Ganjar Pranowo: Toleransi Merupakan Budaya
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-3.69)   |   COMPOSITE 5822.94 (-25.17)   |   DBX 1088.19 (3.29)   |   I-GRADE 169.852 (-1.7)   |   IDX30 498.88 (-3.97)   |   IDX80 132.065 (-0.81)   |   IDXBUMN20 376.263 (-4.1)   |   IDXG30 135.508 (-1.09)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-3.85)   |   IDXQ30 145.713 (-1.46)   |   IDXSMC-COM 252.052 (-0.16)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (-1.2)   |   IDXV30 130.911 (0.61)   |   INFOBANK15 993.498 (-12.22)   |   Investor33 428.541 (-3.18)   |   ISSI 170.173 (-0.41)   |   JII 616.286 (-0.96)   |   JII70 212.951 (-0.53)   |   KOMPAS100 1185.6 (-7.39)   |   LQ45 921.176 (-7.27)   |   MBX 1613.76 (-8.73)   |   MNC36 320.851 (-2.49)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.5)   |   SMInfra18 296.861 (-1.69)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-3.03)   |  

Ganjar Pranowo: Toleransi Merupakan Budaya

Selasa, 27 Oktober 2020 | 16:30 WIB
Oleh : HS

Bogor, Beritasatu.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam Bincang Budaya Gebyar Nusantara IPB University 2020 mendefinisikan berbagai macam arti budaya termasuk toleransi yang dinilai merupakan suatu budaya.

"Budaya tidak hanya sekadar batik, tidak hanya sekedar tari. Tapi budaya juga merupakan perilaku. Menghormati orang tua, tidak baperan, tidak ngamukan (gampang marah) itu juga budaya. Toleransi juga suatu budaya,” ujar Ganjar dalam webinar Gebyar Nusantara yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) IPB University, Bogor, melalui siaran pers, Selasa (27/10/2020).

Gebyar Nusantara merupakan rangkaian acara kebudayaan terbesar di IPB University yang dilaksanakan oleh BEM KM. Bincang Budaya sendiri merupakan salah satu rangkaian dari Gebyar Nusantara berupa bincang-bincang interaktif.
Dalam acara bincang-bincang itu Ganjar menekankan bahwa toleransi juga merupakan suatu budaya. Menurut dia, jika manusia bisa melakukan budaya tersebut, maka relasi sosialnya akan baik. Dan jika sudah berbudaya, komunikasi baik, saling menghormati maka ia memastikan bahwa kebahagiaan dalam berbudaya akan datang.

Sementara itu, dalam Bincang Budaya yang bertajuk ‘Cantik itu Relatif?’ tersebut Maestro Tari Indonesia, Didik Nini Thowok mengatakan bahwa tarian Indonesia, yang juga bagian dari budaya, memiliki kecantikannya masing-masing.
“Semua tarian Indonesia memiliki kecantikan masing-masing. Kalian harus mempelajari budaya kalian masing-masing dengan filosofi di balik itu dengan segala pernik-pernik dan arti sejarah yang ada sehingga kalian tidak hanya menguasai kulit saja,” ujar Didik yang juga Pemilik Sanggar Tari Nadya Lakshita.

Didik mengajak para peserta webinar untuk selalu mulai berlatih dan menunjukkan budaya, khususnya tari-tarian Indonesia dengan kualitas nomor satu. Meski bukan artis atau penari profesional, mahasiswa seharusnya juga mampu menampilkan tarian nasional.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk menunjukkan keberagaman Indonesia yang sangat luar biasa di mata bangsa lain.
Adapun narasumber lain dalam acara itu, Ketua Umum Sobat Budaya Nicky Ria Azizman menyebutkan bahwa sejak 2007, tercatat ada sekitar 60.000 budaya di Indonesia.

Ia mengatakan bahwa jumlah itu masih berpeluang untuk bertambah lagi. Ia juga menyampaikan bahwa setidaknya ada 35.000 kuliner yang terdaftar di perpustakaan digital budaya Indonesia.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB University Drajat Martianto mengatakan bahwa pertanian juga merupakan produk budaya. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa warna-warni budaya Indonesia bisa terlihat di IPB University. Pasalnya, setiap tahunnya IPB University menerima mahasiswa baru sekitar 4.000 mahasiswa program sarjana, sekitar 2.000 mahasiswa vokasi, lalu sekitar 2.000 mahasiswa pascasarjana. Para mahasiswa baru tersebut merupakan anak bangsa yang berasal dari seluruh Indonesia

“Tahun ini mahasiswa IPB University berasal dari 33 provinsi dengan lebih dari 450 kabupaten/kota. Hanya dari provinsi Kalimantan Utara yang tidak terisi,” kata Drajat.

Ia menyampaikan bahwa IPB University tidak ingin kehilangan momentum agar mahasiswa baru yang sedang di masa transisi tidak kehilangan identitas budayanya. Oleh karena itu, IPB University mewajibkan setiap mahasiswa baru di tahun pertamanya untuk menetap di asrama yang menyediakam program pembelajaran multi budaya.
Kehadiran program wajib asrama di IPB University itu menumbuhkan sifat positif dalam berbudaya seperti sikap saling menghargai satu sama lain meski berbeda asal, budaya, agama, ras dan suku.

“Kami menginginkan, disamping belajar, mahasiswa IPB University juga belajar mengembangkan teknologi, mengembangkan budaya daerahnya masing-masing,” demikian kata Drajat.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Operasi Zebra di Bengkulu Sasar Pelanggar Protokol Kesehatan

Operasi Zebra Nala difokuskan pada penertiban masyarakat tidak patuh melaksanakan protokol kesehatan.

NASIONAL | 27 Oktober 2020

KKB Tembak Katekis di Papua

Katekis Rufinus meninggal dunia setelah tertembak, selain ada juga seorang pemuda lainnya yang tertembak dan saat ini menjalani perawatan di rumah sakit.

NASIONAL | 27 Oktober 2020

Tjahjo: Presiden Ingin ASN Tingkatkan Profesionalisme

Kementerian PAN dan RB telah meresmikan aplikasi umum Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Bidang Kearsipan Dinamis.

NASIONAL | 27 Oktober 2020

IPKN Kini Miliki Pengurus Wilayah di Seluruh Provinsi

Institut Pemeriksa Keuangan Negara (IPKN) kini sudah memiliki kepengurusan di seluruh provinsi Indonesia.

NASIONAL | 27 Oktober 2020

Pemprov Jateng Kirim Bantuan ke Lokasi Banjir Kebumen

Ganjar mengingatkan kepada pengungsi banjir Kebumen untuk tetap memerhatikan protokol kesehatan.

NASIONAL | 27 Oktober 2020

Bahaya Laten Radikalisme Masih Perlu Diwaspadai

Menurut Azyumardi Azra, gerakan radikalisme berbasis agama masih tetap menjadi bahaya laten dan perlu tetap diwaspadai.

NASIONAL | 27 Oktober 2020

BNPT: Jumlah Masyarakat Berpaham Radikal Capai 20.000

Sekitar 700 karyawan berstatus tenaga kerja kontrak itu sejak Mei 2020 telah menjalani kebijakan di rumahkan tanpa digaji.

NASIONAL | 27 Oktober 2020

Menpora Ajak Pemuda Kreatif dan Berjiwa Kewirausahaan

Menpora Zainudin Amali mengajak pemuda Indonesia untuk kreatif, inovatif, dan berjiwa kewirausahaan untuk menghadapi tantangan bonus demografi.

NASIONAL | 27 Oktober 2020

BNPT Tangkap Lebih dari 100 Terduga Teroris di Masa Pandemi Covid-19

Menurut Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Ahmad Nurwahid ada lebih dari 100 pelaku teror yang telah dibekuk selama wabah Covid-19.

NASIONAL | 27 Oktober 2020

Sambut Sumpah Pemuda, PDIP Gelorakan Semangat Anak Muda Hadapi Pandemi Covid-19

Generasi muda mempunyai tanggung jawab yang besar membawa bangsa Indonesia lebih baik lagi.

NASIONAL | 27 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS