Cegah Banjir Jakarta dengan Menabung Air Hujan
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

Cegah Banjir Jakarta dengan Menabung Air Hujan

Senin, 19 Oktober 2020 | 13:55 WIB
Oleh : HS

Jakarta, Beritasatu.com - Fatchy Muhammad termasuk orang yang percaya bencana banjir dan kekeringan di Jakarta seharusnya tidak perlu terjadi jika konsep pengendalian air bisa dikelola secara optimal. Kenyataannya di musim hujan, banjir masih merendam beberapa kawasan di Jakarta. Giliran kemarau tiba, justru kekeringan yang melanda.

"Kondisi itu merupakan sebuah situasi yang ganjil karena satu sisi air hujan menjadi penyebab banjir dan satu sisi lagi masyarakat kekurangan air," katanya belum lama ini, saat menghadiri Sosialisasi Gerakan Menabung Air di Jakarta Timur di Ruang Rapat Khusus Wali Kota Jakarta Timur.

Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan banjir menjadi ancaman untuk warga Ibu Kota. Hingga pekan lalu, beberapa titik di Jakarta masih dilanda banjir dan genangan air. Sebaliknya, beberapa wilayah justru kekurangan air pada musim kemarau. Pada Oktober 2019 lalu, wilayah yang paling terdampak kekeringan adalah Jakarta Barat di 28 RT, diikuti Jakarta Timur 12 RT dan Jakarta Utara di lima RT.

Fatchy paham betul tentang seluk beluk pengelolaan air. Ia adalah lulusan Teknik Geologi Institut Teknologi Bandung (ITB) yang saat ini aktif sebagai anggota Dewan Sumber Daya Air Provinsi (DSDAP) DKI Jakarta mewakili komunitas lingkungan Masyarakat Air Indonesia.

Menurut dia, jumlah air saat kemarau di Pulau Jawa, termasuk Jakarta hanya 25,3 miliar meter kubik. Sedangkan kebutuhan air mencapai 38,4 miliar meter kubik. Jakarta tidak semestinya kekurangan air bila memanfaatkan air hujan dengan optimal. Hitung-hitungan Fatchy dengan asumsi curah hujan Jakarta rata-rata 2.250 mm per tahun, maka jumlah air hujan yang bisa ditampung berkisar 1,4 miliar meter kubik per tahun.


"Dengan kebutuhan air rata-rata 73 meter kubik per orang dalam setahun, maka air hujan itu cukup untuk memenuhi kebutuhan 20 juta penduduk atau dua kali jumlah penduduk Jakarta jika dikelola dengan baik," ungkapnya.

Dikatakan, selama ini sungai diperlebar agar air hujan segera mengalir ke laut. Artinya, setiap tahun selalu membuang-buang air hujan. Padahal jika diresapkan ke dalam tanah, akan menaikkan muka air tanah sehingga saat kemarau tidak menurun drastis dan bisa dimanfaatkan.
Fatchy berpendapat akar masalah dari keganjilan itu adalah urbanisasi yang mendorong perubahan fungsi lahan resapan yang membuat tanah tidak dapat meresap air lagi. Curah air hujan yang diserap tidak sebanyak yang seharusnya sehingga kuantitas air tanah menurun.

Tata Ruang
Sejak zaman dulu, Jakarta memang dikenal sebagai kawasan banjir, sejumlah literasi sejarah mengungkapkan kepungan banjir besar Jakarta telah terjadi sejak tahun 1600-an, tepatnya saat Jan Pieterszoon Coen menjabat sebagai Gubernur Jenderal Persekutuan Dagang Belanda (VOC).
Pada zaman itu kanal penanggulangan banjir berupa sodetan Kali Ciliwung dibangun dan berlanjut dengan pembuatan Kanal Banjir Barat saat pemerintahan Gubernur Jenderal VOC Johan Paul van Limburg Stirum berkuasa tahun 1918.

Fatchy mengemukakan banjir yang melanda Jakarta dipengaruhi perubahan tata ruang di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, yang menjadi hulu dari aliran air yang melintas menuju laut.
Awalnya kawasan puncak adalah hutan yang mampu meresap 73 hingga 97 persen air, sementara yang terbuang ke hilir mencapai tiga hingga 27 persen.

Baca : Drainase Vertikal Juga Menjamin Cadangan Air Tanah


Pemerintah Belanda mengubah kawasan itu sebagai perkebunan teh yang mengakibatkan resapan air ke dalam tanah semakin sedikit dan air yang mengalir atau terbuang semakin besar. Lahan budidaya meresap 50-70 persen air dan sisanya 30-50 persen menjadi terbuang.

Seiring dengan pesatnya perkembangan kota, muncul bangunan-bangunan baru di kawasan Puncak berupa vila dan area rekreasi. Kemudian di Depok dan sekitarnya muncul bangunan sedang dan kawasan permukiman.
Begitu pula di DKI Jakarta yang semakin padat permukiman imbas urbanisasi yang membuat resapan air menjadi terbalik dari kondisi awal. Perkotaan hanya meresap tiga hingga 27 persen air, sementara yang terbuang 73-97 persen. Akhirnya persediaan air tanah habis karena tidak ada yang masuk ke dalam tanah dan justru mengalir ke drainase kota.
Drainase kota di DKI Jakarta saat ini dirancang untuk menampung debit air hujan secara maksimal mencapai 120 mm/hari.

Dilansir dari data Masyarakat Air Indonesia, Jakarta telah diterjang sedikitnya delapan kali hujan ekstrim yang memicu banjir sejak 1996 hingga 2020 akibat luapan drainase kota.
Hujan ektrem di Jakarta pernah terjadi pada 1996 dengan intensitas 216 mm/hari, 2002 mencapai 168 mm/hari, 2007 mencapai 340 mm/hari, 2008 mencapai 250 mm/hari.
Pada 2013 mencapai 100 mm/hari, 2015 mencapai 277 mm/hari, 2016 mencapai 250 mm/hari dan 2020 mencapai 377 mm/ hari.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Masuk Destinasi Wisata KSPN, Konektivitas Pulau Morotai Ditingkatkan

Untuk meningkatkan konektivitas antardestinasi wisata di Pulau Morotai, Kempupera membangun berbagai sarana dan prasarana.

NASIONAL | 19 Oktober 2020

Penyidik Kejati Geledah Kanwil ATR/BPN NTT

Aset tanah milik pemerintah yang diduga telah dialihkan kepada pihak ketiga itu memiliki luas 30 hektare berlokasi di Kecamatan Komodo.

NASIONAL | 19 Oktober 2020

UU Ciptaker, Pemerintah Diminta Siapkan Peta Posisi Lahan

Pejabat pusat maupun daerah dilarang mengeluarkan izin aktivitas-aktivitas yang potensial apalagi secara nyata membahayakan kehidupan umat manusia.

NASIONAL | 19 Oktober 2020

Menag Pastikan Kenaikan Dana BOS Madrasah dan Pesantren Segera Cair

Dana BOS bisa digunakan untuk pembelian atau sewa sarana/perlengkapan/peralatan, atau pelaksanaan kegiatan yang diperlukan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

NASIONAL | 19 Oktober 2020

LDBI Asah Kemampuan Siswa Berpikir Kritis dan Kreatif

Sebanyak 25 pembicara terbaik dalam lomba ini akan diikutkan dalam training camp seleksi delegasi Indonesia untuk WSDC 2021.

NASIONAL | 19 Oktober 2020

Antisipasi Fenomena La Nina, Pelabuhan di Sulteng Diminta Waspada

Menurut Arif, informasi tentang cuaca dan tinggi gelombang laut juga penting dalam izin pelayaran untuk mencegah kecelakaan laut akibat La Nina.

NASIONAL | 19 Oktober 2020

Penghina Moeldoko Ditahan, Terancam 6 Tahun Penjara

Penangkapan Basmi berdasarkan laporan polisi dengan nomor LP/A/590/X/2020/BARESKRIM, tertanggal 17 Oktober 2020.

NASIONAL | 19 Oktober 2020

Forkompinda Deklarasi Damai, Wali Kota Solo: Jangan Sampai Mengulang Peristiwa 1998

Aspirasi secara damai atau berdialog adalah bentuk budaya Jawa.

NASIONAL | 19 Oktober 2020

Cegah Covid-19, Bupati Sigi Minta Puskesmas Aktif Mengedukasi Masyarakat tentang 3M

"Pencegahan sangat penting dilakukan agar tidak terjadi penumpukan pasien di tengah keterbatasan sarana pelayanan medis," ujar Sisiliandy.

NASIONAL | 19 Oktober 2020

Patroli Nong Jawara Polda Banten Ajak Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan

Kali ini, personel Polwan Polda Banten melaksanakan patroli Nong Jawara di Pasar Keranggot Kota Cilegon.

NASIONAL | 19 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS