Fitnah PDIP, Oknum ASN Pemkot Kota Bogor 'Dipolisikan'
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Fitnah PDIP, Oknum ASN Pemkot Kota Bogor 'Dipolisikan'

Selasa, 29 September 2020 | 13:17 WIB
Oleh : Heriyanto / HS

Bogor, Beritasatu.com – Seorang oknum aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dilaprokan ke polisi karena mengirim pernyataan bernada fitnah yang berbau suku, agama dan ras (SARA) di dunia maya. ASN yang bekerja di bagian Humas Pemkot Bogor, DYD, dalam tweet yang dikirimkannya diduga memfitnah PDI Perjuangan (PDIP) melalui akun Facebook.

Laporan ke Mapolresta Bogor Kota Minggu (27/9/2020) malam, langsung dikawal Ketua DPC PDIP Kota Bogor Dadang Iskandar Danubrata dan Sekretaris Atty Somadikarya. Warga PDIP menyatakan protes dan tidak terima atas fitnah tersebut.
Isnawati, pengurus PDIP Kota Bogor yang membuat laporan di Polresta Bogor Kota tak terima karena partainya disebut kafir.

“Kemarin, Sabtu (26/9/2020) saat saya posting di wall Facebook gambar dukungan kepada Pasangan Calon Pilkada Sukabumi, Abu Bakar-Sirojudin, tiba-tiba DYD langsung bereaksi dan menyampaikan tuduhan kepada PDIP agar tidak memilih,” kata Isnawati, Ketua Ranting Kebon Kelapa, Kecamatan Bogor Tengah, PDIP Kota Bogor, Minggu malam.

Penuturan Isna, display yang dia upload tersebut merupakan sosialisasi nomor urut paslon yang didukungnya di Pilkada Kabupaten Sukabumi.

“Tujuan saya agar warga Sukabumi, termasuk yang tinggal di Kota Bogor, mengetahui nomor urut paslon dari PDI Perjuangan. Tapi, tiba-tiba, akun Facebook DYD menyampaikan komentar bernada fitnah," katanya.

Tuduhan bernuansa SARA yang disampaikan DYD, menurut Isna, dibaca banyak pengguna medsos, termasuk di antaranya kader PDI Perjuangan, hingga akhirnya menimbulkan reaksi protes.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor Dadang Iskandar Danubrata, Senin (28/9/2020), mengatakan, laporan Isnawati selaku pengurus PDI Perjuangan Kota Bogor, menandakan bahwa partai moncong putih taat hukum.

Menurut dia, pernyataan DYD di sosial media telah memenuhi unsur hukum yang patut dijerat sebagaimana yang disebutkan dalam Pasal 28 ayat (2) UU ITE yang isinya, setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Dan, perbuatan tersebut diancam pidana penjara paling lama 6 tahun.

“Partai akan kawal proses hukum kasus ini. Sekarang sudah dilaporkan. Tinggal pemanggilan dan pemeriksaan. ASN tidak boleh berpolitik. Apalagi menyampaikan sesuatu yang bernada fitnah dan permusuhan,” tegas Dadang.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kemendikbud Salurkan Bantuan Kuota Internet Tahap 2

Penyaluran kuota internet gratis tahap dua akan berlangsung hingga 30 September.

NASIONAL | 29 September 2020

Defisit Ratusan Miliar, Pembangunan Jambi 2021 Terancam Mandek

Menurut Restuardy Daud, terjadinya defisit anggaran pembangunan Jambi dipengaruhi penurunan target pendapatan asli daerah (PAD) tahun depan.

NASIONAL | 29 September 2020

Bapelkes Bengkulu Disiapkan Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terus bertambahnya kasus virus corona di Bengkulu.

NASIONAL | 29 September 2020

Buntut Konser Dangdut, Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Jadi Tersangka

"Tersangka dijerat 2 pasal yaitu Pasal 93 UU No 6 tentang Kesehatan dan Pasal 216 KUHP," tegas Iskandar.

NASIONAL | 29 September 2020

Jumlah Tes Covid-19 Rendah, Ganjar Tegur Sejumlah Bupati/Wali Kota

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menegur sejumlah bupati/wali kota.

NASIONAL | 29 September 2020

Ponpes yang Jadi Klaster Covid-19 Diminta Tidak Pulangkan Santri

"Ini yang terbaru di Kabupaten Pekalongan. Baru kami dalami saat ini, sejauh mana yang terpapar. Baru kami awasi," ujar Taj Yasin Maimoen.

NASIONAL | 29 September 2020

Lift Gedung Nusantara I DPR Terbakar

Lift gedung Nusantara I DPR, Jakarta, terbakar. Video kebakaran beredar di media sosial.

NASIONAL | 29 September 2020

Kasus Meningkat, RSUD Banten Kembali Difungsikan Khusus untuk Pasien Covid-19

Sebanyak 250 tempat tidur yang ada di RSUD Banten kembali digunakan untuk pasien Covid-19.

NASIONAL | 29 September 2020

Pilkada Serentak, Penjabat Kepala Daerah di Jambi Diingatkan Jangan Lengah

Para pejabat sementara bupati bisa mendorong peningkatan penggunaan penggunaan masker.

NASIONAL | 29 September 2020

Tim UGM Ciptakan Alat Deteksi Sebelum Gempa Terjadi

“Jika gempa besar di atas magnitudo (M) 6, sekitar dua minggu sebelumnya alat ini sudah mulai memberikan peringatan," kata Sunarno.

NASIONAL | 29 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS