Waspadai Kemungkinan Serangan Flu Babi pada Manusia
INDEX

BISNIS-27 447.922 (0.22)   |   COMPOSITE 5096.45 (-4.63)   |   DBX 966.383 (0.26)   |   I-GRADE 139.404 (0.54)   |   IDX30 427.333 (0.82)   |   IDX80 113.424 (-0.07)   |   IDXBUMN20 292.954 (-1.76)   |   IDXG30 119.109 (0.49)   |   IDXHIDIV20 379.033 (0.39)   |   IDXQ30 124.381 (0.25)   |   IDXSMC-COM 220.154 (-1.19)   |   IDXSMC-LIQ 258.539 (-0.54)   |   IDXV30 108.161 (-0.91)   |   INFOBANK15 830.634 (2.07)   |   Investor33 372.738 (0.67)   |   ISSI 150.924 (0.03)   |   JII 548.46 (1.53)   |   JII70 187.38 (0.16)   |   KOMPAS100 1019.47 (0.03)   |   LQ45 787.196 (1.37)   |   MBX 1409.36 (-1.53)   |   MNC36 279.413 (0.25)   |   PEFINDO25 280.307 (-3.18)   |   SMInfra18 241.86 (0.29)   |   SRI-KEHATI 315.824 (0.31)   |  

Waspadai Kemungkinan Serangan Flu Babi pada Manusia

Kamis, 2 Juli 2020 | 10:39 WIB
Oleh : HS

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Kesehatan (Kemkes) RI mewaspadai kemungkinan serangan flu babi pada manusia dengan terus melakukan surveilans untuk mendeteksi setiap kemungkinan yang dapat terjadi di masa depan.

"Jadi surveilans kita masih jalan untuk memantau kemungkinan mengenai hal itu. Untuk mendeteksi kemungkinan kasus pada orang atau petugas, pekerja yang bekerja di peternakan (peternakan babi). Itu sebenarnya ranahnya Kementerian Pertanian (Kemtan)," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor Kemkes Siti Nadia Tarmizi, Kamis (2/7/2020).

Ia menyampaikan hal itu merespons laporan dari ilmuwan Tiongkok tentang galur baru virus influenza G4 EA H1N1 yang dikabarkan berpotensi menular dari hewan ke manusia (zoonosis).
Selain melakukan surveilans, katanya, Kemkes memiliki tugas dan fungsi menginformasikan kemungkinan penemuan kasus pada orang yang sakit flu pada satu populasi tertentu, misalnya pada pekerja di peternakan babi.

"Kemudian oleh Puskesmas bersama Dinas Peternakan sama-sama melakukan kajian epidemiologi kalau di suatu daerah mungkin ada," katanya.

Namun, lanjutnya, sampai saat ini, baik Kemtan maupun Kemkes belum menemukan potensi serangan flu babi galur baru tersebut, baik pada hewan maupun potensi penularannya dari hewan ke manusia. "Kita belum ada laporan seperti itu," katanya.

Nadia mengatakan virus tersebut pada dasarnya merupakan self limiting desease atau penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya dan sudah dinyatakan sebagai flu biasa di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Vaksinnya pada hewan juga sudah ada.

"Vaksinnya sudah ada. Jadi ya pertama vaksin hewan, karena flu babi, influenza pada hewan itu tentu sudah ada vaksin. Kemudian vaksin pada manusia, kalau memang diperlukan. Sebenarnya (untuk pencegahan) standarnya sama, cuci tangan, melakukan praktik-praktik untuk pencegahan dan sebagainya," kata dia.

Dia menegaskan kuncinya adalah surveilans dan harus dipastikan tetap berjalan agar tidak terlalu jadi masalah. “Karena sampai saat ini belum ada kasus. Artinya, kita melihat kasus pada manusianya belum ada laporan. Tapi kasus pada hewannya juga kita tidak mendapat laporan dari Kemtan," kata Nadia.

Sebelumnya, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan menjelaskan bahwa virus flu babi (swine flu) berbeda dengan virus demam babi Afrika atau African swine fever (ASF).

"Kasus penyakit pada babi yang ada di Indonesia pada saat ini adalah ASF dan bukan flu babi," kata Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan I Ketut Diarmita di Jakarta, Rabu (1/7/2020).



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Surat Jokowi Agar Mempercepat Penyelesaian Pencemaran Laut Timor

Menjaga hubungan baik bukan berarti mendiamkan persoalan yang ada.

NASIONAL | 2 Juli 2020

Soal Venue Piala Dunia, PSSI Diminta Terus Koordinasi dengan FIFA

Koordinasi ini dibutuhkan karena Kempupera membutuhkan waktu untuk pengerjaan dan persiapan administrasi.

NASIONAL | 2 Juli 2020

RDP dengan Komisi X, Kempora Usulkan Tambahan Anggaran Rp 1,7 Triliun

Sesmenpora Gatot S Dewa Broto menyatakan penambahan anggaran Rp 1,7 triliun ini akan disetujui oleh Banggar.

NASIONAL | 2 Juli 2020

Jokowi Tunjuk Menpora Sebagai Ketua INAFOC Piala Dunia U-20 2021

Presiden Jokowi telah menunjuk Menpora Zainudin Amali sebagai Ketua INAFOC untuk menyukseskan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 nanti.

NASIONAL | 2 Juli 2020

Ini Respons Mendes Soal Ancaman Reshuffle

Mendes Abdul Halim Iskandar menyatakan dirinya memilih untuk fokus bekerja menyelesaikan tugasnya sesuai dengan arahan Presiden Jokowi.

NASIONAL | 2 Juli 2020

14 PTN Terapkan Zona Integritas Bebas Korupsi

Tercatat pada 2020 ada 14 Perguruan Tinggi Negeri yang didorong untuk melaksanakan pembangunan zona integritas.

NASIONAL | 2 Juli 2020

Banten Keluar dari 10 Besar Kasus Positif Covid-19

Provinsi Banten keluar dari 10 besar kasus positif Covid-19. Saat ini Banten berada di posisi ke-11 dengan jumlah kasus 1.466.

NASIONAL | 1 Juli 2020

UBSI Sediakan Beasiswa bagi Youtuber

Program beasiswa talenta telah memasuki gelombang kedua, dan akan berakhir pada 5 Juli 2020.

NASIONAL | 1 Juli 2020

Mendikbud Ajak Nahdlatul Ulama Berkolaborasi Bangun Pendidikan

Perlu kerja sama dengan berbagai pihak dalam membangun pendidikan nasional, khususnya dengan besarnya cakupan pendidikan yang ada di Indonesia.

NASIONAL | 1 Juli 2020

Luncurkan Kampanye #KitaJanganMenyerah, Amartha Dukung Kebangkitan Ekonomi Desa

Kampanye ini memberikan edukasi dan inspirasi untuk mendukung usaha mikro perempuan di desa dalam menyambut new normal.

NASIONAL | 1 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS