Inggris Tendang Huawei dari Proyek 5G, Nokia Siap Ambil Alih
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Inggris Tendang Huawei dari Proyek 5G, Nokia Siap Ambil Alih

Rabu, 15 Juli 2020 | 10:02 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Beritasatu.com – Pemerintah Inggris telah memutuskan untuk melarang Huawei terlibat dalam proyek jaringan telekomunikasi 5G, mengubah keputusannya sendiri Januari lalu yang mengizinkan perusahaan teknologi Tiongkok itu ikut dalam proyek infrastruktur internet nirkabel super cepat.

Perubahan kebijakan yang drastis ini, yang dipicu oleh tekanan Amerika Serikat, disambut oleh sejumlah perusahaan teknologi Barat termasuk Nokia yang mengatakan siap menggantikan peran Huawei di Inggris.

Operator seluler Inggris seperti BT dan Vodafone diberi waktu hingga 2027 untuk membuang semua perangkat Huawei dari jaringan 5G mereka, menurut pengumuman pemerintah Selasa (14/7/2020) kemarin.

Menteri Urusan Digital dan Kebudayaan Oliver Dowden mengatakan sanksi AS atas Huawei yang diterapkan sejak Mei lalu telah “secara signifikan mengubah” lanskap industri ini.

"Karena adanya ketidakpastian atas rantai pasokan Huawei, Inggris tidak bisa merasa yakin pada jaminan keamanan peralatan 5G Huawei di masa depan," kata Dowden.

Keputusan ini merupakan kemenangan besar bagi pemerintahan Donald Trump, yang telah mendesak para sekutunya untuk menyingkirkan Huawei dari jaringan 5G mereka, dengan dalih bahwa perusahaan Tiongkok itu merupakan ancaman bagi keamanan nasional.

Bulan lalu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan: “Ombak berbalik menyerang Huawei ketika warga negara di berbagai wilayah dunia mulai menyadari bahaya pengintaian oleh negara yang diprakarsai Partai Komunis Tiongkok."

Keputusan ini sangat memukul Huawei, yang sudah beroperasi di Inggris selama 20 tahun. Huawei sudah terlibat jauh dalam proyek 4G Inggris sebelumnya. Eropa merupakan pasar besar Huawei, menyumbang 24% hasil penjualannya tahun lalu.

Tanpa Google
Penjualan smartphone Huawei juga anjlok sejak AS melarangnya mengakses semua aplikasi Google yang digunakan oleh banyak sekali pengguna ponsel di seluruh dunia. Tanpa aplikasi itu, smartphone Huawei menjadi sangat tidak menarik di luar Tiongkok.

Huawei menyesalkan keputusan Inggris yang tunduk pada tekanan AS tersebut.

"Keputusan ini bisa membawa dunia digital Inggris kembali ke jalur lambat, meningkatkan biaya dan mempertajam sengketa digital," kata Ed Brewster, juru bicara Huawei UK.

"Sangat disesalkan masa depan kami di Inggris telah dipolitisasi -- ini soal kebijakan dagang AS, bukan soal keamanan," imbuhnya.

Sanksi AS juga mencakup larangan bagi perusahaan-perusahaan Taiwan seperti TSMC (TSM) untuk mengekspor chipsets komputer dan komponen penting lainnya ke Huawei. Tanpa itu, Huawei tidak bisa membangun stasiun 5G dan perangkat lainnya.

AS juga memperingatkan Inggris bahwa kerja sama intelijen dan kolaborasi militer mereka berdua bisa berisiko jika Inggris tetap membiarkan Huawei menggarap proyek 5G.

Nokia
Rival Huawei di Eropa segera merespons keputusan Inggris tersebut.

Nokia merilis pernyataan bahwa perusahaan Finlandia itu "punya kemampuan dan keahlian untuk mengganti semua perangkat Huawei di jaringan Inggris secara tepat dan cepat."

Perusahaan Swedia Ericsson juga mengklaim mereka memiliki teknologi, pengalaman dan rantai pasokan untuk membantu Inggris menggarap jaringan 5G.

Namun, perusahaan ponsel Inggris tidak terlalu bersemangat karena pembatalan proyek oleh Huawei memakan ongkos besar.

"Jelas kami kecewa karena keputusan ini akan memperpanjang penundaan peluncuran 5G di Inggris dan akibatnya juga tambahan biaya di industri ini," kata Vodafone lewat seorang juru bicaranya.

Sementara itu CEO BT Philip Jansen mengatakan perusahaanya bisa menyesuaikan diri dengan perubahan ini tanpa tambahan biaya signifikan. Meski demikian, estimasi biaya BT untuk menggantikan Huawei diperkirakan maksimal £ 500 juta.



Sumber:CNN


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Samsung Targetkan Komersialisasi Layanan 6G di 2030

Samsung Electronic Co telah menyiapkan rencana pengembangan teknologi layanan seluler generasi keenam (6G).

DIGITAL | 15 Juli 2020

Lost Saga Remastered Manjakan Gamer Veteran

Gim Lost Saga Remastered bagi-bagi hadian untuk pemain gim veteran.

DIGITAL | 14 Juli 2020

Cartesi Token Kini Tersedia di Tokocrypto

Cartesi dkini tersedia di Tokocryto dan apat diperdagangkan dengan Bitcoin (BTC) maupun USD Tether (USDT).

DIGITAL | 14 Juli 2020

Denny Siregar: Pembocor Data Punya Jaringan Orang Dalam Telkomsel

"Media sosial anak-anak saya dibanjiri makian dari orang yang selama ini membenci saya," kata Denny.

DIGITAL | 14 Juli 2020

Alat Penyaring Udara Jadi Alternatif Pengganti Masker

Plug Nasal Filter dinilai efektif menghalau partikel berbahaya yang lebih baik dari masker biasa.

DIGITAL | 13 Juli 2020

Generasi Z Dominasi Pengguna Internet Selama Pandemi Covid-19

Puncak aktivitas penggunaan internet terjadi pada pukul 8 malam.

DIGITAL | 12 Juli 2020

Dyandra Global Luncurkan Platform Digital Weekenders.id

Weekenders.id ditujukan untuk mendukung pengembangan event berbasis online yang belakangan menjadi alternatif penyelenggaraan event.

DIGITAL | 12 Juli 2020

Tak Cuma Disinfektan, Sterilisasi Sinar Ozon dan UV-C Juga Mampu Membunuh Virus

Ozon merupakan gas dan digunakan sebagai pelengkap dari sinar UV-C, sehingga dapat masuk ke celah sempit dan kecil yang tidak dapat dijangkau.

DIGITAL | 12 Juli 2020

Virtual Office Jadi Solusi bagi Perusahaan Saat Pandemi

Layanan kantor digital Office99 dapat mempermudah karyawan untuk beroperasi di tengah pandemi Covid-19.

DIGITAL | 12 Juli 2020

Keluarga Jadi Pintu Masuk Literasi Digital

Literasi digital bisa dimulai dari lingkungan keluarga dan diri sendiri.

DIGITAL | 11 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS