Korea dan Jepang Juga Terlibat Perang Dagang
INDEX

BISNIS-27 447.922 (0.22)   |   COMPOSITE 5096.45 (-4.63)   |   DBX 966.383 (0.26)   |   I-GRADE 139.404 (0.54)   |   IDX30 427.333 (0.82)   |   IDX80 113.424 (-0.07)   |   IDXBUMN20 292.954 (-1.76)   |   IDXG30 119.109 (0.49)   |   IDXHIDIV20 379.033 (0.39)   |   IDXQ30 124.381 (0.25)   |   IDXSMC-COM 220.154 (-1.19)   |   IDXSMC-LIQ 258.539 (-0.54)   |   IDXV30 108.161 (-0.91)   |   INFOBANK15 830.634 (2.07)   |   Investor33 372.738 (0.67)   |   ISSI 150.924 (0.03)   |   JII 548.46 (1.53)   |   JII70 187.38 (0.16)   |   KOMPAS100 1019.47 (0.03)   |   LQ45 787.196 (1.37)   |   MBX 1409.36 (-1.53)   |   MNC36 279.413 (0.25)   |   PEFINDO25 280.307 (-3.18)   |   SMInfra18 241.86 (0.29)   |   SRI-KEHATI 315.824 (0.31)   |  

Korea dan Jepang Juga Terlibat Perang Dagang

Senin, 12 Agustus 2019 | 17:11 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Seoul, Beritasatu.com - Korea Selatan dan Jepang terlibat perang dagang setelah mereka saling mengeluarkan tetangganya dari daftar mitra dagang terpercaya atau trusted trading partners.

Pada Senin (12/8/2019), Korsel melakukan tindakan tersebut, sebagai balasan atas keputusan serupa yang diambil Jepang awal bulan ini.

Presiden Korsel Moon Jae-in menyebut tindakan Jepang itu sangat serius sehingga perlu diambil tindakan balasan.

Sebelumnya, Tokyo menerapkan pembatasan ketat atas ekspor perusahaan-perusahaan teknologi besar seperti Samsung. Kebijakan ini juga bukan tanpa alasan, dan juga bisa disebut aksi pembalasan.

Pasalnya, sebelum itu pengadilan di Korsel memerintahkan perusahaan-perusahaan Jepang untuk membayar ganti rugi atas kerja paksa yang terjadi pada Perang Dunia II.

Tak pelak, rentetan peristiwa ini menjerumuskan dua negara Asia Timur tersebut ke dalam perang dagang yang sengit.

Dalam pertemuan dengan para pembantu terdekatnya, Senin, Presiden Moon mengungkit era kolonisasi Jepang di Semenanjung Korea pada paruh pertama abad ke-20 untuk menggambarkan betapa seriusnya masalah ini.

"Sebagai korban penderitaan luar biasa akibat imperialisme Jepang di masa lalu, kami tidak punya pilihan kecuali mengambil sikap sangat serius atas aksi pembalasan ekonomi oleh Jepang itu," kata Moon.

"Terlebih lagi, pembalasan ekonomi itu tidak berdasar dan punya akar masalah historis," imbuhnya.

Jepang berkeras kebijakan yang diambilnya lebih didasarkan pada alasan keamanan nasional.

Daftar mitra dagang Korsel terdiri dari dua kelompok, yaitu empat negara teratas yang tergabung dalam perjanjian pengendalian ekspor, dan kelompok kedua adalah negara-negara di luar itu.

Namun, Kementerian Perdagangan Korsel kemudian menambahkan kategori baru yaitu negara yang masuk kategori pertama "tetapi menjalankan kendali ekspor yang melanggar norma-norma internasional". Jepang adalah satu-satunya negara yang masuk kategori ketiga ini.

"Karena susah untuk bekerja sama dengan sebuah negara yang berulang kali melanggar aturan mendasar, maka kami perlu sistem pengendalian ekspor yang bisa mengatasi ini," kata Menteri Perdagangan Korsel Sung Yun-mo.

Dia tidak mencontohkan pelanggaran apa yang telah dilakukan Jepang.

Revisi ini akan diberlakukan pada September, tetapi pemerintah tetap membuka diri untuk negosiasi dengan Tokyo, ujarnya.

Jepang sendiri bisa mencari pemasok lain untuk barang-barang yang selama ini dibeli dari Korsel, kata seorang pejabat pemerintah Jepang.

"Kami bisa mengimpor dari Taiwan. Hanya sedikit item yang tidak bisa digantikan," kata pejabat yang tidak disebutkan namanya itu kepada Yomiuri Shimbun.

Di bawah regulasi baru yang dikeluarkan Jepang, perusahaan-perusahaan Korsel harus menyampaikan lima dokumen -- dari sebelumnya tiga -- untuk mendapat persetujuan Jepang bagi ekspor produk-produk sensitif. Proses ini bisa memakan waktu 15 hari.



Sumber:AFP


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Lampu Gemerlap Signify Akan Terangi 15 Jembatan di Sungai Thames

Lampu Gemerlap Signify Akan Terangi 15 Jembatan di Sungai Thames

DUNIA | 12 Agustus 2019

Dukung Vivian Forbes, Perbatasan Laut Timor Perlu Dibahas Lagi

Australia dan Timor Leste menyelesaikan batas perairan dengan prinsip median line.

NASIONAL | 12 Agustus 2019

Kecewa Hadiah Ultah, Pemuda Tajir Buang Sedan BMW ke Sungai

Akash, seorang pemuda tajir di India yang berharap berulang tahun ke-22. Tapi akibat kecewa berat, dia malah menceburkan sedan baru BMW ke sungai.

DUNIA | 11 Agustus 2019

Tanah Longsor di Myanmar, 41 Tewas

Setidaknya 41 orang tewas setelah banjir lumpur menimpa satu desa di negara bagian timur, Mon, Myanmar.

DUNIA | 11 Agustus 2019

Topan Lekima Hantam Tiongkok, 18 Tewas dan 14 Hilang

Sejumlah 18 orang tewas dan 14 orang lainnya hilang dalam tanah longsor setelah Topan Lekima menghantam Tiongkok timur.

DUNIA | 11 Agustus 2019

Wukuf di Arafah Diguyur Hujan Lebat

Awalnya cuaca terik dirasakan di sekitar Arafah, lalu setelah itu datang hujan lebat disertai petir.

DUNIA | 11 Agustus 2019

Jemaah Indonesia Mulai Tinggalkan Arafah

Setelah Maghrib jemaah diberangkatkan secara bergelombang dari Arafah menuju Muzdalifah.

DUNIA | 11 Agustus 2019

Banjir di India, Ratusan Ribu Jiwa Mengungsi

Banjir di Negara Bagian Karnataka, Kerala dan Maharashtra mengakibatkan 95 orang tewas dan 120.000 lainnya mengungsi.

DUNIA | 10 Agustus 2019

Truk Tangki BBM Meledak, 60 Tewas

Sebuah truk tangki bahan bakar meledak di Tanzania pada Sabtu (10/8/2019) dan menewaskan 60 orang serta melukai 65 orang lainnya.

DUNIA | 10 Agustus 2019



TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS