Kunjungan Trump ke Gereja Berbuah Sindiran Biden
INDEX

BISNIS-27 434.176 (-7.64)   |   COMPOSITE 4917.96 (-75.2)   |   DBX 928.196 (-4.7)   |   I-GRADE 130.286 (-2.42)   |   IDX30 412.166 (-7.85)   |   IDX80 107.727 (-2.08)   |   IDXBUMN20 269.265 (-5.95)   |   IDXG30 115.773 (-2.53)   |   IDXHIDIV20 368.481 (-6.65)   |   IDXQ30 120.761 (-2.3)   |   IDXSMC-COM 210.292 (-3.36)   |   IDXSMC-LIQ 235.988 (-6.09)   |   IDXV30 101.893 (-2.12)   |   INFOBANK15 773.605 (-13.29)   |   Investor33 359.92 (-6.34)   |   ISSI 144.524 (-2.29)   |   JII 524.265 (-9.92)   |   JII70 177.451 (-3.41)   |   KOMPAS100 962.885 (-17.72)   |   LQ45 754.177 (-14.18)   |   MBX 1360.94 (-22.87)   |   MNC36 269.191 (-4.78)   |   PEFINDO25 256.961 (-5.33)   |   SMInfra18 232.003 (-3.35)   |   SRI-KEHATI 302.863 (-5.05)   |  

Kunjungan Trump ke Gereja Berbuah Sindiran Biden

Rabu, 3 Juni 2020 | 06:28 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Beritasatu.com - Joe Biden, bakal calon presiden Partai Demokrat, membuat pernyataan panjang menyindir Donald Trump, termasuk peristiwa ketika presiden dan orang-orang dekatnya berkunjung ke sebuah gereja dekat Gedung Putih Senin malam lalu.

Trump berkunjung ke Gereja St. John's di mana dia memegang Alkitab untuk sesi foto bersama staf dan anggota kabinet, tetapi dia tidak berdoa.

"Presiden mengangkat Alkitab di gereja St. John's kemarin. Saya hanya berharap semoga dia sering-sering membukanya, daripada sekedar memamerkannya," kata Biden dalam pidato di Philadelphia, Selasa (2/6/2020) waktu setempat.

"Jika dia membukanya, maka dia bisa belajar sesuatu," sindirnya.

Kunjungan Trump itu dilakukan sesaat setelah dia menyampaikan pidato untuk mengatasi kerusuhan di berbagai kota akibat tewasnya warga kulit hitam George Floyd, berjanji mengerahkan tentara, memenjarakan para perusuh, dan memulihkan ketertiban. Ketika dia berpidato, dentuman gas air mata dan suara tembakan peluru karet membahana di luar Gedung Putih, di mana pasukan secret service berupaya menghalau para demonstran.

Baca juga:Hasil Autopsi Independen: George Floyd Korban Pembunuhan

Dalam tujuh hari terakhir, negara tersebut dilanda aksi massa yang sebagian berujung ricuh dan diwarnai penjarahan serta vandalisme, di tengah masih mengganasnya wabah virus corona yang telah menewaskan lebih dari 105.000 warga AS dan menginfeksi 1,8 juta lainnya. Pandemik corona juga menyebabkan angka pengangguran di negara itu melebihi 40 juta orang.

Saya akan menjalankan tugas dan memikul tanggung jawab -- saya tidak akan menyalahkan orang lain

Biden berjanji kalau terpilih pada November nanti dia akan menghapus “egoisme dan ketakutan” yang menurut dia telah mewarnai era pemerintahan Trump selama ini.

"Saya tidak akan menyebarkan ketakutan dan perpecahan. Saya tidak akan mengipasi kebencian. Saya akan mencari kesembuhan untuk luka akibat rasialisme yang sudah lama menjangkiti negeri ini, bukan memanfaatkannya untuk keuntungan politik. Saya akan menjalankan tugas dan memikul tanggung jawab -- saya tidak akan menyalahkan orang lain," kata Biden.

Ini pertama kalinya Biden keluar dari Delaware selama berbulan-bulan di tengah pandemik virus corona yang menghalangi aktivitas kampanye perorangan.

Biden juga menyampaikan tantangan kepada warga Amerika: "Lihatlah di mana kita berada sekarang dan cobalah berpikir lagi: Apa benar ini jati diri kita? Apakah kita ingin seperti ini?"

"Apakah ini yang akan kita wariskan kepada anak cucu kita -- ketakutan, kemarahan, melempar kesalahan -- dan bukannya mengejar kebahagiaan? Inkompetensi dan keresahan, tepuk dada dan egoisme?" lanjutnya.

Baca juga:Kepala Polisi ke Trump: Tutup Mulut, Ini Bukan Hollywood

Biden menyerukan kepada Kongres untuk bersiap membasmi rasialisme yang sistemik dan membentuk dewan pengawas kepolisian kalau dia terpilih presiden.

"Sekarang waktunya untuk mengesahkan legislasi yang akan benar-benar memenuhi janji konstitusi dalam perlindungan hukum," kata Biden.

Di awal pidatonya, dia menyinggung kasus tewasnya Floyd di tangan polisi Minneapolis pada 25 Mei lalu.

"'I can't breathe. I can't breathe.' Itu adalah kata-kata terakhir George Floyd. Kata-kata itu tidak mati bersamanya, tetapi masih terdengar dan bergema ke seluruh penjuru negeri," kata Biden.

"Kata-kata itu disampaikan ke sebuah negara di mana sangat sering hidup Anda dalam bahaya hanya karena warna kulit Anda. Kata-kata itu disampaikan ke sebuah negara di mana lebih dari 100.000 orang telah kehilangan nyawa karena virus, dan 40 juta warga Amerika kehilangan pekerjaan -- dengan proporsi kematian dan kehilangan pekerjaan yang lebih berat kepada kaum kulit hitam dan minoritas lainnya," kata Biden.



Sumber:CNN


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Garda Nasional Minnesota Tes Covid-19 Seluruh Anggotanya Setelah 1 Positif

Pasukan Garda Nasional Minnesota mengerahkan hampir 7.000 anggotanya guna mengendalikan aksi protes massa yang dipicu kematian George Floyd.

DUNIA | 3 Juni 2020

WNI Diminta Tidak Ikut-ikutan Demonstrasi di AS

Konjen RI di Chicago Meri Binsar Simorangkir, meminta warga negara Indonesia (WNI) tetap tenang dan waspada serta tidak ikut dalam aksi demonstrasi.

DUNIA | 2 Juni 2020

9,9 Juta Warga Wuhan Dites, Tidak Ada Kasus Covid-19 Baru

Dalam tempo setengah bulan saja, seluruh warga kota Wuhan sudah menjalani tes diagnostik virus corona.

DUNIA | 2 Juni 2020

Tiongkok dan India Kerahkan Senjata Berat ke Perbatasan Himalaya

Pasukan militer Tiongkok dan India dilaporkan telah mengerahkan persenjataan berat dan peralatan tempur dari kamp-kamp mereka ke perbatasan Himalaya.

DUNIA | 2 Juni 2020

Tiongkok Ancam Balas Langkah Trump Terkait Hong Kong

Tiongkok mengancam akan membalas langkah Presiden AS, Donald Trump, terkait pembatasan mahasiswa Tiongkok di negara itu.

DUNIA | 2 Juni 2020

Hadapi Demonstrasi, Kepemimpinan Trump Perburuk Perpecahan

Kepemimpinan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dinilai memperburuk krisis dan perpecahan dalam menghadapi demonstrasi terkait kematian George Floyd.

DUNIA | 2 Juni 2020

Kerusuhan Meluas, 140.000 WNI di AS Aman

Seluruh WNI di AS yang berjumlah 142.441 orang saat ini berada dalam kondisi aman dan baik.

DUNIA | 2 Juni 2020

Kepala Polisi ke Trump: Tutup Mulut, Ini Bukan Hollywood

"Kami memilih atau tidak memilih, Anda tetap presiden kami dan sekarang waktunya bersikap seperti seorang presiden.”

DUNIA | 2 Juni 2020

Hasil Autopsi Independen: George Floyd Korban Pembunuhan

Floyd pada dasarnya "meninggal di TKP" di Minneapolis pada 25 Mei.

DUNIA | 2 Juni 2020

Usai "Dicerai" Trump, WHO Harap Kolaborasi dengan AS Berlanjut

Kontribusi Pemerintah AS dan kemurahan hati rakyatnya selama beberapa dekade sangat luar biasa.

DUNIA | 2 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS