Pesta Kawin Mewah Keluarga India Hebohkan Afrika Selatan
INDEX

BISNIS-27 503.6 (2.5)   |   COMPOSITE 5652.76 (48.27)   |   DBX 1032.04 (3.25)   |   I-GRADE 164.451 (1.87)   |   IDX30 490.95 (3.33)   |   IDX80 128.766 (0.95)   |   IDXBUMN20 358.484 (4.17)   |   IDXG30 133.521 (0.92)   |   IDXHIDIV20 437.723 (3.27)   |   IDXQ30 142.408 (1.41)   |   IDXSMC-COM 239.978 (2.77)   |   IDXSMC-LIQ 292.98 (3.3)   |   IDXV30 120.747 (2.08)   |   INFOBANK15 969.323 (8.87)   |   Investor33 424.184 (2.73)   |   ISSI 165.497 (1.49)   |   JII 607.992 (3.57)   |   JII70 207.954 (1.77)   |   KOMPAS100 1151.81 (10.08)   |   LQ45 901.663 (6.22)   |   MBX 1571.94 (14.64)   |   MNC36 316.426 (2.22)   |   PEFINDO25 300.975 (9.54)   |   SMInfra18 283.853 (1.3)   |   SRI-KEHATI 362.321 (2.15)   |  

Pesta Kawin Mewah Keluarga India Hebohkan Afrika Selatan

Jumat, 3 Mei 2013 | 20:57 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Pretoria - Masyarakat Afrika Selatan (Afsel) dihebohkan oleh pesta mewah perkawinan selama beberapa hari yang diselenggarakan oleh satu keluarga India kaya raya dan ditengarai telah mendapat perlakuan istimewa hingga bisa mendatangkan bintang-bintang Bollywood dengan pesawat jet pribadi yang mendarat di pangkalan militer.

Buntut dari peristiwa itu, lima pejabat tinggi diskors dan tiga polisi ditangkap sementara pemerintah menyelidiki kemungkinan terjadinya pelanggaran prosedur keamanan di pesta tersebut, demikian dilaporkan BBC Jumat (3/5).

Keluarga Gupta yang menyelenggarakan pesta itu mendaratkan jet pribadi di pangkalan militer dekat ibukota Afsel, Pretoria.

Di samping bintang film, mereka juga mendatangkan pejabat-pejabat pemerintah India, namun membantah melakukan pelanggaran hukum.

Tiga bersaudara Gupta - Atul, Ajay dan Rajesh – disebut-sebut telah menanamkan pengaruh besar di Afsel sejak kekuasaan minoritas kulit putih berakhir pada 1994. Bisnis mereka di sana termasuk pertambangan, penerbangan, teknologi dan media.

Kamis (2/5) kemarin dinyatakan bahwa Kedutaan India di Afsel juga akan diselidiki apakah ada penyalahgunaan hak khusus diplomatik dalam pesta perkawinan itu.

Peristiwa ini memicu kemarahan di kalangan politisi kelompok oposisi dan serikat dagang Cosatu yang meminta parlemen melakukan penyelidikan penuh.

Protokol Negara Diindahkan

Menteri Kehakiman Jeff Radebe, dalam jumpa pers Jumat (3/5), mengatakan telah membentuk tim khusus yang akan melakukan penyelidikan selama tujuh hari ke depan dan setelah itu harus melapor ke kabinet bagaimana sebuah pesawat jet pribadi berpenumpang 200 orang dari keluarga Gupta bisa mendarat di Pangkalan Angkatan Udara Waterkloof.

“Pemerintah sangat prihatin dengan adanya pelanggaran protokol keamanan dan pengabaian nyata atas praktek yang berlaku dalam membolehkan pendaratan pesawat di fasilitas militer, yang punya arti strategis bagi negara ini," kata Radebe.

Dalam pendaratan itu, Departemen Hubungan dan Kerjasama Internasional Afsel tidak mencatat adanya permintaan resmi dari perwakilan India tentang kunjungan satu delegasi yang butuh bantuan diplomatik dan izin mendarat, kata Radebe.

Yang terjadi, atase pertahanan India meminta izin mendarat langsung ke pihak Angkatan Udara Afsel, tambahnya.

Para tamu itu tiba pada Selasa lalu dan dan mendapatkan pengawalan polisi menuju kasino Sun City tempat berlangsungnya pesta perkawinan Vega Gupta, 23, keponakan perempuan Gupta bersaudara, dengan Aaskash Jahajgarhia.

Menteri kehakiman juga mengatakan dimulainya kasus pidana terkait lampu darurat dan nomor plat mobil palsu yang dipakai dalam konvoi itu.

Tiga petugas polisi telah ditahan karena terlibat dalam pengawalan. Sedangkan empat dari lima pejabat yang diskors merupakan tokoh-tokoh senior di kepolisian dan militer, dan pejabat kelima adalah kepala protokol negara, tambahnya.

Tanggapan Keluarga Gupta

Dalam tanggapannya, keluarga Gupta mengaku sedih dengan “pemberitaan negatif” pesta perkawinan tersebut dan menyampaikan harapannya penyidikan akan “mengungkap kebenaran.”

"Ini memang direncanakan sebagai pesta perkawinan wisata untuk memikat keluarga-keluarga India lainnya agar memilih Afrika Selatan sebagai lokasi pesta daripada pergi ke Mauritius atau Thailand," kata juru bicara keluarga, Haranath Ghosh.

"Untuk diberitakan, pihak keluarga telah mendapatkan semua izin untuk semua bagian event tersebut.”

Sumber:BBC


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ormas Islam Minta Pemerintah Pro Aktif Hentikan Kekerasan di Rohingya

Umat muslim Indonesia, mendesak pemerintah Indonesia lebih pro aktif memberi tekanan politik kepada pemerintah Myanmar.

DUNIA | 3 Mei 2013

Soal Rohingya, Ormas Islam Minta Pemerintah Beri Tekanan Politik

"Berikan hak pada kaum muslim di Rohingya untuk membentuk negara Islam."

DUNIA | 3 Mei 2013

Polisi China Bongkar Sindikat Penjualan Daging Tikus Senilai Rp 15,5 M

Otoritas setempat telah menangkap 904 tersangka karena menjual dan memproduksi produk daging kambing palsu.

DUNIA | 3 Mei 2013

DPR Desak Dunia Laksanakan Pelucutan Senjata Nuklir

Setiap negara yang menandatangani traktat antisenjata nuklir sebaiknya benar-benar menghancurkan seluruh senjata nuklir yang mereka miliki.

DUNIA | 3 Mei 2013

AS Minta Korut Bebaskan Kenneth Bae

Hukuman Bae merupakan upaya pemerintah Korut untuk memenangkan konsesi diplomatik.

DUNIA | 3 Mei 2013

April 2013, Jadi Bulan Maut bagi Warga Irak

Ibukota Baghdad mengalami dampak terburuk dengan total korban 697 warga sipil.

DUNIA | 3 Mei 2013

Bocah 10 Tahun Juara Balap Go Kart

Ardie Jonic saat ini banyak menjadi bahan pembicaraan di Australia.

DUNIA | 3 Mei 2013

Kebakaran di California Selatan

Kawasan seluas hampir 700 hektar di selatan California Amerika ludes terbakar.

DUNIA | 3 Mei 2013

Klaim Pengangguran di Amerika Turun Menjadi 324.000

Klaim pengangguran Amerika Serikat mencatat angka terendah sejak januari 2008.

DUNIA | 3 Mei 2013

Ini Buron Teroris Wanita Pertama FBI

Siapa saja yang bisa menangkap dan mengembalikan Chesimard ke AS akan mendapat Rp 19,4 miliar.

DUNIA | 3 Mei 2013


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS