Hasil Autopsi Independen: George Floyd Korban Pembunuhan
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-0.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-6.18)   |   DBX 982.653 (-1.45)   |   I-GRADE 141.194 (-0.09)   |   IDX30 430.883 (-0.25)   |   IDX80 114.327 (-0.2)   |   IDXBUMN20 295.098 (0.38)   |   IDXG30 119.385 (-0.38)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-0.25)   |   IDXQ30 125.574 (-0.28)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.62)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.17)   |   IDXV30 107.621 (-0.63)   |   INFOBANK15 842.759 (0.22)   |   Investor33 376.322 (-0.45)   |   ISSI 151.265 (-0.55)   |   JII 550.5 (-2.74)   |   JII70 187.95 (-0.77)   |   KOMPAS100 1026.39 (-1.33)   |   LQ45 794.213 (-0.97)   |   MBX 1420.94 (-1.65)   |   MNC36 281.737 (-0.11)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.77)   |   SMInfra18 242.709 (-1.44)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-0.16)   |  

Hasil Autopsi Independen: George Floyd Korban Pembunuhan

Selasa, 2 Juni 2020 | 06:34 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Beritasatu.com - Autopsi independen yang dilakukan pada jenazah George Floyd menunjukkan bahwa dia merupakan korban pembunuhan dan kematiannya akibat dari "tidak bisa bernapas karena tekanan yang terus-menerus" -- berbeda dengan hasil autopsi sebelumnya.

Autopsi independen yang diminta oleh pihak keluarga Floyd menunjukkan adanya tekanan pada leher dan punggung korban akibat ulah tiga polisi yang menindihnya dengan lutut, sehingga menghambat aliran darah ke otak.

Floyd pada dasarnya "meninggal di TKP" di Minneapolis pada 25 Mei, kata pengacara keluarga Ben Crump, Senin (1/6/2020) waktu setempat.

Sejumlah video amatir peristiwa itu menunjukkan petugas bernama Derek Chauvin menindih leher Floyd dengan lututnya, sementara dua petugas lainnya berlutut pada punggung korban.

Polisi punya anggapan keliru bahwa kalau Anda bisa bicara, berarti Anda masih bisa bernapas.

Sebelumnya, autopsi oleh Hennepin County Medical Examiner menyebutkan tidak ada “temuan fisik yang bisa mendukung diagnosa terjadinya trauma kegagalan bernapas atau pencekikan", seperti dirilis kantor kejaksaan Hennepin County Jumat lalu.

Hasil autopsi awal itu menyebutkan ada kombinasi faktor yang mungkin menyebabkan kematian Floyd yaitu perlakuan petugas, kemungkinan keracunan pada sistem tubuh pria itu, dan penyakit jantung bawaan Floyd.

Hasil lengkap autopsi belum dirilis.

Dr. Michael Baden, salah satu tim pemeriksa independen, mengatakan tidak ada masalah kesehatan bawaan yang berkontribusi pada kematian Floyd.

"Polisi punya anggapan keliru bahwa kalau Anda bisa bicara, berarti Anda masih bisa bernapas. Itu tidak benar," kata Baden.

Dalam video yang beredar, Floyd terdengar berulangkali mengatakan “saya tidak bisa bernapas”, tetapi petugas terus menindih lehernya sampai dia tidak sadarkan diri.

Pihak Hennepin County Medical Examiner sendiri mengatakan penyebab dan cara kematian Floyd masih belum dipastikan dan masih diselidiki oleh penegak hukum lokal, negara bagian, dan federal.

"George meninggal karena dia butuh bernapas. Dia harus menghirup udara," kata Crump, si pengacara.

Menurut laporan polisi, Chauvin menindih leher Floyd dengan lututnya selama 8 menit 46 detik, termasuk 2 menit 53 detik terakhir setelah Floyd tidak bereaksi lagi.

Floyd meninggal dalam 4 menit setelah dia dipaksa tengkurap di jalan, menurut penguji independen.

Chauvin bersama tiga rekannya sudah dipecat dari kepolisian. Dia didakwa melakukan pembunuhan tingkat tiga tetapi tiga rekannya belum dikenakan dakwaan apa pun.



Sumber:CNN


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Usai "Dicerai" Trump, WHO Harap Kolaborasi dengan AS Berlanjut

Kontribusi Pemerintah AS dan kemurahan hati rakyatnya selama beberapa dekade sangat luar biasa.

DUNIA | 2 Juni 2020

Marah, Trump Instruksikan Semua Gubernur Tindak Keras Semua Perusuh

Trump mengatakan para pemimpin negara bagian harus “membalas” aksi kekerasan di wilayah mereka masing-masing.

DUNIA | 2 Juni 2020

Gilead Sciences: dengan Remdesivir, Pasien Covid-19 Lebih Cepat Sembuh

Pasien remdesivir dengan dosis lima hari memiliki peluang 65 persen lebih besar untuk membaik kondisinya di hari ke-11.

DUNIA | 1 Juni 2020

Kasus Positif Covid-19 di Amerika Latin Tembus 1 Juta

Brasil sejauh ini tercatat sebagai negara dengan angka kasus terkonfirmasi Covid-19 tertinggi kedua di dunia.

DUNIA | 1 Juni 2020

Dinilai Efektif, Rusia Setujui Avifavir Sebagai Obat Covid-19

Rusia menyetujui penggunaan Avifavir, obat anti-influensa, untuk mengobati pasien Covid-19. Obat ini akan mulai didistribusikan ke rumah sakit bulan ini.

DUNIA | 1 Juni 2020

Trump Sempat Diamankan ke Bungker Saat Pendemo Merangsek Gedung Putih

Seorang pejabat senior administrasi pemerintahan Trump mengatakan bahwa presiden berada di dalam bungker dalam waktu singkat.

DUNIA | 1 Juni 2020

Putri Wali Kota New York Ditangkap karena Unjuk Rasa

Chiara de Blasio (25) ditahan sekitar pukul 22.30 waktu setempat setelah polisi menyatakan melanggar hukum di 12th Street dan Broadway di Lower Manhattan.

DUNIA | 1 Juni 2020

60 Anggota Secret Service Terluka Imbas Kerusuhan, Belasan Dilarikan ke RS

Sementara 11 karyawan Secret Service dilarikan ke rumah sakit dengan cedera ringan.

DUNIA | 1 Juni 2020

Seluruh Tempat Pengujian Covid-19 di LA Tutup Imbas Kerusuhan

Semua tempat pengujian ditutup pada pukul 15.00 waktu setempat.

DUNIA | 1 Juni 2020

Demo Meluas ke 100 Titik, 12 Negara Bagian Turunkan Garda Nasional

Wali Kota kota-kota besar di AS memberlakukan jam malam dari Los Angeles hingga Philadelphia dan Atlanta.

DUNIA | 1 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS