33 Perusahaan Masuk Daftar Hitam, Tiongkok Kecam Keras AS
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

33 Perusahaan Masuk Daftar Hitam, Tiongkok Kecam Keras AS

Senin, 25 Mei 2020 | 22:36 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Beritasatu.com - Tiongkok mengecam keras Amerika Serikat karena 33 perusahaannya ditambahkan pada daftar hitam perdagangan di tengah memanasnya hubungan dua negara.

Pada Sabtu lalu, Kementerian Perdagangan AS memperpanjang daftar hitam dengan menambahkan 24 perusahaan dan perguruan tinggi yang diyakini punya kaitan dengan militer serta sembilan lembaga lainnya asal Tiongkok yang dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia di Provinsi Xinjiang.

Kementerian Luar Negeri Tiongkok menentang keras tindakan AS itu dan mengatakan apa yang dilakukan di Xinjiang merupakan upaya melawan terorisme dan “mencegah penyebaran terorisme dan ekstremisme dari sumbernya”.

“Kami mendesak Amerika Serikat untuk mengoreksi kesalahannya, mencabut semua keputusan terkait, dan berhenti mencampuri urusan dalam negeri Tiongkok, ” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Zhao Lijian.

“Tiongkok akan terus melakukan tindakan yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingan yang sah dari badan usaha Tiongkok dan menjaga kedaulatan, keamanan dan kepentingan pembangunan nasionalnya,” imbuhnya.

Hubungan AS-Tiongkok memburuk secara dramatis dalam beberapa bulan terakhir, sebagian karena Amerika Serikat menjadi negara paling parah terdampak pandemik Covid-19 yang bermula dari Wuhan, Tiongkok. Dua kekuatan ekonomi terbesar dunia itu juga sering bersengketa dalam berbagai isu seperti perdagangan dan soal Taiwan.

Sejumlah perusahaan yang terdampak kebijakan AS itu turut memberi tanggapan.

Qihoo 360 Technology Company Ltd., perusahaan pemasok perangkat lunak keamanan internet, mengatakan kebijakan AS tersebut merupakan upaya politisasi bisnis.

NetPosa Technologies.,Ltd, produsen perekam video, mengatakan sanksi tersebut tidak akan berdampak besar pada operasi perusahaan sehari-hari dan bertekad akan terus mengandalkan pasokan material dari sumber lokal.

Hari Minggu kemarin, Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi memperingatkan bahwa para politisi AS sedang mendorong terciptanya “Perang Dingin” baru, setelah para politisi itu mengecam upaya Beijing untuk menerapkan undang-undang keamanan nasional di Hong Kong.

“Pesan yang disampaikan oleh AS itu lebih penting dari daftar tersebut,” kata Li Yong, mitra senior di Asosiasi Perdagangan Internasional Tiongkok, yang berafiliasi dengan Kementerian Perdagangan.

“Langkah itu menunjukkan niat AS untuk mempolitisasi hubungan dagang, membatasi pembangunan teknologi Tiongkok, dan memperluas yurisdiksinya,” kata Li.

Dia menambahkan Tiongkok sendiri enggan membuat “daftar hitam” versi mereka karena masih ingin memberi “ruang bernapas” bagi hubungan dua negara.

Pertengahan tahun lalu Tiongkok mengumumkan rencana pembuatan daftar hitam ketika memuncaknya perang dagang dengan Amerika, tetapi sampai sekarang tidak pernah menyampaikan siapa saja yang masuk daftar tersebut.



Sumber:Bloomberg


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Jepang Akhiri Keadaan Darurat Covid-19

PM Jepang Shinzo Abe mengakhiri keadaan darurat virus corona (Covid-19) untuk mengakhiri pengekangan aktivitas ekonomi di Tokyo dan empat prefektur lainnya.

DUNIA | 25 Mei 2020

Muslim Kamerun Protes Larangan Salat Id Akibat Wabah Covid-19

Umat Muslim Kamerun memprotes larangan salat Id dalam rangka perayaan Idul Fitri yang jatuh pada Minggu (24/5/2020).

DUNIA | 25 Mei 2020

Hindari Dampak Covid-19, Saudi Berlakukan Jam Malam Jelang Idulfitri

Otoritas Arab Saudi memberlakukan jam malam menjelang perayaan Idulfitri guna mengantisipasi dampak penyebaran virus corona (Covid-19).

DUNIA | 25 Mei 2020

Jelang Idulfitri, Komunitas Sikh India Sanitasi Masjid Jama

Menjelang Idulfitri, beberapa anggota komunitas United Sikhs melakukan aksi sanitasi Masjid Jama, di New Delhi, India, pada Minggu (24/5/2020).

DUNIA | 25 Mei 2020

Status Darurat Covid-19 Tokyo Segera Dicabut

Jepang akan mencabut status darurat di Tokyo dan menyiapkan paket stimulus baru senilai 100 triliun yen atau sekitar Rp 13.600 triliun.

DUNIA | 25 Mei 2020

Mulai 1 Juni, Afsel Akan Longgarkan Lockdown

Presiden Cyril Ramaphosa mengumumkan rencana pelonggaran lockdown (penguncian) di Afrika Selatan (Afsel) mulai 1 Juni 2020.

DUNIA | 25 Mei 2020

AS Akan Larang Perjalanan dari Brasil

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan melarang perjalanan dari dan ke Brasil yang saat ini memiliki jumlah kasus Covid-19 terbanyak kedua di dunia.

DUNIA | 25 Mei 2020

KBRI Dar es Salaam Bagikan Keceriaan Idulfitri untuk WNI di Tanzania

KBRI Dar es Salaam bagikan paket makanan siap saji Idulfitri khas Nusantara kepada para WNI.

DUNIA | 25 Mei 2020

Soal Asal Covid-19, Tiongkok Persilakan Investigasi Internasional

Tiongkok bersikap terbuka untuk kerja sama internasional dalam menginvestigasi sumber Covid-19.

DUNIA | 25 Mei 2020

Hyundai Mulai Produksi i30 baru untuk Eropa

i30 baru adalah evolusi terbaru dari mobil segmen C Hyundai.

DUNIA | 25 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS