Minneapolis Membara, Wali Kota Ribut dengan Trump
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Minneapolis Membara, Wali Kota Ribut dengan Trump

Sabtu, 30 Mei 2020 | 04:42 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Beritasatu.com – Kota Minneapolis di negara bagian Minnesota, Amerika Serikat, dilanda kerusuhan hingga hari keempat, Jumat (29/5/2020) waktu setempat, setelah seorang pria kulit hitam tewas karena lehernya ditindih dengan lutut oleh seorang polisi hingga tidak bisa bernapas selama beberapa menit.

Sejumlah toko dan fasilitas publik dibakar, termasuk sebuah pos polisi di Minneapolis dan St. Paul. Di sejumlah titik, aparat bentrok dengan pengunjuk rasa.

Video terbaru dari peristiwa tragis Senin (25/5/2020) itu mengungkap bahwa tiga orang polisi menindih George Floyd, 46, yang tengkurap di atas aspal dengan tangan diborgol sambil berulangkali mengeluh: “Saya tidak bisa bernapas Bung, tolong biarkan saya berdiri.”

Sebelumnya beredar video seorang polisi dengan lutut menekan tengkuk Floyd di samping mobil polisi, sementara satu polisi berjaga dan mencegah warga yang melintas untuk mendekat.

Kemudian muncul video lain dari sudut pandang berbeda yang menunjukkan bahwa ternyata ada tiga polisi yang menindih Floyd dengan lutut mereka -- di bagian tengkuk, punggung, dan kaki -- sehingga korban benar-benar tidak berkutik.

Floyd dibekuk polisi karena laporan seorang pemilik toko bahwa dia membayar dengan pecahan US$ 20 palsu.

Dalam peristiwa 25 Mei 2020 yang terekam video, petugas polisi Minneapolis Derek Chauvin menindih George Floyd dengan lututnya hingga tewas. (AFP)

Presiden vs Wali Kota

Tewasnya Floyd juga memicu kerusuhan di kota-kota lain di seluruh AS, sehingga Presiden Donald Trump mengancam untuk menerjunkan militer khususnya di Minneapolis guna mencegah penjarahan dan perusakan properti serta menindak tegas para perusuh.

Dalam pernyataan yang disampaikan lewat Twitter, Trump juga sempat mencela Wali Kota Minneapolis Jacob Frey -- yang segera merespons dengan sengit.

Cuitan Trump itu juga memicu Twitter untuk mengeluarkan peringatan karena dianggap “mengglorifikasi kekerasan”.

"Benar-benar tidak ada kepemimpinan. Silakan wali kota radikal kiri yang lemah, Jacob Frey, untuk beraksi dan membuat situasi kota kembali terkendali, atau saya akan mengirim Garda Nasional untuk menuntaskan tugas ini," tulis Trump.

Dalam jumpa pers, ketika ditanya tanggapannya terkait cuitan Trump itu, Wali Kota Frey menyimak dan wajahnya berubah geram saat tulisan presiden dibaca ulang oleh wartawan.

"Kelemahan adalah ketika Anda menolak bertanggung jawab atas tindakan Anda sendiri. Kelemahan adalah menuding orang lain di saat krisis,” sindirnya kepada Trump.

“Donald Trump tidak tahu apa-apa soal kekuatan Minneapolis. Kami benar-benar tangguh. Apakah sekarang periode yang sulit? Ya. Namun Anda bisa pastikan kami akan mampu melewati ini," kata Frey.

Wali Kota Minneapolis Jacob Frey. (CNN)

Cuitan Trump yang memicu tanggapan dari Twitter berbunyi: "Para PREMAN ini tidak menghormati mendiang George Floyd, dan saya tidak akan membiarkannya terjadi. Saya baru saja bicara dengan Gubernur Tim Walz dan menyampaikan padanya militer akan selalu bersamanya. Jika ada masalah, kami akan merebut kendali, dan ketika penjarahan dimulai, penembakan dimulai. Terima kasih!"

Frase “ketika penjarahan dimulai, penembakan dimulai” itu dinilai Twitter mengglorifikasi kekerasan. Akibatnya, cuitan itu disembunyikan di balik pemberitahuan Twitter, meskipun bisa dibaca kembali kalau pemberitahuan itu diklik.

"Cuitan ini melanggar aturan Twitter soal mengglorifikasi kekerasan. Namun, Twitter memutuskan cuitan ini mungkin mewakili kepentingan publik sehingga tetap bisa diakses," bunyi pemberitahuan tersebut.

Dalam pernyataan terpisah, Twitter menjelaskan bahwa keputusan itu diambil "berdasarkan konteks historis kalimat terakhir dalam kaitannya dengan tindak kekerasan dan risiko bisa memicu tindakan serupa di era sekarang.”

Konteks sejarah dimaksud adalah pernyataan serupa yang dilontarkan oleh Kepala Kepolisian Miami Walter Headley pada 1967.

Dia menjabat kepala polisi selama 20 tahun dan dikenal punya reputasi kebencian terhadap komunitas kulit hitam, menurut sejarawan Profesor Clarence Lusane dari Howard University.

Kutipan itu disampaikan ketika Headley membela kebijakannya yang keras dan tegas dan mengatakan dia dan lembaga yang dipimpinnya tidak keberatan dituduh melakukan "kebrutalan polisi".

Dipecat dan Dituduh Pembunuhan
Polisi yang menindih leher Floyd diidentifikasi sebagai Derek Michael Chauvin. Dia dan tiga rekannya telah dipecat.

Namun, baru Chauvin yang dikenakan tuduhan melakukan pembunuhan, menurut jaksa Hennepin County, Mike Freeman.

"Penyelidikan masih berlangsung,” kata Freeman dalam jumpa pers Jumat pagi waktu setempat atau Sabtu dini hari WIB. Tampaknya, penyidik belum sempat memeriksa video terbaru yang menunjukkan polisi lainnya yang aktif dalam peristiwa itu.

Chauvin menjadi tersangka kasus pembunuhan tingkat tiga dengan ancaman hukuman maksimal 25 tahun penjara.

Laporan autopsi menyebutkan bahwa Floyd meninggal "karena efek gabungan dari tindakan polisi, penyakit bawaan yang dideritanya, dna kemungkinan keracunan dalam sistem tubuhnya."

Chauvin menindih tengkuk Floyd selama 8 menit 46 detik total, dan 2 menit 53 detik setelah Floyd tidak sadarkan diri.

Pengacara korban, Benjamin Crump, marah karena tuduhan kepada Chauvin terlalu ringan.

"Kami berharap dia dikenakan tuduhan pembunuhan tingkat satu. Dan kami ingin tiga petugas lainnya juga ditangkap," kata Crump.

Chauvin dan tiga rekannya menangkap dan memborgol Floyd Senin lalu karena dia diduga menggunakan uang palsu saat belanja di sebuah toko kelontong.

Floyd tidak bersenjata, dan dari sejumlah video yang beredar termasuk rekaman CCTV mengindikasikan tidak ada bukti dia melawan petugas saat ditangkap.

Dari video yang beredar, sejumlah orang yang melintas jatuh iba pada Floyd dan terdengar bertanya kenapa dia terus ditindih lehernya.

Ketika Floyd mulai mengeluh tidak bisa bernapas, suara-suara menuntut polisi menghentikan aksinya itu makin keras, tetapi para petugas bergeming. Salah satunya terus berjaga supaya tidak ada yang mendekat.

Ketika video itu beredar, aksi massa mulai meletup. Sejumlah bangunan yang dibakar antara lain pos polisi Minneapolis terdekat dengan TKP.



Sumber:CNN


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Demonstran Bakar Kantor Polisi di Minneapolis, Wartawan Ditahan

Para pendemo melakukan aksi pembakaran kantor polisi di Minneapolis, Kamis (28/5/2020) malam waktu setempat.

DUNIA | 29 Mei 2020

Kepala Kepolisian Minneapolis Meminta Maaf Kepada Keluarga George Floyd

Kepala kepolisian Kota Minneapolis, Kamis (28/5/2020) waktu setempat meminta maaf kepada keluarga George Floyd yang meninggal saat dalam penahanan.

DUNIA | 29 Mei 2020

Tewasnya George Floyd oleh Polisi Picu Penjarahan dan Pembakaran di Minneapolis

Demonstrasi damai diikuti oleh aksi pembakaran, penjarahan dan vandalisme di Minneapolis, Amerika Serikat, pada Kamis (28/5/2020) waktu setempat.

DUNIA | 29 Mei 2020

PM Modi Bungkam Soal Ketegangan India-Tiongkok di Himalaya

Perdana Menteri India, Narendra Modi, tetap bungkam dan belum memberi komentar terkait ketegangan antara pasukan militer India dan Tiongkok di Himalaya.

DUNIA | 29 Mei 2020

Ketegangan India-Tiongkok di Himalaya Dipicu Pembangunan Infrastruktur

Ketegangan antara India-Tiongkok yang meningkat di wilayah perbatasan Himalaya, Kashmir, diduga dipicu oleh pembangunan infrastruktur.

DUNIA | 29 Mei 2020

Status Unik Hong Kong Terancam Hilang

Status unik Hong Kong sebagai negara otonomi khusus terancam hilang setelah Parlemen Tiongkok, Kongres Nasional Rakyat (NPC), mendukung RUU Keamanan Nasional

DUNIA | 29 Mei 2020

India dan Tiongkok Kirim Ribuan Tentara ke Himalaya

India dan Tiongkok mengirimkan ribuan tentara di dekat Ladakh dan Sikkim, Himalaya, Kashmir, seiring dengan sengketa perbatasan yang semakin memanas.

DUNIA | 29 Mei 2020

86 Juta Anak Terancam Miskin Akibat Dampak Covid-19

Keruntuhan ekonomi akibat pandemi virus corona (Covid-19) mengancam lebih dari 86 juta anak di dunia hidup dalam kemiskinan sampai akhir 2020.

DUNIA | 29 Mei 2020

Sempat Ditunda September, Boston Marathon Akhirnya Dibatalkan

Boston Marathon 2021 dijadwalkan pada 19 April.

DUNIA | 29 Mei 2020

Transaksi Online, KLHK Tahan Penjual Kantong Semar ke Taiwan

Kantong semar spesies Nepenthes clipeata sangat berisiko punah.

NASIONAL | 29 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS