Trump Umumkan Perang pada Negaranya Sendiri?
INDEX

BISNIS-27 434.176 (-7.64)   |   COMPOSITE 4917.96 (-75.2)   |   DBX 928.196 (-4.7)   |   I-GRADE 130.286 (-2.42)   |   IDX30 412.166 (-7.85)   |   IDX80 107.727 (-2.08)   |   IDXBUMN20 269.265 (-5.95)   |   IDXG30 115.773 (-2.53)   |   IDXHIDIV20 368.481 (-6.65)   |   IDXQ30 120.761 (-2.3)   |   IDXSMC-COM 210.292 (-3.36)   |   IDXSMC-LIQ 235.988 (-6.09)   |   IDXV30 101.893 (-2.12)   |   INFOBANK15 773.605 (-13.29)   |   Investor33 359.92 (-6.34)   |   ISSI 144.524 (-2.29)   |   JII 524.265 (-9.92)   |   JII70 177.451 (-3.41)   |   KOMPAS100 962.885 (-17.72)   |   LQ45 754.177 (-14.18)   |   MBX 1360.94 (-22.87)   |   MNC36 269.191 (-4.78)   |   PEFINDO25 256.961 (-5.33)   |   SMInfra18 232.003 (-3.35)   |   SRI-KEHATI 302.863 (-5.05)   |  

Opini

Trump Umumkan Perang pada Negaranya Sendiri?

Rabu, 3 Juni 2020 | 19:43 WIB
Oleh : HA

Apakah Donald Trump baru saja mendeklarasikan perang terhadap Amerika Serikat? Pertanyaan ini muncul karena perkembangan yang terjadi memang terdengar seperti itu.

Setelah sempat bersembunyi di bunker akhir pekan lalu dan memberondong dengan banyak cuitan keras di Twitter, Trump akhirnya berpidato pada Senin malam. Dalam pidato resminya yang pertama sejak pembunuhan George Floyd oleh polisi yang memicu protes global, si #BunkerBoy itu berdiri di taman Rose Garden Gedung Putih dan mengancam akan memobilisasi militer Amerika melawan rakyat Amerika. Menyebut dirinya sebagai “presiden penjaga hukum dan ketertiban” (president of law and order), Trump bersumpah bahwa kalau kekerasan dan penjarahan berlanjut, dan para wali kota serta gubernur tidak bertindak, dia akan “mengerahkan militer Amerika Serikat secepatnya untuk menyelesaikan masalah”. Tidak berlebihan untuk dikatakan bahwa presiden Amerika Serikat, negara yang gemar menyebut dirinya sebagai demokrasi paling hebat di dunia, mengancam untuk menerapkan darurat militer atau martial law.

Sepertinya AS sedang berada di titik balik. Kerusuhan yang melanda negara itu bisa merontokkan Trump – atau bisa secara dramatis menambah kekuatannya. Mana yang akan terjadi? Silakan lempar koin. Kepala berarti ini awal dari selesainya era kepresidenan Trump, ekor berarti kita bisa berharap dia akan menambah satu periode lagi.

Baca juga:Kunjungan Trump ke Gereja Berbuah Sindiran Biden

Bukan berarti saya plinplan; saya hanya mencoba untuk realistis. Sudah banyak spekulasi tentang bagaimana aksi protes ini akan berdampak pada peluang Trump untuk terpilih kembali, tetapi juga sebuah kebenaran bahwa tidak satu pun dari kita – termasuk orang genius seperti saya – bisa tahu bagaimana dampaknya. Normalnya, jutaan krisis yang terjadi -- dari investigasi kasus Rusia sampai tuduhan bahwa dia memperkosa jurnalis “E” Jean Carroll, dan caranya menangani pandemik -- harusnya sudah menenggelamkan Trump sekarang. Namun khusus untuk presiden yang satu ini, aturan yang normal sepertinya tidak berlaku. Di satu pekan, Trump seperti menyarankan kita untuk disuntik dengan pemutih guna mengusir virus, pekan lainnya dia mengancam pemberlakuan darurat militer. Semua orang terhenyak untuk sesaat, lalu datang drama yang baru lagi.

Ada kelompok aliran yang mengatakan bahwa perlawanan warga kota di AS akan membantu Trump. Sudah ada perbandingannya pada 1968, ketika Richard Nixon mengeskploitasi sentimen anti-kerusuhan dan menggaungkan kampanye hukum dan ketertiban untuk memenangi pemilihan presiden. Trump tampaknya mencoba yang terbaik untuk meniru kisah Nixon ini. Sebelum pidatonya yang luar biasa Senin lalu, dia juga menggelar konferensi video yang luar biasa bersama para gubernur dan penegak hukum. Dalam konferensi tersebut, Trump menyebut para partisipan “lemah” dan mereka harus “mendominasi” para demonstran. “Anda harus menangkap orang, Anda harus mengejar mereka dan memenjarakan selama 10 tahun, dan peristiwa seperti ini tidak akan pernah terjadi lagi,” kata Trump. Dengan kata lain: penjarakan banyak orang yang mungkin tidak akan memilihnya. Itu salah satu cara memenangi pemilihan.

Baca juga:Marah, Trump Instruksikan Semua Gubernur Tindak Keras Semua Perusuh

Namun, ada aliran lain yang menilai bahwa momen sekarang ini akan lebih merugikan Trump daripada memberinya keuntungan. Dia mungkin mencoba meniru Nixon, tetapi ada banyak perbedaan besar antara 1968 dan 2020 – belum termasuk fakta bahwa Nixon bukan sedang mengejar masa jabatan kedua. Trump berusaha sebisanya untuk menyalahkan Partai Demokrat atas kerusuhan ini, tetapi dia tidak bisa mengesampingkan fakta bahwa dialah presidennya sekarang. Dialah orang yang seharusnya memegang kendali.

Kembali, masih terlalu awal untuk mengatakan bagaimana situasi ini akan berdampak pada Trump. Namun cukup adil untuk mengatakan bahwa Trump sedang dalam masalah – dan dia tahu itu. Aksis protes itu tidak terjadi dalam kevakuman: gara-gara virus corona satu dari empat pekerja Amerika meminta tunjangan pengangguran dan sebagian negara bagian diramalkan akan mengalami kehilangan lapangan kerja dalam waktu lebih lama. Trump juga keteteran dalam jajak pendapat: Joe Biden memimpin 10 poin dalam jajak pendapat ABC News/Washington Post sejak hari Minggu, dan tingkat kepercayaan kepada presiden sudah jatuh di bawah 43 persen. Trump dalam masalah, artinya AS juga. Seperti ditegaskan presiden sendiri Senin lalu, dia tidak akan pergi tanpa perlawanan – tak peduli berapa pun kerugian yang ditimbulkan.

___
Opini dari Arwa Mahdawi, kolumnis Guardian, sudah terbit dalam versi Bahasa Inggris "Has Trump declared war on the US to save his own skin?" pada 2 Juni 2020.



Sumber:Guardian


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Amerika Siap Balas Pajak Netflix Indonesia Dengan Tarif Dagang

Pemerintah Amerika mneilai rencana pajak atas Netflix, Amazon, Google, Apple, Facebokk dan lain-lain tidak adil bagi negaranya.

DUNIA | 3 Juni 2020

Vietnam Usulkan KTT ASEAN dalam Format Pertemuan Fisik

Vietnam mengusulkan pelaksanaan KTT ASEAN dilakukan dalam format pertemuan fisik seperti lazimnya sebelum pandemi.

DUNIA | 3 Juni 2020

Atasi Pandemi, Indonesia Bisa Belajar dari Regionalisasi Jerman

Pertemuan rutin antara kanselir dan pimpinan negara bagian satu kali tiap dua minggu.

NASIONAL | 3 Juni 2020

Simak Berapa Lama Trudeau Berpikir Saat Ditanya Soal Trump

Dia butuh waktu lama, cukup lama sampai decapan bibirnya bisa mengisi keheningan.

DUNIA | 3 Juni 2020

Dr Fauci Prediksi Vaksin Covid-19 Tidak Beri Kekebalan Jangka Panjang

Pejabat dan ilmuwan AS berharap vaksin Covid-19 akan siap pada paruh pertama 2021.

DUNIA | 3 Juni 2020

Kunjungan Trump ke Gereja Berbuah Sindiran Biden

Trump berkunjung ke Gereja St. John's untuk sesi foto bersama staf dan anggota kabinet, tetapi dia tidak berdoa.

DUNIA | 3 Juni 2020

Garda Nasional Minnesota Tes Covid-19 Seluruh Anggotanya Setelah 1 Positif

Pasukan Garda Nasional Minnesota mengerahkan hampir 7.000 anggotanya guna mengendalikan aksi protes massa yang dipicu kematian George Floyd.

DUNIA | 3 Juni 2020

WNI Diminta Tidak Ikut-ikutan Demonstrasi di AS

Konjen RI di Chicago Meri Binsar Simorangkir, meminta warga negara Indonesia (WNI) tetap tenang dan waspada serta tidak ikut dalam aksi demonstrasi.

DUNIA | 2 Juni 2020

9,9 Juta Warga Wuhan Dites, Tidak Ada Kasus Covid-19 Baru

Dalam tempo setengah bulan saja, seluruh warga kota Wuhan sudah menjalani tes diagnostik virus corona.

DUNIA | 2 Juni 2020

Tiongkok dan India Kerahkan Senjata Berat ke Perbatasan Himalaya

Pasukan militer Tiongkok dan India dilaporkan telah mengerahkan persenjataan berat dan peralatan tempur dari kamp-kamp mereka ke perbatasan Himalaya.

DUNIA | 2 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS