11 Tahun Berlalu, Belum Ada Kejelasan Soal Pencemaran Laut Timor
INDEX

BISNIS-27 434.406 (3.07)   |   COMPOSITE 4934.09 (25.82)   |   DBX 924.804 (3.51)   |   I-GRADE 130.838 (0.76)   |   IDX30 413.425 (2.32)   |   IDX80 108.094 (0.62)   |   IDXBUMN20 272.657 (0.52)   |   IDXG30 115.379 (0.92)   |   IDXHIDIV20 370.721 (1.36)   |   IDXQ30 120.916 (0.82)   |   IDXSMC-COM 211.116 (0.63)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (1.85)   |   IDXV30 102.468 (0.76)   |   INFOBANK15 776.883 (6.45)   |   Investor33 360.093 (2.34)   |   ISSI 144.765 (0.7)   |   JII 523.909 (1.92)   |   JII70 177.568 (0.75)   |   KOMPAS100 966.07 (5.89)   |   LQ45 756.376 (4.78)   |   MBX 1366.8 (7.54)   |   MNC36 270.277 (1.53)   |   PEFINDO25 258.891 (2.32)   |   SMInfra18 233.321 (0.77)   |   SRI-KEHATI 303.606 (1.68)   |  

11 Tahun Berlalu, Belum Ada Kejelasan Soal Pencemaran Laut Timor

Senin, 10 Agustus 2020 | 10:26 WIB
Oleh : HS

Kupang, Beritasatu.com - Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) menyatakan kasus pencemaran Laut Timor akibat kebocoran ladang minyak Montara pada 21 Agustus 2009 sudah berjalan hampir 11 tahun lalu. Namun, hingga saat ini kasus tersebut belum ada tindak lanjut.

"Pada 17 Agustus 2020, Indonesia genap 75 tahun dan pada saat yang sama rakyat di Nusa Tenggara Timur selama 11 tahun terus dibiarkan memikul tanggung jawab kasus pencemaran Laut Timor yang dilakukan Australia. Dan sampai saat ini belum ada titik terang," kata Ketua YPTB Ferdi Tanoni kepada wartawan di Kupang , Minggu (9/8).

Ia mengatakan hingga saat ini penyelesaian ganti rugi oleh pemerintah Australia dan perusahaan pencemar, yakni PTTEP Australasia masih dibayangi tanda tanya dan penuh dengan ketidakjelasan.

Ferdi menjelaskan bahwa luasan perairan laut yang tercemar, menurut data hasil investigasi tim Australia yang dirujuk oleh Direktur Yayasan Peduli Timor Barat Ferdi Tanoni, mencapai 90.000 kilometer persegi, dan sebanyak 70-80 persen wilayah yang tercemar berada di wilayah Indonesia berdampak pada kerusakan lingkungan.

"Dampak yang dirasakan rakyat NTT luar biasa, seperti usaha budidaya kelautan dan perikanan di sepanjang pesisir Timor Barat hingga Pulau Rote, Sabu, dan Sumba gagal total,” ujarnya.

Menurut Ferdi, Pemerintah Indonesia dimungkinkan menggunakan klausul dalam Konvensi Hukum Laut Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNCLOS), yakni negara peratifikasi wajib menjaga lingkungan laut.
“Pemerintah Australia pun pantas ‘diingatkan’ dan diminta pertanggungjawaban serta menekan PTTEP Australasia segera membayar klaim ganti rugi Montara. Jika ini tak dilakukan Pemerintah Indonesia, ‘bangsa kalah’ adalah kisah masa depan," katanya.

Menurut dia, penderitaan akibat pencemaran ini dirasakan di 13 Kabupaten dan Kota di NTT mencapai lebih dari 100,000 mata pencaharian rakyat, puluhan orang meninggal dunia, banyak sekali yang sakit, puluhan ribu hektare terumbu karang hancur di perairan Laut Sawu dan puluhan kali lipat ikan Paus terdampar dan ratusan ekor yang mati. Dengan belum selesainya kasus ini ia mengkritik Pemerintah Indonesia dengan diberlakukannya Perjanjian Perdagangan RI-Australia IA-CEPA telah mengesampingkan penderitaan rakyat NTT.

Sebagai Ketua Tim Advokasi Rakyat Korban Montara, Ferdi kembali mendesak Tim Satuan Tugas Montara yang berjumlah 5 orang, segera menyampaikan konsep surat yang telah disepakati dan dikirim ke Presiden Joko Widodo untuk ditandatangani, kemudian segera dikirim ke Perdana Meneteri Australia Scott Morrison di Canberra.

Jika Perdana Menteri Australia tidak menjawab, maka Indonesia bisa membawa kasus ini ke ITLOS (Internationa Tribunal Law of the Sea) agar kasus Petaka Pencemaran Laut Timor ini segera berakhir, katanya.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

UMKM Menjadi Motor Ekonomi Rakyat dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

pemerintah mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai motor ekonomi rakyat yang dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan pemulihan ekonomi nasional (PEN)

NASIONAL | 10 Agustus 2020

Mulai Hari Ini, Ruang Pinere Baru di RSUDZA Resmi Beroperasi

Dengan ini, Pemprov Aceh memiliki 554 tempat tidur untuk merawat pasien positif Covid-19.

NASIONAL | 10 Agustus 2020

Sekolah di Zona Kuning Dibuka, FSGI: Keselamatan Siswa dan Guru Terancam

Daripada memperbolehkan sekolah dibuka, mestinya pemerintah melakukan intervensi terhadap pembelajaran jarak jauh.

NASIONAL | 9 Agustus 2020

Banyak Mahasiswa Keluhkan Sinyal, Kemdikbud Siapkan BTS Mobile untuk Daerah Terpencil

BTS mobile ini merupakan hasil karya Dikti Kemdikbud bersama beberapa kampus di Indonesia.

NASIONAL | 9 Agustus 2020

Dua Orang Petani Diduga Disandera MIT, Satu Ditemukan Tewas

Dua orang petani di Kabupaten Poso diduga disandera kelompok Mujahidin Indonesia Timur di mana satu orang berinisial AB ditemukan tewas pada Minggu (9/8/2020).

NASIONAL | 9 Agustus 2020

Polri Persilakan Pengacara Djoko Tjandra Ajukan Praperadilan

Mabes Polri memersilakan Anita Kolopaking mengajukan praperadilan terkait penahanan dirinya.

NASIONAL | 9 Agustus 2020

Ditjen Dikti Siapkan Kuota Gratis untuk Mahasiswa Tidak Mampu

Pemerintah menyediakan kuota internet gratis untuk dua juta mahasiswa atau 25 persen mahasiswa dari total 8.043.480 mahasiswa terdaftar.

NASIONAL | 9 Agustus 2020

KPAI: Sebelum Sekolah Zona Kuning Dibuka, Sebaiknya SKB 4 Menteri Dievaluasi

Berdasarkan sejumlah kejadian terjadi pada pembukaan sekolah zona hijau, KPAI menilai pembukaan sekolah pada zona kuning sangat beresiko bagi anak-anak.

NASIONAL | 9 Agustus 2020

KPK Bakal Hadiri Gelar Perkara Dugaan Suap Red Notice Djoko Tjandra di Bareskrim

KPK berkomitmen berkoordinasi dan bersinergi dengan Polri maupun Kejaksaan Agung dalam mengusut tuntas skandal Djoko Tjandra.

NASIONAL | 9 Agustus 2020

Inaca Gandeng Angkasa Pura, PHRI dan Maskapai Penerbangan Gelar Safe Travel Campaign

Inaca berharap kegiatan ini akan bisa menggairahkan perekonomian, sektor usaha penerbangan dan sektor pariwisata Indonesia yang terpuruk karena pandemi.

NASIONAL | 9 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS