Pandemi Covid-19 Bukan Kesempatan Tidak Bayar Utang
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Pandemi Covid-19 Bukan Kesempatan Tidak Bayar Utang

Senin, 13 Juli 2020 | 11:27 WIB
Oleh : Heriyanto / HS

Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi Covid-19 berdampak luas dalam berbagai aspek dan aktivitas dunia usaha. Untuk itu diambil sejumlah langkah guna meringankan dampak berkepanjangan, seperti restrukturisasi utang, penundaan pembayaran/cicilan, keringanan bunga, dan beberapa kebijakan lainnya. Namun, wabah corona jangan dijadikan kesempatan untuk tidak membayar kewajiban utang yang telah dibuat.

Demikian salah satu benang merah dalam webinar pekan lalu yang digelar Asosiasi Perusahaan Pemboran Minyak, Gas dan Panas Bumi Indonesia (APMI). Webinar bertema Strategi dan Tata Cara Penagihan Hutang dalam Hukum Indonesia menampilkan praktisi hukum Robertus RLT yang diikuti puluhan anggota APMI dan beberapa perusahaan multifinance.

APMI adalah satu-satunya wadah dari semua perusahaan nasional kontraktor pemboran minyak, gas dan panas bumi di seluruh Indonesia yang saat ini dipimpin Wargono Soenarko.

Robertus menegaskan bahwa aktivitas dunia usaha sangat berdampak akibat pandemi Covid-19. Demikian juga utang piutang merupakan hal yang lumrah dalam berbisnis dan ikut terkena imbas sehingga membutuhkan keringanan atau restrukturisasi. Hal itu tentu perlu disepakati oleh para pihak terkait sesuai dengan aturan yang berlaku.

Namun, kata Robertus, pandemi Covid-19 jangan sampai dijadikan kesempatan untuk tidak membayar kewajiban utang. Apalagi, utang tersebut sebenarnya sudah dibuat jauh sebelum wabah corona muncul.

“Ada beberapa pihak yang diindikasi lari dari tanggung jawab membayar utang dan bersembunyi di balik pandemi Covid-19. Tentu harus dilihat case by case dan tidak bisa disamaratakan begitu saja. Kewajiban dan kesepakatan yang dibuat harus tetap dipenuhi,” tegas Robertus.

Dalam kesempatan itu, Robertus membagikan sejumlah cara dan teknik untuk menagih utang sebagai konsekuensi bisnis yang sudah disepakati. Hal itu dimaksukan agar persoalan utang yang macet berkepanjangan bisa dicarikan jalan keluar dan menjadi solusi bersama antara kreditur dan debitur.

Dalam kesempatan itu, Prasetyo dari Bussan Auto Finance menanyakan beberapa hal terkait dengan tagihan dan jaminan fidusia. Sebagai informasi, sejumlah perusahaan multifinance sangat terdampak akibat pandemi Covid-19 karena banyak tagihan atau cicilan yang tertunda.

Menurut Robertus, sejak sertifikat jaminan fidusia terbit maka hak kepemilikan obyek terkait berada pada pihak perusahaan multifinance. Hal tersebut kadang menjadi simpang siur karena pemahaman yang masih keliru terkait dengan jaminan fidusia tersebut.

Seperti diketahui, sejak Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan perkara pengujian Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia (UUJF) pada pertengahan Januari 2020 lalu, pemahaman berbagai aspek tentang fidusia ternyata belum utuh.

“Belum semua dipahami secara utuh tentang putusan MK terkait fidusia. Ini yang harus diperjelas sehingga tidak ada yang dirugikan, baik debitur, kreditur atau pihak terkait lainnya,” kata Robertus.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kendalikan Covid-19, Jokowi Minta Masifkan 3T di 8 Provinsi

Presiden Jokowi juga meminta jumlah peralatan PCR test harus ditingkatkan dengan menambah jumlah laboratorium di daerah dan mobile laboratorium PCR.

NASIONAL | 13 Juli 2020

Tahun Ajaran Baru, 400.000 Siswa SMA Sederajat di Jatim Ikuti MPLS Daring

"Saya harap para siswa tetap bisa memulai tahun ajaran baru ini dengan semangat dan gembira meski dalam situasi yang masih darurat kesehatan ," ujar Khofifah.

NASIONAL | 13 Juli 2020

Tes Swab Kedua, 98 Personel Secapa TNI AD Negatif Covid-19

Dengan demikian, total pasien positif Covid-19 di Secapa AD hingga Senin (13/7/2020) pagi sebanyak 1.182 orang.

NASIONAL | 13 Juli 2020

Jokowi Prihatin Jumlah Kasus Positif Covid-19 Masih Tinggi

Jokowi meminta penanganan pandemi Covid-19 harus dilakukan evaluasi. Harus ada tindakan yang cepat untuk mengendalikan kenaikan kasus positif Covid-19.

NASIONAL | 13 Juli 2020

SMC 4.0 Online Wadah Kompetisi Anak untuk Terus Berprestasi di Tengah Pandemi

Kegiatan SMC ini dimaksudkan agar semakin banyak anak anak yang senang dan selalu bersemangat serta terbiasa mengikuti kompetisi matematika.

NASIONAL | 13 Juli 2020

Diduga Terlibat Kasus Prostitusi, Artis FTV Dìtangkap di Medan

HH diperiksa penyidik guna dilakukan pengembangan lebih lanjut.

NASIONAL | 13 Juli 2020

Kemdikbud Anggarkan Rp 3,5 T untuk "Kawinkan" Vokasi dengan Dunia Kerja

Vokasi dan industri harus benar-benar link dan match.

NASIONAL | 13 Juli 2020

Tindak Lanjut Kasus Limbah Medis di Bekasi Harus Diperjelas

Semua limbah terkait wabah Covid-19 harus dikelola secara ketat

NASIONAL | 13 Juli 2020

PT DKI Kabulkan Banding Peradi Kubu Fauzie, Otto: Saatnya Merajut Kebersamaan

Otto menyatakan tidak ada lagi perselisihan di antara pengurus.

NASIONAL | 13 Juli 2020

FSGI: Perlu Ada Gerakan Orangtua Dampingi Anak di Hari Pertama Belajar Daring

Sebab, rata-rata sekolah menggelar pembelajaran dengan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) daring.

NASIONAL | 12 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS