Apindo Ingin Pemerintah Kaji Ulang Harga Energi
INDEX

BISNIS-27 503.107 (8.47)   |   COMPOSITE 5679.25 (80.67)   |   DBX 1039.52 (14.71)   |   I-GRADE 166.189 (3.47)   |   IDX30 492.322 (9.09)   |   IDX80 129.082 (2.66)   |   IDXBUMN20 363.759 (7.86)   |   IDXG30 133.243 (2.59)   |   IDXHIDIV20 440.08 (10.13)   |   IDXQ30 143.762 (2.86)   |   IDXSMC-COM 242.127 (2.51)   |   IDXSMC-LIQ 293.644 (5.57)   |   IDXV30 123.61 (3.35)   |   INFOBANK15 979.67 (10.23)   |   Investor33 423.592 (6.88)   |   ISSI 165.745 (2.98)   |   JII 604.859 (14.26)   |   JII70 207.745 (4.44)   |   KOMPAS100 1155.02 (20.8)   |   LQ45 903.46 (17.32)   |   MBX 1578.72 (22.44)   |   MNC36 316.411 (5.51)   |   PEFINDO25 310.113 (3.58)   |   SMInfra18 286.549 (5.46)   |   SRI-KEHATI 362.507 (5.51)   |  

Apindo Ingin Pemerintah Kaji Ulang Harga Energi

Minggu, 31 Mei 2020 | 11:06 WIB
Oleh : HS

Jakarta, Beritasatu.com - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menginginkan pemerintah agar bisa mengkaji ulang harga BBM industri, listrik dan gas yang dibebankan kepada dunia usaha saat ini mengingat besarnya dampak pandemi terhadap kondisi perekonomian nasional.

"Tingginya harga sejumlah komoditas tersebut dinilai sangat memberatkan dunia usaha, ditambah lagi dengan melemahnya perekonomian nasional akibat dampak pandemi Covid-19," kata Ketua Umum Apindo, Hariyadi B. Sukamdani dalam pernyataanya di Jakarta, Minggu (31/5/2020).

Menurut Hariyadi Sukamdani, pemerintah diharapkan bisa menurunkan harga sejumlah komoditas BBM, listrik, dan gas di tengah kondisi perekonomian Indonesia yang lesu.

Selain itu, ujar dia, pandemi yang melanda saat ini dinilai telah menurunkan daya saing industri nasional lantaran permintaan barang baik di dalam negeri maupun transaksi ekspor juga menurun.

"Tingginya harga BBM di Indonesia sebagai bahan baku utama industri menjadikan rendahnya daya saing bagi industri nasional. Terlebih harga minyak dunia juga telah mengalami penurunan di bawah 20 dolar AS per barel di tengah pandemi Covid-19," ujarnya.

Hariyadi menambahkan Apindo memandang pentingnya memastikan keberlangsungan usaha di tengah terpuruknya perekonomian saat ini akibat Covid-19.

Ia berpendapat bahwa keberlangsungan usaha dapat diupayakan, salah satunya dengan menurunkan harga BBM industri sebagai efisiensi produksi.

Apindo menyoroti tarif premium listrik yang dibebankan secara penuh kepada dunia usaha, sementara sejumlah industri saat ini belum beroperasi 100 persen sehingga diusulkan adanya penghapusan biaya premium-rekening minimum pemakaian listrik 40 jam menyala, termasuk untuk pelanggan industri premium 235 jam yang menyala selama masa pandemi.

Apindo juga mengusulkan penghapusan mekanisme tagihan minimum gas oleh PGN, yang akan sangat meringankan beban biaya industri, mendapatkan fleksibilitas untuk membayar energi sesuai dengan konsumsi gas yang mengikuti pemakaian dalam proses manufaktur.

Selain itu, diusulkan pula penundaan pembayaran 50 persen tagihan PLN hingga Desember 2020 dengan jaminan cicilan berupa giro mundur selama 12 bulan, serta penghapusan denda keterlambatan.

Terkait dengan gas, Apindo mendorong pemerintah untuk segera mengimplementasikan penurunan harga gas bumi tertentu di titik serah pengguna gas bumi untuk seluruh sektor industri menjadi harga 6 dolar AS/per mmbtu dengan nilai kurs dolar AS setara dengan Rp 14.000.

Saat ini, lanjutnya, hanya sebanyak tujuh sektor industri yang bisa mendapatkan harga 6 dolar/mmbtu tersebut, sebagian besar industri masih membayar dengan harga yang jauh lebih mahal dari harga tersebut.

"Pengenaan tagihan gas seharusnya juga disesuaikan dengan konsumsi industri, bukan kontrak yang berlaku. Kami pun berharap pemerintah membebaskan biaya minimum untuk gas karena industri saat ini mengalami kesulitan yang luar biasa di masa pandemi Covid-19," ucapnya.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Warga Bisa Tukar Bansos Jika Terima Produk Kurang Bagus

Pepen menegaskan bahwa pemerintah akan tetap menjaga bansos yang diberikan berkualitas dan sesuai standar kualifikasi beras premium.

NASIONAL | 31 Mei 2020

Pemerintah Diminta Penuhi Kebutuhan Perangkat Belajar Daring

Kemampuan orang tua siswa menfasilitasi kebutuhan pembelajaran daring menjadi masalah utama, terutama di wilayah perdesaan dan pedalaman.

NASIONAL | 31 Mei 2020

Rian D'Masiv Beri Kejutan untuk Relawan Medis Wisma Atlet

Memberi kejutan bernyanyi untuk para relawan, tenaga medis, dan pasien.

NASIONAL | 31 Mei 2020

Tidak Semua Penanganan Teroris Butuh Kekuatan Militer

Bantuan militer tidak dibutuhkan manakala kepolisian masih mampu mengatasi gangguan terorisme.

NASIONAL | 31 Mei 2020

Lima Tips Penting Hadapi Era Normal Baru

Olahraga penting dilakukan untuk menjaga badan tetap sehat.

NASIONAL | 31 Mei 2020

Masuki New Normal, Skema Ibadah di Gereja Disiapkan

Ke depan, gereja GPIB dapat melayani ibadah secara langsung atau daring kepada jemaat.

NASIONAL | 31 Mei 2020

Kodim Belitung dan Nagan Raya Motivasi Petani Tanam Singkong

Panen singkong sekitar 30 ton per hektare menjadi sumber penghasilan baru masyarakat.

NASIONAL | 31 Mei 2020

Dukung New Normal, Bos Juragan 99 Trans Berharap Sektor Wisata Membaik

Dia berharap ada titik temu antara pengusaha hotel, lokasi wisata, dan pengusaha angkutan wisata.

NASIONAL | 30 Mei 2020

Ini Aturan New Normal dari Kementerian Dalam Negeri untuk Pemda

Mendagri mengeluarkan aturan normal baru (new normal) dalam menghadapi virus corona atau Covid 19.

NASIONAL | 30 Mei 2020

MRP Apresiasi Kinerja Billy Mambrasar untuk Tanah Papua

Billy Mambrasar merupakan sosok representasi Papua yang memberikan banyak inspirasi bagi anak muda Papua.

NASIONAL | 30 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS