Jet Tempur F-35 Belum Dikirim, Turki Merasa Dirampok AS
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Jet Tempur F-35 Belum Dikirim, Turki Merasa Dirampok AS

Kamis, 4 Juli 2019 | 16:57 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Ankara, Beritasatu.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan kalau Amerika Serikat tidak bersedia mengirim pesawat tempur canggih F-35 yang sudah dibeli negaranya, maka itu akan menjadi sebuah "perampokan".

"Jika Anda mencari seorang pelanggan, dan lalu pelanggan itu datang dan membayar tepat waktu, kenapa Anda tidak berikan barangnya? Itu seperti perampokan," kata Erdogan seperti dikutip harian Hurriyet, Kamis (4/6/2019).

Hubungan Turki-AS memang memanas setelah Ankara membeli sistem pertahanan udara S-400 dari Rusia, yang dijadwalkan terkirim beberapa hari lagi.

Pemerintah AS kemudian mengancam membatalkan pesanan 116 pesawat F-35 dari Turki ditambah sanksi ekonomi.

Erdogan mengklaim Turki sudah membayar US$ 1,4 miliar (Rp 19,8 triliun) untuk F-35.

Bulan lalu, Pelaksana Tugas Menteri Pertahanan AS Patrick Shanahan menulis surat ke pemerintah Turki yang isinya peringatan bahwa para pilot Turki bisa diusir dari AS jika pembelian sistem pertahanan S-400 tidak dibatalkan sampai 31 Juli 2019.

Namun, setelah bertemu Presiden AS Donald Trump di sela KTT G20 di Jepang Sabtu lalu, Erdogan mengatakan dia mendapat jaminan tidak akan ada sanksi.

Trump dikabarkan menyalahkan pendahulunya Barack Obama karena gagal menuntaskan perjanjian jual beli sistem pertahanan udara Patriot buatan AS dengan Turki, sehingga negara itu akhirnya memilih S-400.

Turki mengatakan Rusia menawarkan kesepakatan yang lebih baik termasuk kerja sama produksi.



Sumber:AFP


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Perayaan 4 Juli ala Donald Trump Menuai Protes

Perayaan HUT Kemerdekaan Amerika Serikat (AS) pada 4 Juli ala Presiden Donald Trump yang bertajuk "Salute to America", menuai protes dari berbagai kalangan.

DUNIA | 4 Juli 2019

Rayakan HUT Kemerdekaan, Trump Gelar Pertunjukan “Salute to America”

Presiden AS Donald Trump, membuat gebrakan dengan merancang pertunjukan bertajuk “Salute to Amerika” untuk perayaan HUT Kemerdekaan negara itu pada 4 Juli

DUNIA | 4 Juli 2019

Pakistan Umumkan Cekal Pendanaan Lashkar-e-Taiba

Otoritas Pakistan mengumumkan akan melakukan tindakan keras terhadap pemimpin kelompok Lashkar-e-Taiba (LeT), Hafiz Saeed.

DUNIA | 4 Juli 2019

HUT Kemerdekaan AS, Trump Gelar "Salute to America"

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menggelar pertunjukan bertajuk “Salute to Amerika” untuk perayaan HUT Kemerdekaan yang jatuh pada 4 Juli.

DUNIA | 4 Juli 2019

Serangan Udara Hantam Pusat Penahanan Libia, 44 Tewas

Serangan udara menghantam satu pusat penahanan untuk sebagian besar migran Afrika di pinggiran ibu kota Libia, Tripoli, Selasa (2/7) malam.

DUNIA | 3 Juli 2019

6 Kota Ini Larang Penggunaan Kantong Plastik

Enam kota ini larang penggunaan kantong plastik

DUNIA | 3 Juli 2019

UEA Bantah Kepemilikan Senjata di Libia

Uni Emirat Arab (UEA) membantah kepemilikan senjata yang ditemukan di Libia.

DUNIA | 3 Juli 2019

Tiongkok Kecam Campur Tangan Trump Soal Hong Kong

Tiongkok mengecam Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump atas apa yang disebut negara itu sebagai “campur tangan kotor” dalam persoalan Hong Kong.

DUNIA | 3 Juli 2019

Kapal Selam Terbakar, 14 Pelaut Rusia Tewas

Empat belas pelaut Rusia tewas dalam kebakaran yang terjadi ketika kapal selam melakukan survei dasar laut dekat Kutub Utara.

DUNIA | 3 Juli 2019

Demi Penghematan, Boeing Alih Dayakan Perangkat Lunak 737 MAX

Boeing ternyata telah menggunakan jasa perusahaan alih daya untuk pengembangan perangkat lunak untuk subkontraktor dibayar rendah untuk menghemat biaya.

DUNIA | 3 Juli 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS