Menyaru Polisi, Penembak Kanada Bunuh 16 Orang
INDEX

BISNIS-27 431.53 (-3.35)   |   COMPOSITE 4906.55 (-27.45)   |   DBX 934.495 (-1.3)   |   I-GRADE 129.531 (-1.1)   |   IDX30 408.573 (-4.05)   |   IDX80 107.231 (-1.06)   |   IDXBUMN20 271.434 (-3.2)   |   IDXG30 114.42 (-1.08)   |   IDXHIDIV20 364.598 (-3.27)   |   IDXQ30 119.596 (-1.07)   |   IDXSMC-COM 210.435 (-0.56)   |   IDXSMC-LIQ 236.069 (-1.95)   |   IDXV30 101.606 (-0.8)   |   INFOBANK15 772.076 (-4.94)   |   Investor33 357.854 (-2.78)   |   ISSI 144.258 (-0.69)   |   JII 521.112 (-3.55)   |   JII70 177.199 (-1.37)   |   KOMPAS100 960.444 (-7.38)   |   LQ45 749.999 (-7.62)   |   MBX 1355.95 (-8.44)   |   MNC36 267.764 (-2.13)   |   PEFINDO25 261.843 (-3.84)   |   SMInfra18 232.762 (-2.06)   |   SRI-KEHATI 301.662 (-2.42)   |  

Menyaru Polisi, Penembak Kanada Bunuh 16 Orang

Senin, 20 April 2020 | 13:04 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Beritasatu.com - Seorang pria bersenjata yang mengenakan seragam polisi mengamuk dan membunuh sedikitnya 16 orang di Provinsi Nova Scotia, Kanada, akhir pekan kemarin.

Drama selama 12 jam itu, yang dimulai sejak Sabtu malam, berakhir setelah polisi mengejar pelaku dalam mobilnya dan akhirnya dia juga tewas di tempat.

Warga di wilayah pedesaan Portapique diminta tetap di rumah ketika polisi masih memburu pelaku.

Dalam aksinya, pelaku juga menggunakan mobil dengan atribut kepolisian. Dia menyusuri jalan dan melakukan penembakan di sejumlah lokasi di Nova Scotia, sehingga menyulitkan upaya mencari para korban. Pada Minggu, polisi mengatakan jumlah korban jiwa kemungkinan bertambah.

Salah satu korban jiwa adalah polisi wanita Heidi Stevenson, yang telah bertugas selama lebih dari 23 tahun.

"Heidi menjawab panggilan tugas dan kehilangan nyawanya saat melindungi orang-orang yang dia layani," komandan kepolisian Nova Scotia, Lee Bergerman, menulis di laman Facebook.

"Dua anak kehilangan ibu mereka, seorang suami kehilangan istrinya. Orang tua kehilangan satu anak perempuan, dan banyak lagi yang kehilangan teman atau rekan sejawat mereka," kata Bergerman.

Stephen McNeil, Menteri Utama Nova Scotia atau setara jabatan gubernur, mengatakan: “Ini salah satu tindak kekerasan yang paling tidak masuk akal dalam sejarah provinsi kita.”

Polisi mengidentifikasi pelaku sebagai Gabriel Wortman, 51. Dia bukan petugas polisi setempat tetapi memakai seragam polisi, menurut penjelasan kepolisian.

"Ada perbedaan antara mobil dia dan mobil Royal Canadian Mounted Police, yaitu pada nomor [registrasi]. Mobil tersangka memakai pelat nomor 28B11 di belakang. Jika Anda melihat mobil dengan nomor registrasi 28B11, segera hubungi 911," bunyi keterangan polisi di akun Twitter.

Saat menjalankan aksinya, pelaku sempat berganti ke mobil Chevrolet jenis SUV kecil warna perak, kata polisi.

Tidak dijelaskan bagaimana pelaku akhirnya juga tewas setelah kejar-kejaran dengan mobil polisi.

Penembakan massal relatif jarang terjadi di Kanada, di mana undang-undang kepemilikan senjata jauh lebih ketat dibandingkan tetangganya, Amerika Serikat.

Pada 2019, dua remaja yang menjadi buronan mengakui telah membunuh tiga orang, termasuk pasangan Australia-Amerika yang sedang berlibur di British Columbia.

Pada 1989, penembakan di sebuah kampus di Quebec menewaskan 14 wanita. Pelaku meminta semua pria keluar dari ruang kelas dan setelah itu melepas tembakan.



Sumber:BBC


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

New York Akan Gencarkan Tes Antibodi Covid-19 Pekan Ini

Gubernur Negara Bagian New York Andrew Cuomo mengatakan pihaknya akan menggelar tes antibodi kepada pasien positif Covid-19.

DUNIA | 20 April 2020

Umat Kristen Bulgaria Tetap Beribadah Bersama di Luar Gereja

Warga Kristen Bulgaria tetap ibadah bersama di gereja.

DUNIA | 19 April 2020

Jerman Bersiap Longgarkan Pembatasan Publik

Jerman akan mulai melonggarkan beberapa pembatasan dalam kehidupan publik pada Senin (20/4/2020).

DUNIA | 19 April 2020

43 Pelajar Malaysia Terinfeksi Covid-19 dari Indonesia

Pelajar Malaysia tertular Covid-19 dari Indonesia.

DUNIA | 19 April 2020

Dua Lagi WNI Terinfeksi Covid-19 Meninggal di AS

Dua lagi WNI di AS meninggal dunia.

DUNIA | 19 April 2020

Covid-19 Mereda, Trump Buka Aktivitas Bisnis di Texas dan Vermont

Beberapa toko pengecer dapat melanjutkan layanan jemput dan antar (pick up & delivery).

DUNIA | 19 April 2020

Kasus Covid-19 Singapura Susul Malaysia, RI Puncaki di ASEAN

Kementerian Kesehatan Singapura mengonfirmasi 942 kasus tambahan pada Sabtu siang (18/4/2020).

DUNIA | 19 April 2020

Lampaui Iran, Kasus Covid-19 Turki Tertinggi di Timur Tengah

Sebanyak 121 orang tewas dalam sehari terakhir sehingga total jumlah korban meninggal menjadi 1.890.

DUNIA | 19 April 2020

Covid-19 Infeksi 2,3 Juta di Dunia, Ini Daftar Kasus Terbesar

Kematian di AS mencapai 20.043 orang dengan pasien sembuh 67.418 orang.

DUNIA | 19 April 2020

Kasus Positif Covid-19 di AS Tembus 710 Ribu, 37.000 Lebih Meninggal

Hingga Sabtu (18/4/2020), jumlah kasus positif di Amerika Serikat tercatat mencapai 710.272 orang.

DUNIA | 18 April 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS