Kabar Baik, Ilmuwan Oxford Janjikan Vaksin Virus Corona Siap September Nanti
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Kabar Baik, Ilmuwan Oxford Janjikan Vaksin Virus Corona Siap September Nanti

Sabtu, 11 April 2020 | 23:08 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Beritasatu.com – Seorang profesor di Oxford University, Inggris, mengklaim bahwa vaksin untuk penyakit Covid-19 yang disebabkan virus corona bisa siap pada September tahun ini.

Sarah Gilbert, profesor bidang vaksinologi, memimpin tim peneliti yang mengembangkan vaksin untuk virus corona di Oxford University.

Virus corona saat ini sudah menginfeksi lebih dari 1,7 juta orang di muka bumi. Jumlah korban jiwa akibat pandemik ini juga sudah melewati angka 100.000 orang.

Profesor Gilbert mengatakan dia “80 persen yakin” vaksin yang sedang dikembangkan oleh timnya akan berhasil memberi perlindungan bagi manusia terhadap penyakit tersebut.

“Saya kira peluangnya tinggi bagi [vaksin] ini untuk bisa efektif, berdasarkan pada hal-hal lain yang telah kami lakukan terkait vaksin tipe ini. Ini bukan sikap gegabah karena setiap pekan yang berlalu, kami jadi punya lebih banyak data untuk dicermati,” ujarnya seperti dikutip sejumlah media Inggris, Sabtu (11/4/2020).

Sebagian besar pakar berpendapat bahwa pengembangan vaksin virus corona butuh waktu sampai 18 bulan sebelum bisa diproduksi dan didistribusi secara global, tetapi Profesor Gilbert ingin mempercepat proses uji klinis dengan membiarkan sukarelawan yang terlibat terinfeksi secara alami.

Menurutnya, para sukarelawan dari daerah yang tidak terkena karantina akan memberi hasil yang lebih efisien.

“Jika salah satu wilayah itu ternyata memiliki tingkat penularan virus yang tinggi, maka kami akan bisa membaca efektivitasnya dengan sangat cepat, jadi itu merupakan satu strategi untuk menghemat waktu,” kata Gilbert.

“Karantina total membuatnya lebih sulit. Namun, kami juga tidak ingin munculnya kekebalan kelompok [herd immunity]. Kami ingin mereka [sukarelawan] ini justru rentan terinfeksi dan terpapar [virus] semata-mata agar uji coba ini bisa mengetahui efektivitasnya.”

Jika semua berjalan lancar, vaksin yang manjur bisa siap pada September tahun ini, imbuh Profesor Gilbert.

Namun, dia menambahkan tak seorang pun bisa menjamin bahwa vaksin ini akan manjur.

Pemerintah Inggris menyiapkan dana puluhan juta pound untuk pengembangan vaksin yang manjur dan siap pakai. Tim peneliti Oxford itu masih berunding dengan pemerintah untuk bisa memproduksi vaksin tersebut.

“Kami tidak ingin nantinya terjadi bahwa kita sebetulnya punya vaksin yang sangat efektif, tetapi tidak ada vaksin yang siap digunakan,” kata Gilbert.

Para pakar lain mendukung tim tersebut dan percaya bahwa klaim Profesor Gilbert ada dasarnya.

"Tim vaksin Oxford adalah salah satu tim pengembang vaksin virus paling canggih di dunia, dan sudah membuat persiapan untuk meneliti vaksin selama beberapa tahun,” kata Brendan Wren, profesor di bisang patogenik mikroba di London School of Hygiene and Tropical Medicine.

"Artinya mereka bisa secepatnya menguji dan mengevaluasi calon vaksin Covid-19 ini [pada manusia]. Klaim bahwa kandidat vaksin ini akan siap pada September nanti bukanlah hal mengejutkan."

Namun, Profesor Brendan mengingatkan bahwa kemampuan manufaktur Inggris masih kurang, dan vaksin itu harus antre di barisan belakang jika akan diproduksi di negara-negara lain yang lebih baik kemampuannya, seperti Jerman, Belgia, dan Prancis.

"Era yang mendesak ini butuh upaya yang mendesak pula, jadi sah saja kalau dilakukan produksi sebelum kita tahu data yang menyeluruh,” kata Brendan.

"Bahkan kalau nantinya vaksin ini tidak efektif, dia bisa bermanfaat bagi produksi vaksin-vaksin Covid-19 lainnya, atau vaksin melawan jenis virus dan bakteri yang lain.”



Sumber:Independent


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

XL Axiata Gratiskan Ongkir Pembelian Produk di Toko Online

Layanan khusus untuk pelanggan XL dan Axis ini bisa didapatkan melalui situs xl.co.id/unlimited, dan di enam toko online terkemuka.

DIGITAL | 11 April 2020

Apple dan Google Kolaborasi Kembangkan Aplikasi Contact Tracing Covid-19

Apple Inc dan Alphabet Inc, induk usaha Google, pada hari Jumat (10/4/2020) mengatakan akan bekerja sama menciptakan teknologi contact tracing.

DIGITAL | 11 April 2020

Imbas Covid-19, Apjatel Harapkan Insentif dan Keringanan Pajak

Wabah Covid-19 memberikan dampak yang signifikan terhadap perusahaan di bidang jasa telekomunikasi.

DIGITAL | 10 April 2020

Indef: Belanja Online Tahan Penurunan Ekonomi Akibat Covid-19

Layanan aplikasi belanja daring dinilai dapat menahan penurunan ekonomi lebih dalam saat pandemi Covid-19.

DIGITAL | 10 April 2020

TikTok Serahkan Bantuan untuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19

TikTok menyerahkan bantuan senilai Rp 100 miliar kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

DIGITAL | 9 April 2020

BPPT Gandeng IDI Luncurkan Aplikasi Covid Track

Aplikasi ini memiliki fitur untuk melacak serta menganalisis pergerakan orang dalam pengawasan (ODP) maupun pasien dalam pengawasan (PDP).

DIGITAL | 9 April 2020

Kategori Produk yang Paling Diburu Selama Pandemi Covid-19

Belanja online menjadi alternatif masyarakat untuk mengurangi risiko penyebaran virus corona.

DIGITAL | 9 April 2020

Warganet Ramai Bicarakan Meninggalnya Glenn Fredly

Warganet membanjiri timeline (linimasa) dengan berbagai unggahan mengenai penyanyi yang meninggal dunia di usia 44 tahun itu.

DIGITAL | 8 April 2020

Apple Siapkan Perilisan MacBook Pro 13 Inci Bulan Depan

MacBook Pro 13 inci yang diberi nama kode J223, akan menjadi penyegaran dari model 13 inci saat ini.

DIGITAL | 8 April 2020

Facebook Luncurkan Tuned, Aplikasi Pesan untuk Pasangan

Aplikasi Tuned memungkinkan pengguna untuk mengobrol, berbagi foto dan musik serta memiliki timeline kenangan bersama.

DIGITAL | 8 April 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS