Ternyata, Penemuan Titanic adalah Pengalihan Isu
INDEX

BISNIS-27 510.175 (-19.05)   |   COMPOSITE 5783.33 (-170.92)   |   DBX 1064.04 (-1.68)   |   I-GRADE 168.858 (-6.97)   |   IDX30 499.932 (-21.14)   |   IDX80 131.904 (-5.19)   |   IDXBUMN20 373.781 (-18.36)   |   IDXG30 136.463 (-5.44)   |   IDXHIDIV20 450.262 (-18.14)   |   IDXQ30 146.101 (-6.28)   |   IDXSMC-COM 248.411 (-4.72)   |   IDXSMC-LIQ 303.864 (-9.61)   |   IDXV30 127.988 (-5.5)   |   INFOBANK15 983.467 (-36.67)   |   Investor33 429.105 (-16.64)   |   ISSI 169.797 (-4.69)   |   JII 620.069 (-22.27)   |   JII70 213.196 (-7.01)   |   KOMPAS100 1177.3 (-42.41)   |   LQ45 920.112 (-37.05)   |   MBX 1606.46 (-54)   |   MNC36 321.125 (-12.61)   |   PEFINDO25 316.867 (-8.64)   |   SMInfra18 295.49 (-13.73)   |   SRI-KEHATI 366.206 (-13.72)   |  

Ternyata, Penemuan Titanic adalah Pengalihan Isu

Minggu, 16 Desember 2018 | 15:51 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Selama bertahun-tahun, kisah legendaris tentang penemuan bangkai kapal Titanic di dasar samudera pada 1985 adalah hasil sebuah ekspedisi ilmiah. Termasuk dalam versi fiksi yang telah difilmkan dengan bintang Leonardo DiCaprio.

Baru sekarang ini diketahui, bahwa misi pencarian bangkai kapal pesiar paling mewah pada zamannya itu adalah sebuah pengalihan dari misi militer yang sangat rahasia.

Robert Ballard, tokoh sentral di balik penemuan bangkai Titanic, mengatakan bahwa ekspedisi tersebut untuk mengalihkan perhatian media dari misi sesungguhnya yang diemban oleh timnya, yaitu mencari dua bangkai kapal selam nuklir di dasar samudera.

"Mereka tidak ingin dunia tahu soal itu, jadi saya harus memiliki cerita untuk menutupi," kata Ballard seperti dikutip CNN.

Ballard adalah seorang komandan Angkatan Laut dan juga ilmuwan kelautan di Woods Hole Oceanographic Institution. Angkatan Laut menawarkan pendanaan untuk mencari Titanic, namun hanya setelah dia bisa menemukan kapal selam nuklir Amerika USS Thresher dan USS Scorpion yang tenggelam pada dekade 1960an.

"Kami sudah tahu di mana letak kapal selam itu," kata Ballard.

"Apa yang mereka minta untuk saya lakukan adalah kembali ke sana tanpa diikuti oleh Rusia, karena kami berkepentingan dengan senjata-senjata nuklir yang ada di USS Scorpion dan juga sadar dampak reaktor nuklir pada lingkungan."

Misi pencarian Titanic terbukti menjadi pengalihan isu yang sangat ampuh, karena media "benar-benar tidak sadar apa yang sebenarnya saya lakukan," kata Ballard.

Begitu timnya berhasil mengeksplorasi USS Scorpion dan USS Thresher, mereka tinggal punya waktu 12 hari untuk mencari Titanic.

Titanic, yang tenggelam saat pelayaran perdananya pada 1912, kemudian ditemukan di dasar Samudeta Atlantik Utara dengan kedalaman 12.000 kaki.

"Ketika kami menemukan Titanic, tentu saja kami juga sangat senang, karena itu tugas yang sangat sulit," kata Ballard.

Penemuan itu membuat heboh media, tetapi tujuan ekspedisi yang sesungguhnya tetap ditutupi.

Sebuah berita di New York Times beberapa hari setelah penemuan Titanic mengutip berbagai sanggahan dari para pejabat soal misi militer itu.

Ketika itu, juru bicara Angkatan Laut Kapten Brent Baker mengatakan proyek yang dilakukan hanya untuk mengetes kinerja sistem oseanografi, dan seorang ilmuwan membantah adanya keterlibatan militer.

"Tidak ada yang dirahasiakan," kata Dr Robert Spindel, kepala Woods Hole Ocean Engineering Department, seperti dikutip NYT ketika itu.

Bukan seperti itu faktanya, pengakuan Ballard sekarang. Dan itu bukan satu-satunya.

"Saya tak boleh bicara tentang misi Angkatan Laut saya yang lain, tidak," ujarnya. "Mereka itu belum boleh dibuka ke publik."



Sumber:CNN


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Milenial Diajak Kembangkan Ekosistem Industri Gim Nasional

Menteri BUMN mengapresiasi peran aktif Telkom dalam menggali potensi generasi muda.

DIGITAL | 16 Desember 2018

Erick Thohir Ajak Milenial Kembangkan Pop Kultur Indonesia

Membangun pop kultur dengan mencontoh apa yang dilakukan Korea dalam menembus pop kultur dunia.

DIGITAL | 15 Desember 2018

Di Era IoT, Pekerjaan Repetitif Digantikan Robot

Peran customer service di bank sudah digantikan oleh chatbot.

DIGITAL | 15 Desember 2018

Regulasi IoT Baru Akan Masuk Tahap Uji Publik

Kalau sudah final, nantinya bisa berbentuk Peraturan Menteri atau Peraturan Dirjen.

DIGITAL | 14 Desember 2018

Erajaya Agresif Buka Toko Baru di Kota Lapis Dua dan Tiga

Erajaya akan semakin agresif membuka toko-toko baru.

DIGITAL | 14 Desember 2018

Teknologi E-SIM di Trio iPhone Teranyar Mubazir

Pemanfaatan teknologi e-SIM dalam perangkat smartphone belum mulai diadopsi.

DIGITAL | 14 Desember 2018

iPhone XS, XS Max, dan XR Resmi Dijual di Indonesia

Erajaya Group melalui iBox telah melakukan penjualan tiga penerus ponsel pintar iPhone X tersebut yakni iPhone XS, iPhone XS Max, dan juga iPhone XR.

DIGITAL | 14 Desember 2018

Tim Peneliti ITS Ciptakan Alat Pengenal Wajah

Sifars dapat digunakan untuk mencari buronan.

DIGITAL | 14 Desember 2018

Belum Ada Regulasi, Implementasi Internet untuk Segala Masih Terbatas

Pangsa pasar IoT di Indonesia diperkirakan mencapai Rp 444 triliun pada 2022.

DIGITAL | 14 Desember 2018

Hitachi Usung Kecanggihan Teknologi Vacuum Compartment

Teknologi Vacuum Preservation Hitachi menjaga kesegaran makanan lebih lama.

DIGITAL | 13 Desember 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS