Hidayah, menilai drainase wilayah Kemayoran perlu dievaluasi. "Sistem drainasenya juga perlu dikaji ulang dan di underpass perlu disiapkan pompa dengan kapasitas besar," kata Bambang belum lama ini.

Evaluasi drainase Kemayoran, lanjut Bambang, bisa dilakukan pemerintah pusat bersama-sama dengan Pemprov DKI. Drainase yang ada sekarang ini dianggap tidak mampu menampung tingginya debit air. Pihaknya meyakini underpass Kemayoran rentan banjir akibat dangkalnya Waduk Kemayoran serta Sungai Sentiong. Sistem drainase di wilayah tersebut mengalir ke Waduk Kemayoran, kemudian ke rawa-rawa sebelum masuk ke Sungai Sentiong.

Sekalipun begitu, langkah mengeruk Waduk Kemayoran maupun Sungai Sentiong tidak cukup untuk menangkal banjir. Selain dibutuhkan pompa, kapasitas drainase juga perlu dikaji.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Banjir Jakarta, Antrean Air, dan Drainase

Banjir di Jakarta terjadi karena adanya antrean masuk air hujan ke saluran.

NASIONAL | 5 Maret 2020

Dibuka Layanan Perpanjangan Visa Darurat bagi Turis Tiongkok di Bali

Diperkirakan jumlah turis asal Tiongkok masih bertahan di Bali mencapai seribu lebih.

NASIONAL | 5 Maret 2020

Dampak Virus Corona, Ribuan Warga Tiongkok Ajukan Izin Tinggal Terpaksa

Terkait mewabahnya virus corona, Ditjen Imigrasi Kemkumham telah memberikan Izin Tinggal Terpaksa kepada 2.643 warga negara Tiongkok.

NASIONAL | 5 Maret 2020

Mahfud MD: Penimbunan Masker Termasuk Kejahatan Ekonomi

Mahfud meminta polisi untuk menangkap para pelaku yang melakukan kejahatan penimbunan masker.

NASIONAL | 5 Maret 2020

Kemdag Susun Strategi Wujudkan Program Prioritas Pemerintah

Untuk melaksanakan program prioritas Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin pada 2020-2024, Kemdag telah menyusun sejumlah strategi.

NASIONAL | 5 Maret 2020

Mabes Polri: Penyebar Identitas Pasien Corona Bisa Dipidana

Mabes Polri menegaskan, data pasien tidak boleh diberikan kepada sembarangan orang sesuai dengan UU Nomor 44 Tahun 2009.

NASIONAL | 5 Maret 2020

Cegah Virus Corona, 156 Pasien Dalam Pengawasan

Kategori PDP dibuat karena banyaknya laporan pasien suspect corona dengan gejala tidak terlalu berat.

NASIONAL | 5 Maret 2020

Dewan Pengawas Rampung Susun Kode Etik KPK

Penyusunan dan penetapan kode etik merupakan tugas Dewas KPK yang diatur dalam Pasal 37 B huruf c UU nomor 19 tahun 2019.

NASIONAL | 5 Maret 2020

Polri Tangkap 30 Orang Penimbun Masker dan Penyebar Hoax Virus Corona

Ada 17 kasus yang ditangani jajaran Polri seindonesia dalam operasi terhadap penimbun masker dan hand sanitizer serta hoaks terkait virus corona.

NASIONAL | 5 Maret 2020

Kemdag Siap Sederhanakan Regulasi Ekspor dan Impor

Kemdag siap melakukan penyederhanaan regulasi dan prosedur ekspor dan impor dalam akselerasi peningkatan ekspor, sekaligus memperkuat pasar dalam negeri.

NASIONAL | 5 Maret 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS