Beberapa Catatan yang Mendorong PSBB Lagi
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Beberapa Catatan yang Mendorong PSBB Lagi

Selasa, 15 September 2020 | 19:34 WIB
Oleh : Heriyanto / HS

Jakarta, Beritasatu.com - Angka kumulatif penyebaran virus corona terus meningkat. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akhirnya menerapkan lagi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai Senin (14/9). PSBB itu berlaku dua pekan ke depan.

Tujuan utama PSBB tersebut untuk mengendalikan penyebaran virus corona yang melanda Ibu Kota sejak diumumkan 2 Maret 2020. Sejak itu angka kumulatif penyebaran virus tersebut terus meningkat. Dari jumlah awalnya dua orang, menjadi puluhan dan meningkat terus menjadi ratusan per hari. Kondisi seperti itu memaksa Pemprov DKI Jakarta memberlakukan lagi PSBB. Bagi pemprov dan masyarakat DKI Jakarta, kebijakan ini bukan hal baru karena telah melakukannya pada 10-23 April 2020. Kemudian diperpanjang beberapa kali lagi hingga akhir Mei 2020. Memasuki Juni, angka-angka penularan virus corona dinilai landai, bahkan cenderung turun.

Situasi memunculkan klaim bahwa wabah ini mulai bisa dikendalikan di Jakarta. Tetapi kondisi itu memunculkan ketidaksabaran dari sebagian pihak untuk ingin cepat-cepat hidup normal lagi. Bahkan, ada yang unjuk rasa agar Pemprov DKI mengizinkan tempat usahanya buka. Aktivitas cenderung ke arah situasi kehidupan normal.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kemudian meneruskan PSBB menjadi PSBB Transisi. PSBB Transisi pun sempat diperpanjang dalam beberapa fase. Saat itu mencuat ke publik istilah new normal dan adaptasi kehidupan baru yang ditandai dengan pelonggaran-pelonggaran kegiatan publik. Transportasi publik, pusat perbelanjaan dan sebagian objek wisata mulai dibuka lagi dengan pembatasan pengunjung dan jam operasional.

Tetapi pelonggaran aktivitas publik memicu kembali kenaikan jumlah kasus positif yang diumumkan setiap hari. Bahkan grafiknya terus naik. Memang data harian jumlah pasien menunjukkan angka-angka yang naik-turun atau fluktuatif tetapi secara kumulatif terus meningkat. Bahkan dalam beberapa pekan terakhir rata-rata di atas seribu orang per hari.
Tren kasus aktif corona yang kembali meningkat tersebut menjadi alasan yang melatarbelakangi DKI Jakarta kembali menerapkan PSBB. Jika pada akhir Maret tercatat 608 yang aktif Covid-19, akhir Juli menjadi 7.157 dan pada 9 September lalu sudah diatas 10.000.

Pada saat bersamaan, pemakaman harian dengan protap Covid-19 meningkat. Data pemakaman tertinggi pada awal September 2020. Artinya, banyak kasus meninggal dengan menggunakan pemakaman Covid-19. Perlu diketahui, kasus probable merupakan kasus suspek dengan ISPA berat/ARDS (sindrom pernapasan akut) meninggal dengan gambaran klinis yang meyakinkan Covid-19, namun belum ada hasil pemeriksaan laboratorium RT-PCR.

Demikan juga kapasitas tempat tidur isolasi DKI terancam penuh. Hal ini juga menjadi salah satu alasan kuat terkait ancaman kolaps kondisi rumah sakit.

"Hanya perlu 10 hari ke depan (17 September 2020) untuk mencapai tempat tidur isolasi terisi penuh yaitu sebanyak 4.053," demikian pemaparan Anies pada Rabu (9/9).

Usai 17 September 2020, kemungkinan pasien Corona tidak bisa lagi tertampung. Pasalnya, jumlah pasien diprediksi mencapai 4.807 pada 6 Oktober mendatang, padahal kapasitas tempat tidur untuk jumlah tersebut baru bisa terpenuhi pada 8 Oktober 2020.

Selain beberapa alasan di atas, kapasitas tempat tidur ICU pun hanya cukup untuk 1 minggu. "Pasien Covid-19 yang membutuhkan tempat tidur ICU kemungkinan tidak tertampung," lanjut Anies.

Jadi, penegasan Anies soal kebijakan rem darurat diambil berdasarkan tiga poin pertimbangan diatas, yaitu angka kematian di Jakarta yang terus meningkat, serta ketersediaan tempat tidur isolasi dan ruang ICU untuk merawat pasien Covid-19. “Dari 3 data, yakni angka kematian, keterpakaian tempat tidur isolasi dan ICU khusus Covid, menunjukkan bahwa situasi wabah di Jakarta ada pada kondisi yang darurat,” ujar Anies.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Oknum Polisi Paksa Minta Proyek, Kepala Dinas di Daerah Banyak yang Stres

Munculnya ulah nekat para oknum polisi yang minta proyek ini akibat tidak maksimalnya pengawasan dari para kapolda maupun Propam Polri.

NASIONAL | 15 September 2020

Menkes Serahkan Insentif bagi Peserta PPDS Universitas Padjajaran

Untuk kesekian kalinya, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyerahkan bantuan insentif bagi peserta PPDS yang bekerja selama masa pandemi Covid-19.

NASIONAL | 15 September 2020

KPK Imbau Calon Kepala Daerah Waspadai Penipuan Berkedok Bantu LHKPN

KPK mengingatkan tidak pernah memungut biaya apapun untuk layanan publik, termasuk pengisian LHKPN.

NASIONAL | 15 September 2020

Wapres: Pembangunan SDM Unggul Kunci Menangkan Persaingan Global

Pemerintah menempatkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul sebagai prioritas nasional.

NASIONAL | 15 September 2020

Uji Swab karena Suami Positif, Istri Wali Kota Jambi Negatif Covid-19

Istri Wali Kota Jambi, Yuliana Fasha dan anaknya Fabiansyah Putra negatif Covid-19, setelah menjalani tes "swab" menyusul Wali Kota Syarif Fasha positif.

NASIONAL | 15 September 2020

Sahroni Apresiasi KPK yang Berhasil Selamatkan Rp 90,5 Triliun Uang Negara

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengapresiasi kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berhasil menyelamatkan Rp90,5 triliun uang negara.

NASIONAL | 15 September 2020

Operasi Yustisi, 2.853 Orang Pelanggar Protokol Covid-19 Disanksi Sosial

Operasi Yustisi digelar di 34 Polda dengan jumlah giat razia/pemeriksaan sebanyak 53.972 kegiatan dan 47.754 orang terjaring razia.

NASIONAL | 15 September 2020

1.300 Orang Terjaring Razia Masker di Sumut

Di hari pertama menjalankan operasi razia masker, Senin (14/9/2020) hingga Sabtu (19/9/2020), pihaknya memberikan sanksi teguran dan penarikan e-KTP.

NASIONAL | 15 September 2020

UGM Isolasi 49 Mahasiswa Panitia PPSMB 2020

Sebanyak 49 mahasiswa dari dua divisi panitia PPSBM UGM terpaksa dikarantina di Asrama Darmaputera UGM.

NASIONAL | 15 September 2020

Bambang Sudibyo Raih Penghargaan GIFA 2020 Kategori Leadership Role

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Prof. Dr. Bambang Sudibyo MBA. CA menerima penghargaan internasional Global Islamic Finance Award (GIFA) Special Award 2020 pada kategori kepemimpinan atas perannya mengembangkan perzakatan di Indonesia dan mendorong gerakan zakat dunia melalui World Zakat Forum (WZF)

NASIONAL | 15 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS