Mengapa Pandemi Covid-19 Bisa Ganggu Kesehatan Mental?
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Mengapa Pandemi Covid-19 Bisa Ganggu Kesehatan Mental?

Minggu, 22 November 2020 | 11:16 WIB
Oleh : HS

Jakarta, Beritasatu.com – Berbagai upaya bisa dilakukan untuk mencegah stres dan tetap menjaga kesehatan mental selama pandemi. Selain jalan-jalan di alam dan tetap mendengarkan informasi terbaru yang terpercaya, bisa juga melakukan rutinitas baru untuk mencegah kejenuhan. Misalnya bangun dan tidur pada waktu yang sama setiap hari, jaga kebersihan diri, konsumsi makanan sehat pada waktu yang teratur, rutin berolahraga, mengalokasikan waktu untuk bekerja dan waktu istirahat dan meluangkan waktu untuk melakukan hal-hal yang disukai.

Kemudian tetap menjaga kontak sosial. Jika pergerakan dibatasi, tetaplah berhubungan secara teratur dengan orang-orang yang dekat melalui telepon dan saluran online. Hal lain yang perlu diperhatikan yakni waktu menatap layar gawai. Aturlah berapa banyak waktu yang dihabiskan di depan layar setiap hari dan pastikan beristirahat secara teratur dari aktivitas di layar. Meskipun gim video bisa menjadi cara untuk bersantai, bisa tergoda untuk menghabiskan lebih banyak waktu memainkannya. Jadi, pastikan untuk menjaga keseimbangan dengan aktivitas offline dalam rutinitas harian. Terkait media sosial, sebaiknya gunakan sarana ini untuk mempromosikan cerita positif dan harapan.

Pakar kesehatan yang berfokus pada stres dan trauma di The Ohio State University Wexner Medical Center, Ken Yeager mengatakan ada beberapa faktor yang bisa mengganggu kesehatan mental di masa pandemi Covid-19. Pada orang-orang berusia di atas 75 tahun misalnya, pandemi mewakili risiko nyata pada kesehatan mereka. Lalu, bagi yang berusia 56-74 tahun, masalahnya lebih pada apakah bisa pensiun dengan tenang, mengingat terjadinya resesi beberapa waktu terakhir.

"Milenial dan Gen X sedang melihat kembali ke resesi terakhir dan bertanya apakah akan mampu bertahan dari penurunan ekonomi yang mengarah ke depresi dan ketidakpastian ini," tutur Yeager seperti dilansir Healthline.

Sementara itu, para remaja dan berusia lebih muda cenderung merasa cemas karena mereka melihat masa depan yang tidak pasti, termasuk fenomena banyaknya orang yang kehilangan pekerjaan.

"Banyak yang kehilangan pekerjaan. Tidak diragukan lagi gangguan pandemi menyebar luas. Pendidikan, hubungan, pekerjaan, keuangan, liburan dan keadaan normal semuanya telah ditantang," kata Yeager.

Hal senada juga diungkapkan profesor psikitari epidemiologi di Harvard T.H. Chan School of Public Health, Karestan Koenen. Menurut dia, kehilangan pekerjaan dapat menyebabkan stresor yang meracuni kesehatan mental, misalnya karena tidak bisa memastikan keamanan stok makanan dan ketidakmampuan untuk membayar tagihan.
"Hilangnya pekerjaan berarti hilang juga pendapatan yang bisa berujung hilangnya hubungan sosial. Anda kehilangan identitas apa pun yang terkait dengan pekerjaan Anda," kata dia seperti dilansir Business Insider.

Sama seperti pakar kesehatan lain, Koenen juga menyarankan Anda melakukan hal positif untuk membantu kesehatan mental Anda, misalnya seperti berjalan-jalan atau bermeditasi. Asisten profesor psikiatri di Washington University, Jessica Gold merekomendasikan Anda berolahraga, melakukan latihan pernapasan atau apa pun yang bisa Anda lakukan untuk bersantai meskipun hanya sesaat. "Anda benar-benar perlu mencari tahu apa yang menenangkan," tutur dia.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Jalan-jalan di Alam Membantu Tetap Waras Selama Pandemi

Pepohonan dan tanaman hijau membantu mengalihkan pikiran

NASIONAL | 22 November 2020

PWI Sumsel Ingatkan Wartawan Netral dalam Pemberitaan Pilkada

Wartawan harus menjaga independensinya, karena peran media sebetulnya menjadi pengawas dalam proses pilkada akhir tahun ini.

NASIONAL | 22 November 2020

Ini Upah Minimum di Jawa Barat, Kabupaten Karawang Tertinggi

Kabupaten Karawang memiliki upah tertinggi, yakni Rp 4.798.312 dan Kota Banjar terendah Rp 1.831.884,83.

NASIONAL | 22 November 2020

Realisasi Bantuan Sosial Tunai Capai 82%

bantuan sosial tunai tidak berdampak sosial semata-mata bagi keluarga penerima manfaat, tapi juga berdampak ekonomi yang lebih besar lagi

NASIONAL | 22 November 2020

Seorang Dokter di Jambi Meninggal Akibat Covid-19

Hasil uji swab terakhir menunjukkan, pasien sudah dinyatakan negatif. Namun, pasien akhirnya meninggal dan dimakamkan dengan protokol Covid-19.

NASIONAL | 22 November 2020

Vaksin Terbukti Manjur untuk Mencegah Penyakit Tertentu

Vaksin sendiri adalah antigen atau zat aktif pada virus dan bakteri yang apabila disuntikkan, dapat menimbulkan reaksi sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus atau penyakit tersebut

NASIONAL | 22 November 2020

Ati-Sodikhin Soroti Isu Pengangguran di Cilegon

Di tahun 2019 tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kota Cilegon sebsear 9,64% dan di tahun 2020 meningkat menjadi 12,69%.

NASIONAL | 22 November 2020

Gempa Magnitudo 5 Getarkan Bengkulu

Gempa tersebut dirasakan dalam skala MMI III-IV di Kota Bengkulu dan skala II di Kepahiang

NASIONAL | 22 November 2020

Jatim Ajukan Diri jadi Tuan Rumah MTQ 2024

Jawa Timur mengajukan diri sebagai tuan rumah gelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Nasional pada tahun 2024.

NASIONAL | 21 November 2020

Tokoh Papua: Pemekaran Wilayah Permudah Pelayanan Kesehatan

Keterbatasan sarana dan jarak yang jauh menjadi kendala dalam pelayanan kesehatan.

NASIONAL | 21 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS