Penolakan Menguat, Ancol Sebut Perluasan Bukan Reklamasi
INDEX

BISNIS-27 426.538 (7.46)   |   COMPOSITE 4842.76 (69.8)   |   DBX 923.5 (3.46)   |   I-GRADE 127.867 (2.29)   |   IDX30 404.318 (7.37)   |   IDX80 105.647 (1.88)   |   IDXBUMN20 263.312 (7.44)   |   IDXG30 113.239 (1.72)   |   IDXHIDIV20 361.834 (6.55)   |   IDXQ30 118.461 (2.16)   |   IDXSMC-COM 206.934 (2.4)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (3.66)   |   IDXV30 99.778 (2.04)   |   INFOBANK15 760.318 (19)   |   Investor33 353.585 (6.67)   |   ISSI 142.238 (1.59)   |   JII 514.346 (5.58)   |   JII70 174.038 (2.42)   |   KOMPAS100 945.162 (17.43)   |   LQ45 740.002 (13.25)   |   MBX 1338.07 (21.42)   |   MNC36 264.409 (4.88)   |   PEFINDO25 251.635 (5.6)   |   SMInfra18 228.656 (3.16)   |   SRI-KEHATI 297.818 (5.94)   |  

Penolakan Menguat, Ancol Sebut Perluasan Bukan Reklamasi

Kamis, 9 Juli 2020 | 07:38 WIB
Oleh : HS

Jakarta, Beritasatu.com – Gelombang penolakan terkait rencana reklamasi kawasan Ancol dengan total luas 155 hektare (ha) terus menguat dari berbagai kelompok masyarakat. Terakhir, aksi bakar ban meramaikan demonstrasi puluhan pemuda dan mahasiswa di depan gerbang Ancol Barat, Jakarta Utara dengan agenda utama penolakan reklamasi Ancol, Rabu (8/7) petang. Masa aksi yang tergabung dalam Gerakan Nasional Tolak Reklamasi (Gentar) itu memaksa masuk ke Taman Impian Jaya Ancol.

"Masyarakat Jakarta harus menelan kekecewaan, karena gubernur pilihan rakyat, Anies Baswedan mengingkari janji," tegas koordinator aksi, Mahameru.

Masa aksi menuntut tiga hal kepada pihak pengelola Ancol yakni tolak reklamasi Ancol, tangkap dan periksa komisaris Ancol serta kekecewaan terhadap Anies Baswedan yang dinilai sebagai pembohong.

Sebelum mengelar aksi di gerbang barat, massa juga menyuarakan pendapatnya di depan puluhan aparat kepolisian dan TNI yang berjaga di depan gerbang timur Ancol.

Masa membubarkan diri sekitar pukul 17.30 WIB dengan pengawalan puluhan aparat gabungan.
Sementara itu, BUMD DKI PT Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta membantah bahwa tanah buangan hasil galian proyeknya selama ini digunakan untuk kepentingan reklamasi kawasan Taman Impian Jaya Ancol.

Secara terpisah, Manajemen PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk menolak proyek perluasan kawasan Ancol seperti tertera dalam SK Gubernur DKI Jakarta Nomor 237 Tahun 2020 disebut sebagai proyek reklamasi.

"Ini perluasan daratan. Kan nempel darat," kata Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Teuku Sahir Syahali usai rapat kerja dengan Komisi B di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu.

Diketahui, Ancol mendapatkan izin perluasan kawasan dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan rincian 120 hektare untuk wilayah Ancol Timur dan 35 hektare untuk wilayah Dufan.

Dalam rapat kerja tersebut, sejumlah anggota Komisi B sempat mendebatkan istilah reklamasi dalam izin perluasan kawasan Ancol.

Menurut salah satu anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak, perluasan daratan dengan penambahan tanah kerukan tetap disebut reklamasi.

Anggota Komisi B lainnya, Hasan Basri Umar dari Fraksi Nasdem menilai bahwa perluasan daratan ini tidak perlu diasumsikan sebagai reklamasi karena akan menimbulkan polemik.

Teuku Sahir juga mengakui proses pengembangan dengan perluasan daratan tersebut dilakukan bertahap. Dan saat ini pihaknya akan melakukan berbagai kajian yang belum dilakukan seperti analisis dampak lingkungan (amdal) soal perluasan lahan seluas 155 hektare tersebut.

"Tahapan-tahapan berikutnya kita akan lakukan kajian-kajian, kajian amdal. Kajian amdal belum karena amanah dari diktum SK Gubernur DKI itu harus melakukan kajian," ujar Sahir.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

KPK Sita Uang Tunai Terkait Suap Pasutri Bupati-Ketua DPRD Kutai Timur

Tim penyidik menyita sejumlah dokumen proyek catatan penerimaan uang hingga uang tunai.

NASIONAL | 9 Juli 2020

Jaga Stabilitas Produksi Cabai, BMKG Adakan Sekolah Lapang Iklim

Naik turunnya harga cabai selalu dipengaruhi oleh musim.

NASIONAL | 7 Juli 2020

Beri Kesempatan Anak Papua Maju

Para guru menemukan ketulusan orang tua dan murid-murid, yang selalu bersuka cita dan saling mengasihi.

NASIONAL | 8 Juli 2020

Yasonna Bawa Pulang Buronan Pembobol BNI Rp 1,7 Triliun dari Serbia

Kunjungan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H Laoly bersama delegasi Indonesia ke Serbia sejak Sabtu (4/7/2020) lalu membawa kabar mengejutkan

NASIONAL | 8 Juli 2020

PPDB Online Lewat Jalur Zonasi di Sumut Akan Dievaluasi

Evaluasi PPDB di Sumut ini akan dievaluasi supaya kuota yang disediakan untuk SMA Negeri bisa dipenuhi.

NASIONAL | 8 Juli 2020

Mahfud: Cepat atau Lambat Djoko Tjandra Pasti Tertangkap

Mahfud menyebut semua institusi, terutama Kejagung dan Polri bertekad untuk mencari dan menangkap Djoko Tjandra.

NASIONAL | 8 Juli 2020

Polres Mukumuko Amankan Ratusan Kayu Balok Ilegal

Polres Mukomuko saat ini masih mengejar pemodal pembalakan kayu liar di kawasan hutan produksi Pondok Suguh.

NASIONAL | 8 Juli 2020

Memerdekakan Papua dari Ketertinggalan

Pengalaman mengajar di pedalaman, para guru belajar untuk lebih mencintai murid-muridnya.

NASIONAL | 8 Juli 2020

Jelang Normal Baru, Ini Cara Mendes Revitalisasi BUMDes

Beberapa langkah revitalisasi BUMDes termasuk pemberian nomor registrasi, serta percepatan digitalisasi BUMDes.

NASIONAL | 8 Juli 2020

KPK Cecar Dirut PT PAL soal Aliran Dana Korupsi PT Dirgantara Indonesia

Dirut PT PAL Indonesia Budiman Saleh diperiksa penyidik sebagai saksi kasus dugaan korupsi penjualan dan pemasaran pesawat di PT Dirgantara Indonesia.

NASIONAL | 8 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS