Vaksin Corona Buatan Oxford Dites, Begini Cara Kerjanya
INDEX

BISNIS-27 426.538 (9.14)   |   COMPOSITE 4842.76 (86.03)   |   DBX 923.5 (4.3)   |   I-GRADE 127.867 (2.68)   |   IDX30 404.318 (9.27)   |   IDX80 105.647 (2.39)   |   IDXBUMN20 263.312 (8.62)   |   IDXG30 113.239 (2.01)   |   IDXHIDIV20 361.834 (7.99)   |   IDXQ30 118.461 (2.52)   |   IDXSMC-COM 206.934 (2.87)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (4.81)   |   IDXV30 99.778 (2.72)   |   INFOBANK15 760.318 (20.93)   |   Investor33 353.585 (8.19)   |   ISSI 142.238 (2.16)   |   JII 514.346 (8.02)   |   JII70 174.038 (3.24)   |   KOMPAS100 945.162 (21.52)   |   LQ45 740.002 (16.7)   |   MBX 1338.07 (26.39)   |   MNC36 264.409 (6.09)   |   PEFINDO25 251.635 (6.23)   |   SMInfra18 228.656 (3.83)   |   SRI-KEHATI 297.818 (7.21)   |  

Vaksin Corona Buatan Oxford Dites, Begini Cara Kerjanya

Jumat, 24 April 2020 | 05:24 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Beritasatu.com – Vaksin virus corona buatan para ilmuwan di Oxford University, Inggris, diuji coba ke manusia untuk pertama kalinya, Kamis (23/4/2020) waktu setempat.

Dua sukarelawan disuntik dengan vaksin tersebut, dan mereka adalah yang pertama dari 800 orang yang direkrut untuk penelitian ini. Setengah dari mereka akan diberi vaksin Covid-19, setengahnya lagi disuntik dengan vaksin meningitis, bukan virus corona.

Para sukarelawan tidak tahu vaksin jenis apa yang mereka terima, tetapi dokter peneliti diberi tahu.

Elisa Granato, salah satu sukarelawan yang telah disuntik, adalah juga seorang ilmuwan.

"Saya sendiri seorang ilmuwan, jadi saya ingin mendukung sebuah proses ilmiah kapan pun saya bisa,” kata Granato.

Vaksin ini dikembangkan dalam waktu kurang dari tiga bulan, dipimpin oleh Sarah Gilbert, profesor vaksinologi di Jenner Institute.

"Secara pribadi saya sangat yakin terhadap vaksin ini," kata Gilbert.

"Tentu kami harus mengujinya dulu untuk mendapat data dari dampaknya pada manusia. Kami harus membuktikan vaksin ini memang manjur dan bisa mencegah orang terinfeksi virus corona, sebelum digunakan di populasi yang lebih besar."

Sebelumnya Gilbert mengatakan dia "yakin 80%" vaksinnya akan manjur, tetapi sekarang dia tidak menyebut angka, hanya mengatakan “sangat optimistis” terhadap peluangnya.

Jadi, bagaimana cara kerja vaksin ini?

Vaksin tersebut dibuat dari virus flu biasa (adenovirus) yang sudah dilemahkan dan diambil dari simpanse, kemudian dimodifikasi agar tidak bisa berkembang dalam tubuh manusia.

Tim Oxford sudah lebih dulu mengembangkan vaksin penyakit Middle East Respiratory Syndrome (MERS), tipe lain dari virus corona, dengan menggunakan cara yang sama dan sudah menunjukkan hasil menjanjikan dalam uji klinis.

Bagaimana cara mengetahui kemajurannya?

Satu-satunya cara tim itu bisa mengetahui apakah vaksin Covid-19 ini manjur adalah dengan membandingkan jumlah orang yang terinfeksi virus corona di dua kelompok sukarelawan itu dalam beberapa bulan ke depan.

Akan jadi masalah kalau misalnya jumlah kasus di Inggris turun dengan drastis, karena datanya akan tidak memadai.

Profesor Andrew Pollard, direktur Oxford Vaccine Group yang memimpin uji coba, mengatakan: "Kami sedang berpacu dengan akhir dari gelombang epidemik yang sekarang ini. Jika kami gagal mengejarnya, kami tidak akan bisa mengatakan apakah vaksin ini manjur dalam beberapa bulan ke depan. Namun kami menduga masih akan ada kasus-kasus lagi nantinya karena virus ini belum lenyap."

Baca juga:Ilmuwan Oxford Janjikan Vaksin Virus Corona Siap September Nanti

Dalam uji coba ini, para peneliti vaksin memprioritaskan rekrutmen para petugas kesehatan karena mereka lebih mungkin terpapar virus tersebut dibandingkan kelompok masyarakat yang lain.

Nantinya, akan dilakukan uji coba skala besar dengan melibatkan sekitar 5.000 sukarelawan tanpa batasan usia.

Kelompok usia yang lebih tua cenderung memiliki respon kekebalan yang lebih lemah terhadap vaksin. Para peneliti sedang mengevaluasi apakah mereka mungkin butuh dua dosis suntikan.

Tim Oxford tersebut juga berencana menguji coba vaksin di Afrika, kemungkinan Kenya, di mana tingkat penularan makin meningkat dari jumlah yang semula kecil.

Jika jumlah kasus menjadi masalah, kenapa para sukarelawan itu tidak disuntikkan virus corona saja?

Itu memang akan menjadi cara yang cepat dan pasti untuk mengetahui efektivitas vaksin tersebut, tetapi bukan hal yang etis karena belum ada pengobatan yang terbukti ampuh untuk melawan Covid-19.

Di masa depan, metode seperti itu dimungkinkan.

"Kalau kita sudah sampai pada tahapan di mana penyakit ini sudah ada obatnya dan kita bisa menjamin keselamatan para sukarelawan, itu akan menjadi cara yang bagus untuk menguji sebuah vaksin,” kata Pollard.

Apakah uji coba ini aman?

Para sukarelawan akan dipantau ketat dalam beberapa bulan ke depan. Mereka sudah diberi tahu bahwa kemungkinan sebagian orang akan mengalami nyeri lengan, sakit kepala, atau demam dalam beberapa hari setelah vaksinasi.

Mereka juga diberi tahu bahwa secara teori ada risiko vaksin itu memicu reaksi tubuh yang serius terhadap virus corona, seperti yang terjadi di awal penelitian vaksin penyakit pernapasan severe acute respiratory syndrome (SARS) pada binatang.

Baca juga:Produsen Obat Malaria Dapat Izin Obati Pasien Covid-19

Namun, tim Oxford mengatakan berdasarkan data yang ada risiko vaksin ini menghasilkan penyakit lanjutan sangat minimal.

Para ilmuwan di sana berharap sampai September nanti sudah diproduksi 1 juta dosis vaksin ini, dan kemudian ditingkatkan secara dramatis kalau memang terbukti manjur.

Siapa yang pertama mendapat vaksin ini?

Profesor Gilbert mengatakan hal itu belum diputuskan.

"Bukan tugas kami untuk menentukan apa yang terjadi kemudian. Kami hanya berusaha membuat sebuah vaksin yang manjur dan dalam jumlah yang cukup, berikutnya biar orang lain yang memutuskan,” ujarnya.

Profesor Pollard menambahkan: "Kami harus memastikan bahwa dosisnya cukup untuk mereka yang paling membutuhkan, bukan hanya di Inggris, tetapi juga di negara-negara berkembang."

Tim lain di Imperial College London juga mengembangkan vaksin virus corona dan berharap bisa mengujinya pada manusia Juni nanti.

Tim peneliti Oxford dan Imperial telah menerima dana lebih dari £40 juta (Rp 760 miliar) dari pemerintah.

Menteri Kesehatan Matt Hancock memuji dua tim tersebut dan mengatakan Inggris akan "memberikan semua yang kami punya” untuk mengembangkan vaksin.



Sumber:BBC


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Dynabook Luncurkan Laptop untuk Kalangan Bisnis

Laptop Satellite Pro L40-G dirancang dengan mengutamakan performa yang mumpuni.

DIGITAL | 23 April 2020

Perkembangan Teknologi Permudah Trading Forex Online

Investasi trading forex online di Salma Markets cukup mudah.

DIGITAL | 23 April 2020

Harga Bitcoin Diprediksi Akan Terus Naik

Bitcoin benar-benar bertransformasi menjadi emas digital.

DIGITAL | 23 April 2020

Bhinneka.Com Hadirkan Layanan Rapid Test untuk Korporasi

kerja saman dengan Triasse, sebuah health tech penyedia layanan end-to-end medical diagnostic.

DIGITAL | 23 April 2020

Google Deteksi Kejahatan Siber Baru Terkait Covid-19

Ada sejumlah risiko baru terkait keamanan online dalam penggunaan platform digital tersebut.

DIGITAL | 23 April 2020

Strategi Chilibeli Ringankan Beban Mitra di Momen Ramadan

Sambut ramadan, startup Chilibeli luncurkan paket sembako khusus dan kampanye video digital #KebaikanMitraChilibeli

DIGITAL | 23 April 2020

Pulse Secure Perluas Pasar Solusi Keamanan di Indonesia

Pulse Secure menunjuk ECS Indo Jaya sebagai distributor dan memiliki hak untuk mendistribusikan Pulse Connect Secure (PCS).

DIGITAL | 22 April 2020

XL Axiata Prediksi Trafik Data Naik 20% di Ramadan

XL juga menawarkan sejumlah paket spesial selama ramadan hingga lebaran.

DIGITAL | 22 April 2020

Huawei Luncurkan Aplikasi Medis Berteknologi 5G dan AI

Huawei menggunakan keahliannya di bidang teknologi komunikasi untuk membantu memerangi pandemi virus corona.

DIGITAL | 22 April 2020

Prosesor AMD Ryzen Dibekali Teknologi Core Zen 2

Prosesor desktop terbaru ini dirancang dengan prosesor desktop AMD Ryzen generasi ketiga dengan lebih dari 60 desain yang tengah dikembangkan.

DIGITAL | 22 April 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS