Hari Buruh, Berawal dari Tuntutan 8 Jam Kerja Sehari
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Hari Buruh, Berawal dari Tuntutan 8 Jam Kerja Sehari

Rabu, 1 Mei 2019 | 10:51 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Jakarta, Beritasatu.com - Hari ini, warga dunia memperingati Hari Buruh yang merupakan libur nasional di sebagian besar negara. Bagi masyarakat Indonesia, ini baru tahun keenam Hari Buruh menjadi libur nasional.

Bahkan sebelumnya, selama beberapa dekade peringatan itu dilarang pemerintah Orde Baru karena diasosiasikan dengan gerakan komunisme.

Setiap peringatan 1 Mei ini, yang selalu didengar masyarakat adalah aksi buruh turun ke jalan, berapa puluh atau ratus ribu massa buruh yang akan dikerahkan, upaya aparat mencegah tindakan anarkis, dan acapkali sikap beringas buruh yang menyerbu pabrik-pabrik yang nekat beroperasi dan memaksa rekan-rekan mereka ikut berdemonstrasi.

Itu saja yang dominan, tak lebih.

Di banyak negara lain, aksi massa juga bagian dari perayaan Hari Buruh. Namun, Filipina misalnya, memanfaatkan perayaan itu untuk menawarkan lapangan kerja bagi mereka yang masih menganggur, tidak semata-mata aksi jalanan saja.

Di sela pengamanan demonstrasi hari ini, pemerintah Filipina juga berencana membuka job fair di berbagai kota. Kementerian Ketenagakerjaan Filipina berencana menawarkan sekitar 204.000 lapangan kerja baru bagi warganya, menurut berita di ABS-CBN.

Lowongan kerja itu termasuk rekrutmen tentara, polisi, petugas call center, pekerja pabrik, pekerja bangunan, dan tukang kayu. Sementara tawaran kerja di luar negeri termasuk perawat, teknisi, koki, sopir, konstruksi, dan pekerja tata laksana rumah tangga.

Pada umumnya, May Day hari ini akan diwarnai unjuk rasa buruh di berbagai belahan dunia.

Prancis bersiaga penuh menghadapi aksi buruh ini, karena diperkirakan aktivis “rompi kuning” akan ikut bergabung. Gerakan rompi kuning nyaris menggulingkan Presiden Emmanuel Macron dengan tuntutan kenaikan upah buruh yang berlangsung berbulan-bulan dan kerap diwarnai bentrokan dengan aparat dan sudah mengakibatkan korban jiwa serta aksi penjarahan di berbagai kota.

Polisi Prancis memerintahkan para pemilik toko, restoran, dan café yang ada di sepanjang jalur demonstran untuk libur. Selain itu, polisi juga berencana menggeledah tas para demonstran dan memeriksa identitas mereka.

Di negara komunis Kuba, Hari Buruh merupakan perayaan besar. Presiden Miguel Diaz-Canel menjamin bahwa perayaan hari ini akan “menggetarkan” seluruh Kuba.

Perayaan biasanya dipusatkan di Lapangan Revolusi Jose Marti, Havana. Seperti tahun-tahun sebelumnya, delegasi dari berbagai negara akan bergabung dengan May Day Solidarity Brigade. Hari ini, diperkirakan 350 orang dari 32 negara akan bergabung.

Sejarah
Peringatan Hari Buruh Sedunia berawal dari aksi pekerja di Amerika Serikat akhir abad ke-19. Uniknya, Hari Buruh di Amerika justru bukan 1 Mei.

Dalam sebuah konvensi nasional di Chicago pada 1884, Federasi Serikat Pekerja Amerika Serikat mengeluarkan tuntutan bahwa “delapan jam harus dijadikan sebagai jam kerja yang sah dimulai sejak 1 Mei 1886."

Sebelumnya, para pekerja dipaksa bekerja sampai 12 jam sehari atau bahkan tanpa batasan jam oleh kelompok kapitalis di awal era Revolusi Industri.

Pada 1886, sekitar 200.000 buruh di Amerika menggelar aksi di berbagai wilayah menuntut diberlakukannya pembatasan jam kerja delapan jam sehari.

Tepatnya di Chicago 1 Mei 1886, buruh menggelar aksi di Haymarket Square dan kemudian berlanjut ke hari-hari berikutnya serta berujung bentrokan. Pada 4 Mei, ketika polisi mencoba membubarkan massa, sebuah bom meledak dan menewaskan delapan orang, termasuk tujuh polisi. Setelah itu, delapan aktivis buruh ditangkap dan dikenakan dakwaan.

Peristiwa tragis ini kemudian dikenang sebagai Tragedi Haymarket.

Lalu pada 1889, Konferensi Sosialis Internasional memutuskan 1 Mei sebagai hari libur bagi buruh. Namun, Amerika justru menetapkan Hari Buruh pada hari Senin pertama bulan September.

Alasannya, perayaan itu sudah dilakukan pertama kali di awal dekade 1880an oleh Serikat pekerja Pusat, beberapa tahun sebelum Tragedi Haymarket.

Selain itu, Hari Buruh 1 Mei seperti menyulut sentimen anti-komunisme di awal era Perang Dingin. Pada Juli 1958, Presiden AS Dwight Eisenhower menyatakan tanggal 1 Mei sebagai “Hari Kesetiaan” dalam upaya menghindari solidaritas para pekerja dunia selama perayaan May Day. Keputusan yang dia tanda tangani menyatakan 1 Mei sebagai “hari yang spesial bagi kesetiaan terhadap Amerika Serikat dan pengakuan atas jiwa kebebasan Amerika”.



Sumber:TIME, Independent

TAG: 


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

Pejabat Pemerintah Venezuela Setuju Maduro Lengser

Tiga anggota lingkaran dalam Presiden Venezuela Nicolás Maduro setuju dengan oposisi bahwa sang presiden "harus pergi" dan kemudian mundur.

DUNIA | 1 Mei 2019

Sejarah Ikhwanul Muslimin Hingga Disebut Kelompok Teroris

Ikhwanul Muslimin pernah dituduh membunuh Perdana Menteri Mahmoud al-Nuqrashi.

DUNIA | 1 Mei 2019

AS Pertimbangkan Ikhwanul Muslimin Sebagai Teroris

Mesir sendiri telah menyebut Ikhwanul Muslimin sebagai teroris.

DUNIA | 1 Mei 2019

Kota Denpasar Perkuat Pelestarian Warisan Budaya

Momentum ini juga harus menjadi tonggak untuk memperkuat warisan budaya sebagai elemen penting pengembangan sektor pariwisata.

NASIONAL | 1 Mei 2019

'Daun Biosolar' Siap Membersihkan Polusi Udara di London

London siap menjadi kota pertama di Inggris yang menerapkan sistem panel surya

DUNIA | 30 April 2019

Presiden Sri Lanka Tolak Desakan Mundur

Presiden Sri Lanka, Maithripala Sirisena, menolak desakan mundur dari jabatannya karena mengabaikan laporan intelijen terkait ancaman serangan bom Paskah.

DUNIA | 30 April 2019

Belanja Militer Turun, Rusia Terdepak ke Posisi Enam

Untuk pertama kalinya dalam enam tahun terakhir, Rusia terdepak dari posisi lima besar negara yang paling tinggi anggaran belanja militernya.

DUNIA | 30 April 2019

Topan Kenneth di Mozambik, Korban Tewas Jadi 38 Orang

Jumlah korban tewas akibat Topan Kenneth yang menerjang sejumlah wilayah Mozambik pada akhir pekan lalu, dilaporkan bertambah menjadi 38 orang.

DUNIA | 30 April 2019

AS dan Tiongkok Paling Boros Belanja Militer

Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok tercatat menjadi dua negara yang paling boros menganggarkan dana untuk belanja militer dalam dua tahun terakhir.

DUNIA | 30 April 2019

Pemerintah Sri Lanka Larang Gunakan Niqab dan Burka

Pemerintah Sri Lanka mengeluarkan larangan terhadap pakaian Muslim yang menutup wajah, seperti niqab dan burka.

DUNIA | 30 April 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS