Heboh Hacker Robin Hood: Peras Perusahaan Besar untuk Amal
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Heboh Hacker Robin Hood: Peras Perusahaan Besar untuk Amal

Selasa, 20 Oktober 2020 | 12:27 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Beritasatu.com – The Darkside, sebuah kelompok peretas misterius telah mendonasikan uang hasil “rampasan” mereka untuk amal sehingga dijuluki Robin Hood hacker.

Kelompok tersebut mengklaim telah memeras jutaan dolar dari berbagai perusahaan dan sekarang ingin “menciptakan dunia yang lebih baik”.

Dalam unggahan di situs bawah tanah, mereka mencantumkan kuitansi donasi senilai US$ 10.000 (Rp 147 juta) dalam Bitcoin untuk dua lembaga amal. Salah satunya, Children International, mengatakan tidak akan memakai uang tersebut.

Unggahan di blog mereka pada 13 Oktober juga menyebutkan klaim bahwa mereka hanya menargetkan perusahaan-perusahaan besar dengan serangan ransomware. Sistem teknologi informasi perusahaan yang jadi korban disandera sampai tebusan dibayarkan.

"Menurut kami cukup adil kalau sebagian uang yang dibayarkan oleh perusahaan-perusahaan itu diberikan untuk amal,” bunyi pernyataan tersebut.

"Tidak peduli seburuk apa penilaian Anda terhadap pekerjaan kami, yang jelas kami senang bisa tahu bahwa kami membantu hidup orang lain. Hari ini kami mengirim donasi yang pertama."

Para penjahat siber itu juga mencantumkan bukti kuitansi atas pembayaran 0,88 Bitcoin yang dikirim ke dua lembaga amal The Water Project dan Children International.

Children International berkiprah membantu anak-anak, keluarga, dan masyarakat tidak mampu di India, Filipina, Kolombia, Ekuador, Zambia, Republik Dominika, Guatemala, Honduras, Meksiko, dan Amerika Serikat.

“Jika donasi itu ada kaitannya dengan para peretas, kami tidak ada niat untuk menyimpannya,” kata seorang juru bicara Children International.

The Water Project, yang bekerja memperbaiki akses air bersih di wilayah sub-Sahara Afrika, belum memberikan pernyataan.

“Tidak jelas betul apa maksud para peretas itu dengan melakukan donasi tersebut. Mungkin untuk mengurangi rasa bersalah mereka? Atau mungkin karena alasan egois bahwa mereka ingin dianggap sebagai karakter setara Robin Hood, bukan para pemeras tanpa nurani,” kata Brett Callow, seorang pakar di perusahaan keamanan siber Emsisoft.

"Apa pun alasannya, ini merupakan tindakan yang tidak wajar dan sejauh yang saya tahu ini pertama kalinya kelompok ransomware mendonasikan sebagian pendapatannya."

Kelompok The Darkside ini relatif baru di dunia kejahatan siber, tetapi analisis pada pasar crypto-currency menunjukkan bahwa mereka cukup aktif melakukan pemerasan.

Ada bukti bahwa mereka mungkin terkait dengan kelompok kriminal lain yang telah menyerang sejumlah perusahaan besar termasuk Travelex, yang lumpuh akibat ransomware pada Januari lalu.

Donasi mereka disalurkan melalui layanan The Giving Block yang berbasis di Amerika dan digunakan oleh 67 lembaga nirlaba di berbagai penjuru dunia seperti Save The Children, Rainforest Foundation, dan She's The First.

Dalam pengantar di situsnya, The Giving Block menyebut dirinya sebagai "satu-satunya solusi spesifik nirlaba untuk menamoung donasi dalam mata uang crypto".

Perusahaan didirikan pada 2018 untuk memberi cara bagi para “triliuner cryptocurrency” melakukan donasi Bitcoin dan mata uang crypto lainnya ke lembaga-lembaga nirlaba dengan pajak rendah".

The Giving Block mengatakan mereka tidak tahu kalau ada donasi yang dilakukan oleh para penjahat siber.

"Kami masih berusaha mencari tahu apakah dana itu betul-betul hasil curian. Kalau benar begitu, tentu kami akan mulai bekerja untuk mengembalikannya ke pemilik yang sah," kata juru bicara perusahaan.



Sumber:BBC


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Samsung Galaxy S20 FE Tawarkan Aneka Warna Ikonik

Samsung Galaxy S20 FE hadir dengan fitur-fitur favorit dari para penggemar Galaxy di seluruh dunia, menghadirkan pengalaman flagship dengan harga terjangkau.

DIGITAL | 20 Oktober 2020

Galaxy Creator Workshop: Semua Bisa Jadi Content Creator

Inisiatif ini bertujuan memberikan inspirasi bagi generasi muda untuk tidak perlu khawatir dan takut untuk memulai dan menuangkan ide untuk membuat konten.

DIGITAL | 19 Oktober 2020

Simak, Ini Tips Memilih Paket Internet

Di antaranya adalah memerhatikan aplikasi dan perangkat yang sering digunakan untuk mengakses internet.

DIGITAL | 19 Oktober 2020

Teknologi Jadi Solusi Kesenjangan Komunikasi di Tempat Kerja

Sudah saatnya perusahaan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam ruang lingkup tempat kerja dan cara bekerja.

DIGITAL | 19 Oktober 2020

Ganti Casing Gawai Bisa Jadi Cara Atasi Kebosanan Belajar Daring

Banyak cara untuk mengatasi kebosanan belajar daring dengan menggunakan handphone, salah satunya mungkin dengan mengganti casing HP menjadi lebih menarik.

DIGITAL | 18 Oktober 2020

Pecahan Rekor Dunia Guiness, Infinix Hot 10 Sasar Mobile Gamers

Infinix Hot 10 dikabarkan dibanderol 1 jutaan di pasar Indonesia.

DIGITAL | 18 Oktober 2020

Sudah Tepatkah Anda Memilih Influencer?

Sonar Influence bisa menjadi platform yang memberikan showcase portofolio influencer yang akan terlibat dalam kolaborasi, projek, serta endorsement.

DIGITAL | 19 Oktober 2020

Sentuhan Mewah Lamborghini di Smartphone High-end OPPO

OPPO Find X2 Pro Automobili Lamborghini Edition sebagai mahakarya untuk konsumen yang menghargai kombinasi desain dengan fitur canggih.

DIGITAL | 16 Oktober 2020

Smartphone Asal Prancis Ini Perkuat Pasar Indonesia

Ketiga smartphone terbaru ini dibanderol dengan harga mulai Rp 900 ribuan.

DIGITAL | 16 Oktober 2020

Samsung Galaxy S20 FE, Ponsel Kelas Flagship untuk Milenial

Samsung Galaxy S20 FE merupakan produk sekelas flagship dari Samsung dengan berbagai pilihan warna cerah serta fitur kamera beragam.

DIGITAL | 16 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS