Ekonomi Digital Indonesia Tembus $ 27 M, Virtus Siap Dukung
INDEX

BISNIS-27 447.461 (-6.35)   |   COMPOSITE 5059.22 (-59.86)   |   DBX 933.73 (-7.01)   |   I-GRADE 135.366 (-2.1)   |   IDX30 427.201 (-7.13)   |   IDX80 111.513 (-1.85)   |   IDXBUMN20 284.629 (-6.37)   |   IDXG30 118.405 (-1.6)   |   IDXHIDIV20 382.903 (-6.43)   |   IDXQ30 125.347 (-2.16)   |   IDXSMC-COM 215.54 (-2.56)   |   IDXSMC-LIQ 243.745 (-4.83)   |   IDXV30 105.043 (-1.69)   |   INFOBANK15 803.622 (-8.33)   |   Investor33 371.182 (-4.92)   |   ISSI 148.056 (-1.95)   |   JII 539.107 (-10.07)   |   JII70 182.679 (-3.16)   |   KOMPAS100 996.599 (-14.96)   |   LQ45 780.316 (-12.34)   |   MBX 1404.61 (-17.5)   |   MNC36 278.843 (-3.77)   |   PEFINDO25 265.576 (-5.11)   |   SMInfra18 242.356 (-5.25)   |   SRI-KEHATI 313.434 (-3.93)   |  

Ekonomi Digital Indonesia Tembus $ 27 M, Virtus Siap Dukung

Kamis, 15 Agustus 2019 | 19:17 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Jakarta, Beritasatu.com - Perusahaan penyedia solusi infrastruktur teknologi informasi (TI), Virtus Technology Indonesia, siap membantu program pemerintah untuk mengembangkan perekonomian digital, karena potensi yang dimiliki bangsa ini sangat besar.

Direktur Virtus Christian Atmadjaja mengatakan 4% dari produk domestik bruto Indonesia berasal dari layanan digital seperti mobility, cloud computing, internet of things, dan artificial intelligence.

"Indonesia saat ini menjadi perhatian bagi pelaku usaha dunia sebagai salah satu negara yang serius dalam mengembangkan perekonomian digital, sehingga perkembangan teknologi di negara kita harus terus menerus kita pacu," kata Christian di sela acara Virtus Showcase di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Acara tahunan yang digelar sejak 2013 tersebut mempertemukan para pelaku usaha TI dengan pengguna, dan kali ini mengambil tema "Impact of Trade War on the Adoption of Industry 4.0".

Christian mengimbau agar perang dagang saat ini tidak mengganggu fokus Indonesia dalam melakukan transformasi digital sesuai tuntutan zaman.

"Berdasarkan riset Google dan Temasek, pasar ekonomi digital di Indonesia mencapai US$ 27 miliar dan berpotensi meningkat menjadi US$ 100 miliar pada 2025," ujarnya.

Selain itu, dari investasi asing yang masuk antara US$ 20-25 miliar, sekitar 10% disumbang oleh sektor ekonomi digital.

Ditemui usai acara, Christian mengatakan secara umum perang dagang tidak berdampak signifikan pada industri TI di Indonesia. Kalau pun ada, itu adalah gangguan pasokan yang sifatnya terbatas.

"Seperti kita ketahui, ban (larangan impor yang ditetapkan Amerika) menyebabkan suplai beberapa barang dari China terhambat. Pada saat suplai komponen disetop, barangnya tidak available," kata Christian.

"Impact-nya ke Indonesia jelas sudah ada karena beberapa pengadaan yang sudah jalan tiba-tiba barang dari China tersebut nggak bisa deliver, sehingga tender mesti diulang. Untungnya saat ini suplai sudah mulai berangsur normal."

Selain itu, sejak tiga pekan lalu larangan impor komponen Tiongkok sudah dicabut sehingga pasokan kembali normal.

"Beberapa industri IT di China sudah mulai mempercepat R and D-nya, jadi mereka sudah mengembangkan chip set sendiri untuk less dependent ke pihak luar," kata Christian.

Meskipun bisnis Virtus juga mencakup jual beli ke banyak negara, pelemahan nilai tukar yuan yang menjadi buntut perang dagang ini menurut Christian juga tidak berdampak pada industrinya.

"Belum terasa, harga-harga di Indonesia belum ada impact dari currency war ini," kata Christian.

"Virtus sebagai distributor produk-produk IT dari berbagai negara, mulai Amerika, Inggris, termasuk China, Polandia, Singapura, kalau dilihat kita masih bisa memberi advise tergantung strategi customer apa ke depan, apakah untuk solusi security, solusi network atau solusi data center. So far kita masih on track. Meskipun transaksi ada yang pakai dolar, tapi kebanyakan pakai rupiah."

Namun dia juga menegaskan bahwa industri TI sangat membutuhkan kestabilan makro, karena barang atau jasa yang diperdagangkan sangat time sensitive.

"Saat fluktuasi harga rupiahnya akan berubah, akan masalah kalau produknya itu baru sebulan kemudin selesai, jadi fluktuasi itu problem juga," akunya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Ramaikan Pasar Pemula, Advan Luncurkan G2 Pro

Membawa beberapa keunggulan yang biasanya dihadirkan smartphone kelas menengah/

DIGITAL | 15 Agustus 2019

Telegram Akan Luncurkan Mata Uang Digital

Aset digital Telegram ini disebut dengan 'Gram'.

DIGITAL | 15 Agustus 2019

600.000 UMKM Ralali Diajarkan Melek Teknologi

Pelaku UMKM di Indonesia diharapkan perlahan-lahan melek teknologi agar bisa berjualan online.

DIGITAL | 15 Agustus 2019

Roadshow Creatormuda Academy Kunjungi Pontianak

Roadshow Creatormuda Academy yang terdiri dari konsorsium lima institusi mendarat di Kota Pontianak.

DIGITAL | 15 Agustus 2019

Begini Cara Kenali Produk Resmi Xiaomi Indonesia

banyak konsumen masih kesulitan mengenali produk resmi Xiaomi Indonesia. Padahal, ada berbagai cara mudah melakukannya.

DIGITAL | 15 Agustus 2019

IndonesianisMe Summit, Ajang Membangkitkan Technopreneur

Penguasa dunia adalah yang bangsa menguasai dan menggunakan teknologi.

DIGITAL | 15 Agustus 2019

Giladiskon Luncurkan Fitur Baru Open Registration

Peluncuran fitur baru ini merupakan bentuk dukungan Giladiskon terhadap perkembangan UMKM ritel.

DIGITAL | 14 Agustus 2019

Apple MacBook Pro 15 Inci Dilarang Masuk Pesawat di AS

Larangan untuk MacBook Pro ini berlaku baik sebagai kargo maupun bawaan penumpang.

DIGITAL | 14 Agustus 2019

Jalin Sinergi, OVO Mudahkan Transaksi Pelanggan JNE

Sinergi OVO dan JNE membuat pembayaran jasa pengiriman dan logistik semakin mudah.

DIGITAL | 14 Agustus 2019

Likee Beri Penghargaan untuk Influencer dan Content Creator

Likee sebagai platform kreasi dan berbagi video pendek terpopuler di dunia memberikan penghargaan untuk influencer dan content creator dari Indonesia.

DIGITAL | 14 Agustus 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS