Sepi Peminat, Pemilu Mesir Diperpanjang Hingga Hari ke-3
INDEX

BISNIS-27 510.175 (-19.05)   |   COMPOSITE 5783.33 (-170.92)   |   DBX 1064.04 (-1.68)   |   I-GRADE 168.858 (-6.97)   |   IDX30 499.932 (-21.14)   |   IDX80 131.904 (-5.19)   |   IDXBUMN20 373.781 (-18.36)   |   IDXG30 136.463 (-5.44)   |   IDXHIDIV20 450.262 (-18.14)   |   IDXQ30 146.101 (-6.28)   |   IDXSMC-COM 248.411 (-4.72)   |   IDXSMC-LIQ 303.864 (-9.61)   |   IDXV30 127.988 (-5.5)   |   INFOBANK15 983.467 (-36.67)   |   Investor33 429.105 (-16.64)   |   ISSI 169.797 (-4.69)   |   JII 620.069 (-22.27)   |   JII70 213.196 (-7.01)   |   KOMPAS100 1177.3 (-42.41)   |   LQ45 920.112 (-37.05)   |   MBX 1606.46 (-54)   |   MNC36 321.125 (-12.61)   |   PEFINDO25 316.867 (-8.64)   |   SMInfra18 295.49 (-13.73)   |   SRI-KEHATI 366.206 (-13.72)   |  

Sepi Peminat, Pemilu Mesir Diperpanjang Hingga Hari ke-3

Rabu, 28 Mei 2014 | 01:45 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Kairo – Masalah pemilihan presiden di Mesir bukan soal siapa yang akan terpilih, namun lebih ke siapa yang akan memilih.

Pemilihan umum Mesir yang sudah digelar selama dua hari ternyata hanya diikuti sedikit sekali pemilih dan mengancam legitimasi Abdel Fattah al-Sisi yang mencitrakan diri sebagai calon presiden bagi seluruh rakyat. Akhirnya pemerintah memperpanjang kesempatan pemungutan suara sampai hari ketiga Rabu (28/5) ini.

Hal tersebut diumumkan Selasa malam, setelah sejumlah tempat pemungutan suara melaporkan tidak adanya peningkatan signifikan dalam jumlah pemilih.

Sisi, mantan panglima angkatan bersenjata, diramalkan akan memenangi pemilihan secara telak, namun yang kemudian muncul adalah sikap apatis, sinis dan keyakinan bahwa pemilu kali ini tak lebih dari pentasbihan pemimpin yang sudah ada sekarang. Akibatnya, para pemilih usia muda enggan muncul.

Tambahan pula, kekuatan oposisi yang cukup besar juga menyerukan boikot atas pemilu kali ini.

Sejauh ini belum ada data resmi soal tingkat partisipasi pemilih, namun Ahmed Hafez, direktur eksekutif lembaga monitor pemilu Shayfeenkom, memperkirakan hanya 15-20% dari pemilih terdaftar yang muncul hari Senin, dan lebih rendah lagi pada hari Selasa.

"Wilayah atas Mesir benar-benar kering," ujarnya, merujuk pada bagian selatan negara itu yang menjadi wilayah kubu Islamis yang berkuasa sebelum digulingkan oleh Sisi.

Menurut Hafez, salah satu stafnya di TPS dekat kota Qena melaporkan hanya enam dari ribuan pemilih terdaftar yang memberikan suara.

Koran-koran swasta dan pemerintah mendesak pemilih untuk hadir Senin lalu, namun rupanya sia-sia saja.

Senin malam, Perdana Menteri Ibrahim Mehleb mengumumkan hari libur nasional agar semua pegawai negeri bisa memilih. Pasar modal juga ikut-ikutan memberi hari libur mendadak. Namun Selasa pagi, jumlah pemilih hanya sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali di sejumlah TPS.

Bintang televisi Tawfik Okasha muncul di acara siang hari mendesak pemirsa untuk memberikan suara.

"Apa yang anda mau (agar pergi ke TPS)? Apa saya harus telanjang?" kata bintang pria itu. Lalu dia bercanda bahwa para wanita yang pergi shopping dan bukannya menuju ke TPS “perlu ditembak.”

Mal terbesar di Kairo juga tutup lebih awal, jam 4 sore, agar pemilih punya waktu. Beberapa angkutan umum menaikkan tarif supaya warga tidak bepergian. Namun beberapa jam menjelang tenggat, akhirnya pemerintah memutuskan memperpanjang waktu hingga Rabu.

Seorang pendukung Sisi, Khaled Ahmed, 33, mengaku kaget melihat sepinya TPS tempatnya memilih. Akuntan itu mengatakan mulai berpikir kalau media massa Mesir mungkin telah membesar-besarkan pemberitaan soal Sisi.

"Mereka melebih-lebihkan. Dan sebagian besar dari generasi muda tidak percaya pada Sisi."

Ashraf, 21, simpatisan kelompok Muslim Brotherhood yang sebelumnya berkuasa, menggambarkan Sisi sebagai "Hosni Mubarak yang baru."

Sejak Sisi menyingkirkan Presiden Mohamed Morsi yang juga pemimpin Muslim Brotherhood, sekitar 1.000 pendukung Morsi terbunuh dan puluhan ribu orang dipenjara.

Sumber:Global Post


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

AS Akan Kurangi Jumlah Pasukan di Afghanistan

AS saat ini memiliki 32.000 pasukan di Afghanistan dalam perang yang terlama yang pernah melibatkan AS.

DUNIA | 28 Mei 2014

Ukraina Rebut Kembali Bandara Donetsk

Lebih dari 30 pasukan separatis pro-Rusia terbunuh dalam pertempuran tersebut.

DUNIA | 28 Mei 2014

Junta Militer Thailand Janjikan Subsidi Untuk Cegah Resesi

Junta militer berjanji menggelontorkan dana subsidi bagi petani padi hingga US$ 2,8 miliar.

DUNIA | 27 Mei 2014

Tiongkok Tenggelamkan Kapal Vietnam, Ketegangan Meningkat

Menurut kantor berita Tiongkok, Xinhua, kapal Vietnam itu terbalik sendiri.

DUNIA | 27 Mei 2014

Bentrok di Ukraina, 30 Pemberontak Tewas

Pertempuran meletus setelah Ukraina memilih milyuner pembuat permen coklat Petro Poroshenko sebagai presiden baru.

DUNIA | 27 Mei 2014

Setelah Lama Ditunggu, Akhirnya Data Komunikasi Satelit MH370 Dirilis

Selama berminggu-minggu, Inmarsat mengatakan tidak memiliki kewenangan untuk mengeluarkan data itu.

DUNIA | 27 Mei 2014

Manuel Uribe, Pria Peraih Rekor Terberat di Dunia Meninggal

Uribe pernah meraih gelar pria terberat dan mendapat sertifikat dari Guinness World Record pada 2006. Saat itu, berat Uribe 560 kg.

DUNIA | 27 Mei 2014

Pasukan Ukraina Serang Bandara Donetsk

Serangan itu sebagai langkah presiden yang baru yang berjanji mengontrol kembali wilayah timur dan menolak untuk bernegosiasi dengan "teroris."

DUNIA | 27 Mei 2014

Militer Nigeria Ketahui Lokasi Penyekapan Siswi

Pihak militer belum berani menyerang lokasi tersebut karena ada kekhawatiran para siswi akan terbunuh.

DUNIA | 27 Mei 2014

Jepang dan Korut Mulai Perundingan Putaran Baru di Stockholm

Perwakilan dari kedua negara akan membahas berbagai persoalan seperti penculikan warga Jepang serta program rudal dan nuklir Korea Utara.

DUNIA | 27 Mei 2014


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS