Kerusuhan Berlanjut, Sejumlah Kota di Amerika Mirip Zona Perang
INDEX

BISNIS-27 503.122 (7.61)   |   COMPOSITE 5724.74 (89.25)   |   DBX 1066.46 (9.81)   |   I-GRADE 166.255 (3.05)   |   IDX30 491.004 (8.8)   |   IDX80 129.735 (2.65)   |   IDXBUMN20 364.991 (9.26)   |   IDXG30 133.352 (2.1)   |   IDXHIDIV20 441.973 (8.53)   |   IDXQ30 143.512 (2.54)   |   IDXSMC-COM 247.38 (3.5)   |   IDXSMC-LIQ 301.054 (8.02)   |   IDXV30 127.096 (4)   |   INFOBANK15 976.214 (12.27)   |   Investor33 422.656 (6.59)   |   ISSI 167.54 (3)   |   JII 607.336 (12.69)   |   JII70 209.626 (4.39)   |   KOMPAS100 1162.4 (23.4)   |   LQ45 904.834 (17.52)   |   MBX 1587.29 (26.24)   |   MNC36 315.598 (5.98)   |   PEFINDO25 317.232 (4.1)   |   SMInfra18 287.626 (7.78)   |   SRI-KEHATI 361.444 (5.7)   |  

Kerusuhan Berlanjut, Sejumlah Kota di Amerika Mirip Zona Perang

Senin, 1 Juni 2020 | 05:36 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Beritasatu.com - Berbagai kota di Amerika Serikat dilanda kerusuhan hari Minggu (31/5/2020) waktu setempat sebagai lanjutan aksi massa sejak tewasnya seorang pria kulit hitam yang ditangkap polisi Senin (25/5/2020) lalu.

Stasiun televisi CNN menggambarkan bahwa sejumlah kota mirip zona perang di mana massa mengamuk dan bentrok dengan petugas di tengah kobaran api dan desingan peluru.

Pemerintah AS meneruskan pemberlakuan jam malam di sejumlah wilayah untuk mengurangi gejolak massa yang memprotes tewasnya George Floyd akibat kebrutalan polisi di Minneapolis, negara bagian Minnesota.

Kemarahan massa itu sudah menyebar ke wilayah lain. Pada Minggu, Chicago menerapkan jam malam setelah enam orang tertembak hari sebelumnya, salah satu korban dalam kondisi kritis, dan 240 orang ditangkap.

Kepala kepolisian setempat David Brown mengatakan banyak mobil polisi dirusak dan dibalik oleh para demonstran.

"Para petugas kami mengalami patah tulang dan memar," kata Brown. "Lebih dari 20 petugas dilarikan ke rumah sakit, dan sedikitnya dua dari mereka harus menjalani pembedahan."

Pengunjuk rasa mengenakan masker di tengah wabah virus corona dan ribuan dari mereka membanjiri jalanan dalam dua hari terakhir.
.
Di Philadelphia, video dari udara menunjukkan sebuah mobil polisi yang terbakar di jalan. Wali Kota Jim Kenney memberlakukan jam malam dan meminta bantuan Garda Nasional untuk menjaga aset-aset penting seperti balai kota.

Sejumlah orang berjalan di depan toko-toko yang telah dijarah di Philadelphia, Pennsylvania, 31 Mei 2020. (AFP)

Gubernur Minnesota Tim Walz juga menerapkan hal yang sama dan operasi pengamanan masih terus berlangsung.

“Kami masih belum selesai," ujarnya.

Kepala Kepolisian Detroit James Craig mengatakan 84 ditangkap pada Sabtu malam, dua kali lipat dari jumlah hari sebelumnya.

Setidaknya 25 kota sudah memberlakukan jam malam untuk mencegah kekerasan Sabtu lalu, tetapi banyak yang diabaikan massa.

Garda Nasional diterjunkan ke 13 negara bagian dan District of Columbia. Di pusat kerusuhan Minnesota, sebanyak 10.800 anggota Garda Nasional terlibat dalam pengamanan. Gubernur Georgia Brian Kemp mengizinkan masuknya 3.000 tentara Garda Nasional untuk mengantisipasi kerusuhan massa hari Minggu.

Dekat Gedung Putih
Pada Minggu sore, kerumunan massa berhadapan dengan aparat bertameng di Lafayette Park dekat Gedung Putih.

Wilayah sekitar Gedung Putih telah menjadi sasaran aksi massa dalam beberapa hari terakhir. Lebih dari 60 personel Secret Service atau pasukan pengamanan presiden cedera antara Jumat dan Minggu. Di samping itu, 11 polisi juga terluka dan retak tulang kaki.

Di Florida, 40 tempat usaha di kota Tampa dirampok atau dijarah, lima di antaranya dibakar massa, menurut keterangan polisi setempat.

Di Nashville, sejumlah bangunan dirusak dan gedung pengadilan yang bersejarah dibakar.

Peserta aksi massa melempari polisi dengan botol dan membakar mobil polisi, petugas merespons dengan peluru karet, gas air mata dan melakukan penangkapan.

Teriakan para demonstran di berbagai penjuru Amerika relatif seragam: "No justice, no peace" (tidak ada keadilan, tidak ada perdamaian).

Seorang demonstran kulit hitam di Minneapolis, kota di mana Floyd tewas, mengatakan dia mengikuti unjuk rasa untuk memperjuangkan hak asasi yang paling mendasar.

"Saya ingin bisa masuk lingkungan warga kulit putih dan tetap merasa aman. Saya ingin, agar ketika ada mobil polisi membuntuti, saya tidak harus panik dan tetap aman," ujarnya.

"Saya cuma ingin bebas dan tidak harus memikirkan setiap langkah yang saya ambil."

Aparat penegak hukum federal mengatakan ada sejumlah kelompok lain yang menunggangi aksi massa ini.

Mereka adalah kelompok ekstremis lokal seperti grup supremasi kulit putih, kelompok anarkistis, dan ekstremis kiri, demikian menurut petugas.

Presiden Donald Trump mengumumkan akan mengklasifikasi kelompok Antifa sebagai organisasi teroris. Antifa, singkatan dari anti-fascists, beranggotakan penganut golongan kiri, tetapi tidak ada kaitannya dengan platform politik Partai Demokrat yang juga kerap disebut sebagai ‘sayap kiri’.

Sikap politik Antifa sulit didefinisikan tetapi banyak anggotanya yang menentang kekayaan korporasi dan kaum elite. Sebagian dari mereka memakai taktik militan dan radikal untuk menyampaikan pesan.

Wali Kota Denver Michael Hancock menduga bahwa ada kelompok lain yang memicu kekerasan dalam aksi massa dan Antifa kemungkinan salah satunya.

Gubernur Georgia Brian Kemp sependapat dan mengatakan banyak peserta aksi massa yang berujung rusuh ternyata berasal dari negara bagian lain.

Dua polisi meringkus seorang pria dalam aksi unjuk rasa di Philadelphia, Pennsylvania, 31 Mei 2020. (AFP)

Wali Kota Chicago Lori Lightfoot mengatakan para penjarah beroperasi secara terorganisasi dan kemungkinan berasal dari kota lain.

"Jelas ada koordinasi -- mereka menguping saluran radio kami,” kata Lightfoot.

"Jumlah truk barang U-Haul yang tiba-tiba muncul di depan pertokoan, lalu mobil caravan yang menurunkan orang dan kemudian mengangkut barang ke belakang mobil -- jelas sekali itu terorganisasi."

Di New York City, 33 petugas polisi terluka dalam semalam, sebagian dalam kondisi serius. Hampir 50 mobil polisi rusak atau hancur dan lebih dari 340 orang ditangkap. Di Dallas, Texas, polisi menangkap sedikitnya 74 orang.



Sumber:CNN


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Spanyol Berencana Perpanjang Lockdown Hingga 21 Juni

Perpanjangan ini, merupakan yang kelima kalinya bagi Spanyol dalam mencegah penyebaran virus corona.

DUNIA | 31 Mei 2020

Wali Kota ini Kirim Pesan “FU” untuk Donald Trump

"Tujuan dia adalah menciptakan polarisasi dan destabilisasi pemerintah daerah serta menyalakan hasrat rasialis."

DUNIA | 31 Mei 2020

Donald Trump Sebut Pesannya Disalahartikan

Donald Trump menuai kecaman setelah memublikasikan pesan lewat Twitter yang dianggap “memuliakan kekerasan”.

DUNIA | 31 Mei 2020

Aksi Pelemparan kepada Polisi di Minneapolis Berlanjut

Beberapa demonstran mencoba melukai petugas polisi.

DUNIA | 31 Mei 2020

Joe Biden Dukung Aksi Protes untuk Lawan Kebrutalan

Biden menegaskan, warga Amerika punya hak untuk berdemonstrasi.

DUNIA | 31 Mei 2020

Wabah Baru Covid-19, 368 Sekolah di Korsel Kembali Ditutup

Sebanyak 368 sekolah di Bucheon dan Seoul, Korea Selatan, terpaksa ditutup kembali terkait kasus baru virus corona (Covid-19) yang merebak di negara itu.

DUNIA | 31 Mei 2020

Hadiri Pesta di Spanyol, Pangeran Belgia Terinfeksi Covid-19

Gara-gara menghadiri pesta di Spanyol awal pekan ini, Pangeran Joachim (28) dari Belgia, dilaporkan positif terinfeksi virus corona (Covid-19).

DUNIA | 31 Mei 2020

Bagaimana Vietnam, Populasi 97 Juta, Bisa Nol Korban Jiwa Covid-19?

Vietnam mencabut aturan pembatasan sosial akhir April dan selama 40 hari berikutnya tidak ada kasus baru.

DUNIA | 31 Mei 2020

270 WNI di Minneapolis dan St Paul dalam Keadaan Aman

Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Kota Minneapolis dan St Paul (Twin Cities), Amerika Serikat (AS), dipastikan dalam keadaan aman.

DUNIA | 31 Mei 2020

3 Pengunjuk Rasa di Indianapolis Ditembak, 1 Tewas

Sedikitnya 25 kota di 16 negara bagian telah memberlakukan jam malam.

DUNIA | 31 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS